
" Bunda .. " Dirga tersenyum senang saat melihat pantulan wajah wanita yang sangat ia rindukan...
" Ya " Nuvia menjawab dengan anggukan, mata nya memerah saat melihat wajah putra nya .. Nuvia merasa tidak nyaman dengan tatapan Dirga, seperti banyak kepedihan di mata anak itu ..
" Mas kangen bunda .. " ucap nya sambil menutupi kesedihan .. Dirga tetap tersenyum..
" Nenek .. ini bunda !!! " seru nya ,
Mama hafidz pun terlihat pada layar.. wajah nya berseri meskipun dalam hati nya sangat penuh duka Akibat kepergian sang anak dan juga melihat kesakitan yang ada di hati sang menantu
" Nak ... apa kabar? " wajah renta terus saja mengukir senyum menguatkan orang-orang yang berada di sekitar nya
" Baik .. emmm .. " Nuvia memandang Dipta , dengan gerakan bibir nya Dipta memberikan isyarat MAMA
" mama " ucap Nuvia mencontohkan gerakan Dipta
" Alhamdulillah nak .. mama dan anak-anak sangat rindu .. Vi sehat yaa " mama Hafidz menitikkan air mata karena bahagia dan bersyukur Nuvia sudah mau berinteraksi dengan nya
Nuvia mengangguk.. detik kemudian mata nya teralihkan oleh sosok gadis kecil yang tadi ia tolong..
Nuvia langsung meletakkan ponsel di meja .. tanpa menghiraukan mertua dan anak nya yang sangat merindukan diri nya
" Vi .. mau kemana? " Dipta mengambil ponsel yang tergeletak di atas meja kemudian menampilkan wajah nya agar terlihat oleh Dirga dan mama hafidz
" Ada apa nak Dipta? kenapa Nuvia? " tanya mama hafidz heran..
" Dia menghampiri gadis yang baru saja ia tolong Bu .. entahlah akupun Tidak mengerti kenapa Nuvia terlihat dekat dengan gadis itu, padahal ia baru saja bertemu " Dipta dan mama hafidz penasaran siapa gadis itu bisa mengalihkan Nuvia, padahal biasanya Nuvia tidak suka berdekatan dengan orang asing
" Boleh mama lihat? " mama hafidz memperhatikan dengan seksama, bagaimana Nuvia berinteraksi dengan gadis kecil itu ..
" Nuvia sedang melihat dirinya sewaktu kecil " mama Hafidz tersenyum, setidaknya Nuvia tidak benar-benar kehilangan memori nya .. terlihat gadis kecil itu mengingat kan mama hafidz pada saat pertama kali ia bertemu Nuvia di Bogor, saat Nuvia di asing kan keluarga nya .. dan di jauhi teman-teman seusianya.. pantas saja Nuvia tertarik dengan gadis itu
" aku akan bertanya pada dokter firman setelah ini Bu .. apa ini membahayakan kesehatan Nuvia " Dipta semakin tidak mengerti dengan yang di maksud oleh mama hafidz
" iya .. semoga ini pertanda akan keajaiban Allah SWT " mama hafidz dan Dipta akhirnya menyudahi sambungan video di tutup oleh Dirga yang melambai kan tangan pada ayah kandung nya
***
" Vi .. mari kita antar Naya pulang, khawatir orang tua nya mencari " ..
" iya .. mari Naya .. " Nuvia mengulurkan tangan nya pada gadis itu, di sambut oleh Naya .. mbok Suti yang terus memperhatikan semua adegan Nuvia pun merasa ada yang tidak beres dengan majikan nya ....
" mbok ikut kami .. " ajak Dipta
" baik pak .. " mbok Suti memapah Naya , Daan Nuvia berjalan berdampingan dengan Dipta
__ADS_1
**
Sesampainya di kampung tempat Naya tinggal, banyak warga yang merasa asing dengan kehadiran mobil mewah yang dipta Kendarai, mereka menerka siapa gerangan yang datang
" Siapa tuh ?!! " tanya salah satu pemuda yang sedang berbincang bersama teman-teman nya
" yang pasti orang kaya nih, gue mau bantu parkirin dulu bro, siapa tahu kecipratan rezeki " ujar teman nya dengan semangat
" ikut !!! " teman nya yang lain berlari mendekat pada mobil Dipta yang sedang parkir di lahan kosong penuh tanah basah dan becek Akibat terguyur hujan
" TERUS .. KIRI ABIS .. TERUSS... STOPP!! " para pemuda saling berlomba memarkir mobil Dipta .
