Cerita Cinta Nuvia

Cerita Cinta Nuvia
penyesalan Dipta


__ADS_3

" Vi ... ada apa? kenapa Vi ? " aku tidak tahan dengan semua pertanyaan nya, aku menghempaskan tangan hafidz yang mencekal ku


Hafidz hadir di waktu yang tidak tepat, kenapa ada dia di saat seperti ini? aku tidak ingin di tolong nya lagi, aku hanya ingin pergi agar tidak ada yang merasa terbebani atas kehadiran ku


" NUVIA !!!!!! " Hafidz meninggi kan suara nya dengan wajah memerah di kulit nya yang putih, urat-urat dari lengan nya tampak seperti guratan hijau yang menjalar di sekitar lengan sampai leher nya


" IKUT AKU !!!! " hafidz menarik ku kencang


" Auwh ... " langkah ku yang tertarik membuat sesuatu yang luka disana terasa sakit dan perih


hafidz menoleh padaku saat aku sedang memegang kedua pangkal paha ku


" Kenapa?? " tanya nya lembut ikut menyentuh bagian luar kaki ku yang tertutup celana


aku melihat hafidz yang lengah , sudah melepas cekalan tangan nya pada ku, langsung ku dorong sampai dia terjatuh dan aku berlari sambil tertatih menahan rasa sakit yang semakin menjadi


---- byuuurrr ----


Ku lihat hafidz sudah terjatuh, meskipun ada rasa bersalah tapi aku tetap akan pergi, bukan kah aku lebih berdosa jika hafidz mengetahui apa yang terjadi dengan ku saat ini???


" NUVIA !!!! " Hafidz berusaha bangkit dan langsung mengejar ku


Aku terus berlari di atas pasir pantai yang membuat aku lebih sulit melangkah, aku tidak bisa melakukan sesuatu saat tangan kekar hafidz lagi-lagi berhasil menarik ku


" ADA APA NUVIA!!! JELASKAN JANGAN SEPERTI INI !!! " hafidz semakin kesal pada ku


" Pergi aku tidak ingin ada kamu di dekat ku cepat sana pergi hafidz. !!! " aku berteriak dan terus berontak dari cekalan nya


bukan pergi hafidz justru menarik tubuh ku membenamkan wajah ku pada dada nya yang basah


" Jangan seperti ini Vi .. tolong jangan siksa aku melihat kesedihan mu " hafidz menitikkan air mata nya melihat nasib ku yang malang


" katakan siapa yang menyakiti kamu? " ujar nya lagi dengan penuh kesabaran mengelus rambut ku


Tubuh ku terasa lemas, dingin, dan entah apa lagi yang kurasakan membuat pertahanan ku ambruk


pandangan mata ku sudah mulai gelap dan kaki ku bergetar hebat hanya terdengar suara panik hafidz yang terus menyebut nama ku


" Vi .. bangun .. Vi ... please bangun " dan aku sudah tidak mengingat apapun setelah nya


☀️☀️☀️


DIPTA POV :


Pagi menjelang dengan sinar matahari menyilaukan mata ku, aku terusik saat ada ketukan pintu dari kamar hotel yang aku tempati bersama Nuvia

__ADS_1


" Ah semalam aku sudah melakukan nya, Nuvia pasti sekarang sedang merajuk, tapi aku akan bertanggung jawab pada nya .. aku akan segera menikahi wanita pujaan hati ku " ucap ku kemudian membuka mata


Aku mengedarkan pandangan mata ku karena tidak melihat sosok istimewa yang sangat aku cintai


" Sayang ... " panggil ku lembut sambil mendudukkan tubuh ku yang lebih bersemangat


" Sayang... kamu di kamar mandi? " ucap ku sambil menuruni ranjang tapi tak ada jawaban


Aku menoleh pada satu tas kecil yang biasa di pakai oleh kekasih ku, yang kebetulan adalah pemberian ku


" berarti Nuvia masih di kamar ini " fikir ku


aku menggeser tas Nuvia terlihat di sana bercak merah sisa pertarungan ku dengan nya


aku hanya tersenyum kecut mengingat betapa buas nya aku gara-gara ulah mas damar dan Anin yang memasukkan obat ke dalam minuman ku.


ini semua berawal dari penolakan ku pada Anin yang meminta ku kembali berhubungan dengan nya beberapa Minggu lalu, aku tidak mengatakan apapun pada Nuvia aku tidak mau dia cemburu dan berfikir yang tidak-tidak tentang ku, Karena aku tahu rasa nya menahan cemburu itu sangat tidak enak !!!


