
ILham berseru memanggil nama ku dan Ester, dari kejauhan dia datang dengan membawa beberapa kantong belanjaan yang besar , ia menenteng dengan kedua tangan nya yang terlihat sangat keberatan.
" Ya ampun ilham , kamu membeli apa banyak sekali? kamu seperti orang yang ingin berjualan saja " ujar ku heran dengan kelakuan nya
" jangan hanya bicara Vi, Bantu lah aku membawa barang belanjaan ini " ucap Ilham sambil menunjuk kan barang bawaan nya
" hahaha kamu sudah cocok menjadi bapak rumah tangga ilham " ledek Ester melihat keadaan Ilham dari pintu rumah ku sambil bersandar
" kalian sangat berisik, cepat lah aku tak tahan membawa ini semua, jari ku keram " Ilham bertambah sewot pada ku dan Ester.
Akhirnya aku menghampiri Ilham ingin menolong nya membawa kantong belanjaan yang sangat penuh dengan makanan, yang kemudian di susul oleh sahabat ku Ester .
" Kamu bawa ini Vi , duluan saja aku menunggu Ester agar dia ada kerjaan " ucap Ilham sambil tertawa .
" ok , kemarikan kantong itu " ucap ku meminta satu kantong yang Ilham bawa dan aku melangkah lebih dulu menuju rumah ku .
" Kamu ingin membuka kedai mie instan? " tanya Ester dengan polos nya pada ilham
" heemmmm , lihat lah Ester sahabat tersayang mu itu tidak memiliki stok makanan , dan kita berdua tahu orang tua nya hanya meninggalkan Vi seorang diri " ungkap ilham berbisik pada Ester
" Kamu benar , aku kasihan pada nya orang satu pemukiman sini sudah tahu tentang keadaan rumah tangga orang tua nya , semoga saja Vi kuat menghadapi ini semua " ucap Ester masih dengan suara pelan
" Ya , semoga saja " ujar Ilham sambil melangkah
***
Aku bersama Ester sedang memasak mie instan di dapur rumah ku , kami saling bersenda gurau di sana , sedang kan Ilham menunggu kami di ruang tamu sambil bermain game pada ponsel nya .
" Vi , Ilham mengatakan pada ku sekarang kamu sudah memiliki kekasih? " tanya Ester wajah nya menoleh pada ku
" Ya, maaf aku belum sempat bercerita dengan mu " ujar ku dengan senyum
__ADS_1
" Kamu yakin berhubungan dengan Arbi? maaf maksud ku, Arbi sudah terkenal play boy di sekolah nya, salah satu teman sekolah Minggu ku sering membicarakan Arbi yang banyak di sukai siswi sekolah nya " ujar Ester yang membuat ku tidak suka mendengar nya
" Wajar saja jika Arbi banyak yang menyukai, ia sangat tampan wanita mana yang tidak ingin berhubungan dengan nya " ujar ku memberi penjelasan pada Ester
" Tapi di sekolah itu Arbi sudah memiliki kekasih, apa kamu tidak bertanya dahulu sebelum menerima nya "
pernyataan Ester sungguh membuat aku semakin kesal dengan sahabat ku , tidak biasa nya Ester banyak tahu urusan orang lain
" Mana mungkin dia menyatakan cinta pada ku , jika dia sudah memiliki kekasih kau ada-ada saja." ucap ku menggeleng kan kepala
" Aku hanya takut kamu kecewa , jangan lah kamu memberi perasaan yang berlebihan pada Arbi, silahkan berhubungan dengan nya asal jangan kamu serahkan semua perasaan mu untuk dia" Ester menasehati ku
" iya " jawab ku bohong, kenyataan nya Aku sangat mencintai Arbi, Ester tidak tahu apa yang Arbi lakukan pada ku kan? senyum ku mengembang ketika membayangkan wajah Arbi.
" hey, kalian sangat lama ! apa saja yang kalian kerjakan sedari tadi " Ilham mendekati kami yang sedang sibuk menuang mie pada mangkuk
" Kau sangat bawel Ilham " sarkas Ester mengetuk kening Ilham dengan sendok.
