Cerita Cinta Nuvia

Cerita Cinta Nuvia
part II


__ADS_3

Seminggu telah berlalu setelah kepergian hafidz, rekan dan kerabat sudah tidak lagi berada di kediaman Nuvia, dan orang tua hafidz pun berencana meninggalkan Bandung menuju Magelang esok hari, kedua putra Nuvia untuk sementara di rawat oleh. keluarga hafidz atas keputusan bersama.


Mereka berbagi tugas dalam hal ini, seperti Dipta yang akan membawa Nuvia ke Jakarta untuk menjalankan pemeriksaan psikologis di rumah sakit yang sudah Dipta persiapkan


Kondisi tubuh Nuvia terlihat sehat, tapi tidak dengan hati nya,,, nuvia lebih sering berada di dalam kamar pribadi nya, yang sekarang asing di mata nya


Dipta dengan sabar selalu menemani hari-hari Nuvia dengan penuh kelembutan, membuat orang tua Hafidz tenang untuk meninggalkan Nuvia bersama Dipta.


Bagaimana dengan kedua putra Nuvia? Arkan yang masih sangat membutuhkan kasih sayang dan perhatian Nuvia, sekarang lebih rewel dan sering menangis karena Nuvia tidak lagi mengingat nya , dan Dirga yang lebih berfikir dewasa hanya bisa menahan segala gejolak emosi di dalam batin nya, ia tidak pernah mengungkapkan perasaan nya pada Dipta ataupun Nuvia, terlebih kepada kakek dan nenek nya .


Setiap pagi hari adalah menjadi rutinitas Dipta mengunjungi kediaman nuvia, dan ia akan kembali pada malam hari saat Nuvia sudah beristirahat


Sesaat tiba di pekarangan rumah Nuvia, netra Dipta di suguhkan pemandangan yang memilukan, Dirga sedang termenung duduk sendiri di taman yang terdapat kursi menghadap kolam ikan


" Dirga sedang apa sendiri di sini? " tanya Dipta sambil menghampiri sang putra dan ikut terduduk di kursi taman


" Aku sedang memikirkan bunda, kenapa bisa melupakan aku dan dek Arkan ? " ujar nya menatap wajah ayah kandung nya


Dipta hanya tersenyum dan mengelus kepala Dirga dengan lembut, ia merasa bersalah pada putra semata wayangnya itu


" Dirga yakin akan ikut bersama kakek dan nenek ke Magelang? " tanya Dipta di saat Dirga sedang penuh tanya tentang sang ibu


" ya Dad .. kasihan Arkan jika aku tidak ikut bersama nya " jawab putra Dipta dengan nada sendu, Dirga memang memiliki sifat penyayang dan perhatian, seperti nya sifat hafidz justru yang lebih mendominasi dalam diri Dirga


" kenapa begitu? " tanya Dipta

__ADS_1


" Daddy tahu kan kalau Arkan hanya dekat dengan ku? aku juga sudah berjanji pada ayah akan menjaga Arkan dan bunda, Sebelum ayah berlayar ayah mengatakan, jika ayah tidak ada jadilah kakak yang baik untuk Arkan dan anak yang penurut pada bunda dan Daddy, jadi aku lah yang menjaga Arkan dan aku berharap Daddy mau merawat bunda sampai bunda mengingat kami lagi " jawab Dirga dengan tegas, persis seperti hafidz .. meskipun terbaca dalam bola mata nya tersimpan kepedihan


" Siapa yang mengajarkan kamu seperti ini Dirga? belum saat nya kamu menanggung beban begitu besar " ucapan hati dipta yang tidak tega melihat putra nya, tapi di sisi lain ada Arkan yang masih sangat kecil, yang belum bisa mengerti jika harus di pisahkan dengan Dirga


" Daddy akan bicara pada Kakek dan nenek, agar kalian tetap bersama bunda, kalian tidak boleh terpisah kan !! " Dipta beranjak dari tempat dimana sang putra sedang terduduk


***


Di ruang tamu kediaman Nuvia


Mama dan papa hafidz sedang mengemas beberapa barang dan pakaian milik Arkan dan Dirga yang akan di bawa ke kota Magelang, beberapa koper sudah tersusun rapih di sudut ruangan tersebut menandakan hampir selesai mereka berkemas