" apa Nuvia sedang sarapan? " otak ku berfikir simpel


Aku melihat sepasang sendal yang aku juga tahu itu milik Nuvia, saat aku hendak menuju kamar mandi


" kenapa sendal nya masih di sini? " otak ku masih belum bisa di ajak bekerja sama


semenit kemudian aku teringat kejadian semalam, kenapa Nuvia bisa hadir di kamar ini? walaupun ini lebih baik di banding aku menahan nya yang membuat ku lumpuh atau pilihan kedua aku bisa saja melakukan bersama Anin???


" Sayang ... jangan kemana-mana dulu, semoga kamu tidak kalah oleh Ego mu " aku terus berlari menuju lobby hotel dan memesan taksi meluncur ke hotel yang tidak terlalu jauh dari tempat ku menginap


" Lebih cepat Bli !! " ujar ku karena aku sudah merasakan perasaan yang tidak enak di hati ku


hampir dua puluh menit aku sampai di lobby hotel tempat Nuvia menginap ku tanya pada receptionis yang memang sudah mengenal ku, karena maskapai ku bekerja sama dengan hotel ini.


" Kunci kamar calon istri ku !!! " tanpa basa-basi aku meminta pada seorang pria di bagian resepsionis


" Maaf pak Dipta, kunci nya masih di pegang oleh nona Nuvia dan juga sahabat nya " ujar sang resepsionis


Aku langsung menuju lift dan membuka kembali tas kecil milik Nuvia, yang ternyata ada kartu akses hotel disana juga satu buah ponsel milik Nuvia


sesampainya di lantai tiga aku beranjak mendekati pintu kamar, ku tempelkan kartu akses dan pintu terbuka..


Tidak ada siapa pun di sana


hanya terlihat satu koper yang kemarin Nuvia bawa dan beberapa pakaian yang tergeletak di atas ranjang juga sisa makanan dan minuman yang masih berantakan di meja dekat televisi


Aku terduduk di ranjang, aku membuka ponsel Nuvia ingin tahu siapa orang yang terakhir dia hubungi

__ADS_1


tertera disana nama Imelda dan nama ku, " dia semalam menghubungi ku? " ucap ku pada diri sendiri


Aku coba menekan kontak Imelda melalui ponsel Nuvia yang siapa tahu Nuvia sedang bersama nya


" Hallo Vi ... bagaimana semalam? apa yang Dipta lakukan dengan wanita itu? kamu baik-baik saja kan? Vi ... hallo ?? " suara cempreng Imelda membuat ku tak bisa berkata-kata, apa maksud Imelda?? berarti Nuvia tidak bersama nya???


" Mel ... dimana Nuvia? " ucap ku


" Hah??? looooohhh ini bapak? Uppss maaf pak saya kira nuvia hehehehe " ujar Imelda cengengesan


" Saya bertanya dimana NUVIA!!!!! " ujar ku keras


" ma- maaf pak bukan kah semalam Nuvia bersama bapak? maksud saya semalam Nuvia memergoki bapak bersama mantan kekasih bapak, lalu Nuvia mengatakan pada saya kalau ia akan menyelesaikan masalah nya sendiri, saya sudah melarang nya tapi Nuvia justru membentak saya menyuruh saya untuk tidak mengikuti nya " penjelasan Imelda bagaikan petir menyambar ku


" oh tuhan, aku kira nuvia datang di suruh Ferry karena semalam aku memang menyuruh nya untuk menghubungi Nuvia " ucap ku frustasi


" pak ... pak Dipta .. hallo " Imelda masih mengira Dipta mendengar kan nya, padahal Dipta setelah mendengar penjelasan Imelda langsung menyimpan kembali ponsel ke dalam tas tanpa memutuskan sambungan


**


" hallo fer ... aku kehilangan Nuvia lagi " ucap ku pada sambungan telepon seluler pada sahabat ku


" semalam kau menghubungi nya atau tidak? " tanya ku


" hallo dip, bagus jika kau kehilangan gadis itu, memang itu yang aku harapkan " ucap seorang pria yang bukan Ferry


" Mas, kau licik !!! sekarang apa kau puas Nuvia pergi dari ku!!!!! " ucap ku langsung memutus sambungan ponsel


Pantas saja Ferry tidak menghubungi Nuvia, ternyata ponsel nya ada pada mas damar !!


---+ shiiiittttttt ---++++


Aku memukul kemudi dengan keras merutuki kebodohan ku telah menyakiti orang yang paling ku cinta


" Dimana kamu sayang ... " mata ku terus mengedar mencari sosok yang sangat aku cintai


Kemana Nuvia di tempat asing ini, apa dia sudah makan? apa dia baik-baik saja sedangkan semalam aku sudah menggempur nya habis-habisan


" Ya Tuhan lindungilah Nuvia ku !! " aku menjambak rambut ku sendiri menyesal dengan kebodohan ku yang tidak terbuka dari awal pada Nuvia, tentang kakak ku dan mantan kekasih ku yang licik !!!!


,🌼🌼🌼


TBC


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2