Aku hanya terkekeh melihat interaksi Ester dan Ilham mereka memang cocok hihihi
" hahahaha kau dan Ester sangat cocok " ujar ku sambil berlari takut bila Ester melempar apa yang dia pegang ke arah ku
* *
Sore menjelang Ilham dan Ester berpamitan pada ku untuk pulang , Ester memberikan aku beberapa lembar uang pecahan lima puluh ribuan untuk pegangan ku ke depan , aku sudah menolak tapi Ester memaksa ku bahkan mengancam tidak ingin berteman lagi dengan ku jika aku tidak menerima pemberian nya.
Aku sungguh terharu dengan kebaikan sahabat ku , aku berjanji akan membalas segala kebaikan nya di kemudian hari.
Berbeda dengan Ester ,, Ilham yang pernah ku tolak pernyataan cinta nya justru sekarang semakin dekat dengan ku.
Yang awal nya ada kecanggungan antara kami , Ilham mengatakan jika akan siap membantu aku kapan pun aku membutuhkan nya.
__ADS_1
Dan satu lagi Arbi , yang baru satu hari bergelar kekasih ku , entah kemana dia sekarang? bagaimana perasaan nya pada ku sebenarnya aku tidak tahu!
Biarlah, semua sudah jalan hidup yang harus aku jalani dan semoga ada kebaikan dalam semua masalah yang sedang aku hadapi.
" Vi jangan lupa Senin kita ujian Nasional persiapkan diri mu Vi, jangan terlalu memikirkan sesuatu yang tidak perlu " pesan Ester pada ku sebelum meninggal kan rumah .
" iya Vi, jika ada apa-apa jangan sungkan bercerita pada ku juga Ester " Ilham menambah kan
" Terima kasih kalian sangat baik pada ku, hanya tuhan yang bisa membalas kebaikan kalian " ucap sambil merentangkan kedua tangan ku dan di sambut bersama Ester dan Ilham
Aku mendapat sahabat baru yaitu Ilham , biarkan masa lalu ku yang pernah menolak cinta nya , semoga Ilham mengerti bahwa aku hanya menganggap dia seorang sahabat.
ILham pun seperti nya sudah sangat menerima keadaan ini , aku sudah memiliki kekasih dan dia tetap masih perduli padaku dan ia mau berteman dengan ku tanpa harus menjadi kekasih ku.
***
Malam sudah datang tapi orang tua ku tak ada satupun yang memberikan tanda-tanda akan pulang ke hunian sempit ini.
Aku hanya memberanikan diri untuk belajar hidup sendiri aku yakin mama ku sekarang sudah bersama uncle , dan papa ku mungkin sedang bersama keluarga besar nya menikmati uang hasil denda nya pada perbuatan mama ku dan uncle .
Papa ku sangat tidak punya malu dan tidak memiliki perasaan , pantas saja papa melepas mama pada uncle karena ada nominal yang cukup besar yang harus di bayar kan oleh uncle pada papa.
Dari mana aku tahu??? Aku tidak sengaja mendengar pembicaraan tetangga ku saat aku kembali dari rumah Tante ku, mereka sedang membahas orang tua ku sangat antusias tidak perduli ada aku yang sedang melintas justru suara mereka semakin keras.
Entahlah mungkin memang hanya manusia yang tidak memiliki iman yang sanggup untuk melakukan perbuatan seperti yang mama dan papa ku lakukan.
aku hanya korban ke egoisan orang tua ku.
Sebentar lagi aku akan menyelesaikan sekolah menengah atas, aku berniat mencari pekerjaan setelah lulus agar aku dapat menghidupi kehidupan ku sendiri
Di menit kemudian ku pejamkan mata ku agar esok bisa ku sambut pagi dengan penuh kebahagiaan
__ADS_1
" Bissmillah " ucapan lafaz Allah yang sudah lama tidak keluar dari mulut ku.
TBC 🌼🌼🌼