" Permisi pak , Bu ! " sapa Dipta


" Ya .. silahkan masuk nak Dipta " sambut papa hafidz mempersilahkan Dipta memasuki ruangan


" Pak, saya ingin membicarakan masalah anak-anak, sebelum nya saya mohon maaf, setelah saya berkonsultasi dengan beberapa dokter tentang kesehatan Nuvia, dokter menyarankan alangkah lebih baik anak-anak tetap bersama Nuvia " ujar Dipta setelah ia menduduki sofa dengan sempurna


papa hafidz terdiam, lalu menoleh pada sang istri yang juga sedang mencermati kata-kata Dipta


" Saya pribadi ingin yang terbaik untuk menantu juga cucu saya, tetapi dalam hal ini, Nuvia sedang tidak baik-baik saja, dan maaf .. anda sendiri belum ada pengalaman dalam merawat anak-anak, jadi .. saya mohon.. biarkan lah kami yang merawat cucu kami, jika Nuvia sudah sehat kami tidak keberatan jika cucu kami di rawat kembali oleh Nuvia " penjelasan papa hafidz membuat Dipta gundah, karena memang benar yang dikatakan oleh papa hafidz, tetapi ia pun sangat tidak tega melihat putra nya di sisi lain ia juga tidak ingin egois memisahkan Dirga dan Arkan ...


" Nak Dipta ... Magelang bukan kota yang jauh, kami tidak akan kemana-mana, kami akan memberikan alamat rumah kami, jika suatu saat nak Dipta ingin mengunjungi Dirga .. " ..


" Sebenarnya saya ingin membawa serta Nuvia, tapi menurut pandangan Zein, justru nak Dipta lah yang dapat mempercepat pemulihan kondisi Nuvia, di luar kuasa Allah SWT karena Allah SWT lah yang dapat menyembuhkan .. " ucap papa hafidz memberikan pengertian pada Dipta

__ADS_1


" Nak, bukan kah kamu pernah berjanji pada saya, jika sesuatu terjadi pada hafidz, kamu lah orang yang saya percaya untuk menjaga menantu saya? " mama hafidz yang sedari tadi mendengar percakapan suami nya ikut bicara


" Ya Bu " jawab Dipta tertunduk


" Tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah SWT, meminta lah pada nya, kami yakin .. mungkin inilah jalan agar kamu bisa kembali bersama Nuvia " ujar mama hafidz terlihat sedih


" Bu .. " Dipta merasa tidak nyaman dengan kata-kata mama Hafidz


" Kami tahu tentang masa lalu Nuvia, kami tahu bagaimana perjalanan Nuvia bangkit dari keterpurukannya di masa kecil sampai remaja, dan di saat Nuvia beranjak dewasa, kamu lah orang pertama yang mengisi hati Nuvia " ..


" Hafidz memang selalu ada untuk Nuvia, karena sejak awal hafidz bertemu Nuvia, ia merasa iba pada nya, di usia Nuvia yang masih kecil ... ia sudah di perlakukan tidak layak oleh orang sekitar nya " ..


" Dan di saat itu juga, hafidz bertekad akan menjaga Nuvia, menjadi pelindung nya dari orang-orang yang berniat jahat pada Nuvia dan kami tahu tentang itu semua " ..


" Jadi .. setelah hafidz tiada, saya mohon .. wujud kan lah keinginan hafidz, lindungilah Nuvia dengan cara mu, jagalah dia nak .. " mama hafidz tidak bisa membendung air matanya .. ia pun beranjak pergi untuk menemui menantu nya yang sangat ia sayangi


Dipta dan papa hafidz hanya terdiam meresapi setiap kalimat yang keluar dari mulut mama hafidz, Dipta seolah tertampar dengan pernyataan itu ..


ia mencintai Nuvia, tapi tidak pernah tahu apa yang di butuhkan Nuvia, ia hanya tahu perasaan nya tapi tidak memikirkan perasaan orang lain yang justru telah berkorban banyak untuk dirinya.


🌼🌼🌼


TBC


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2