Dipta mengeluarkan beberapa uang pecahan lima puluh ribu dan memberikan pada satu pemuda .. membuat pemuda lain berhamburan untuk merebut nya, membuat Dipta menggeleng kepala
" Yang mana rumah mu? " tanya Dipta menoleh pada Naya setelah mobil nya terparkir sempurna
" itu om, cat berwarna biru " jawab Naya menunjuk satu bangunan berdinding triplek, dan atap nya sudah hampir roboh
" ok .. mbok .. antar kan Naya .. katakan pada orang tua nya .. kita menolong.. bukan yang mengakibatkan Naya terluka .. " Dipta antisipasi jika nanti orang tua dari Naya justru berbalik menuduh
" Baik pak .. mari Naya .. " mbok Suti mengarah kan Naya keluar dari pintu nya . di ikuti mbok Suti ..
Tanpa Dipta sadari Nuvia ikut membuka pintu mobil
" Aku akan antar Naya .. kasihan .. " jawab Nuvia memelas .. membuat Dipta tidak bisa berkutik .. akhirnya Dipta ikut membuka pintu nya dan melangkah keluar mobil..
" Tunggu Vi .. jalan nya sangat licin .. kamu harus hati-hati .. kemarilah .. " Dipta menggenggam tangan Nuvia agar ia tidak tergelincir di jalan yang banyak genangan air
" NAYA !!! HUUUU !!! ORANG MISKIN !! " beberapa bocah seusia Naya berlarian sambil mengumpat.. tapi Naya hanya diam, ia melirik mbok suti ...
" Heh .. sana anak nakal .. " mbok Suti yang sedang memapah Naya ikut kesal ..
" SUKURIN JATUH !! EMANG ENAK !! " Teriakkan anak-anak itu mencubit hati Nuvia .. ia merasa pernah merasakan itu ..Nuvia memegang dada nya yang terasa sakit dengan satu tangan nya, satu tangan yang lain meremas jari-jari Dipta
" Kenapa Vi .. ?? " Dipta yakin ini akan terjadi.. Nuvia tidak bisa melihat orang asing ..
" Balik ke mobil?? " tawar Dipta .. tapi Nuvia tetap melanjutkan langkah nya mendekati rumah naya
" Vi .. are you ok?? " Dipta memastikan kondisi Nuvia, keringat Nuvia sudah mengalir di dahi nya .. Nuvia melawan rasa nyeri di dada nya .. kedua bola matanya sudah berkabut tertutup air mata
...
" NAYA !! DARIMANA SAJA KAMU!! " teriakkan seorang wanita membuat Naya terkejut.. ia gemetar karena sang bibi terlihat murka
" Maaf Bu , tolong jangan seperti itu " Nuvia dengan segala rasa nyeri nya memberanikan diri untuk menghampiri keluarga Naya
__ADS_1
" Situ siapa? " bibi Naya melihat penampilan Nuvia dan Dipta .. bibir nya tertarik sempurna.. ada sesuatu yang sedang ia fikirkan
" Nay .. kamu ke tabrak? " sarkas si bibi ..
" Tidak bi, tadi Naya jatuh .. lalu Naya di tolong oleh Tante ini .. " jawab Naya sambil menunduk takut
" Bodoh!!! ... memang sedang apa bisa jatuh? " bibi Naya bertolak pinggang...
" Itu bi .. "
Belum sempat Naya menjelaskan, sang bibi sudah menarik nya paksa .. tidak pernah merasa kasihan melihat keponakan nya yang sedang terluka
" Aduh .. bi .. " Naya meringis menahan nyeri .. mbok Suti yang terkejut hanya bisa terdiam
" Bu jangan kasar .. " ucap Dipta yang kesal melihat tingkah bibi Naya
" Ga ada urusan dengan situ !! " bibi Naya melihat Dipta dengan penuh keangkuhan..
" Tolong Bu .. Naya masih luka lutut nya .. " Nuvia mendekati Naya memegang tangan Naya .. namun di cegah oleh bibi Naya
" Jangan ikut campur!! " bibi Naya yang terkenal galak di lingkungan sekitar membuat orang lain hanya bisa menyaksikan perdebatan itu
" Bu .. kami datang baik-baik mengantar Naya .. kenapa ibu seperti ini? " Dipta yang terpancing emosi melangkah untuk mendekati Nuvia .. Nuvia terlihat kacau.. entah apa yang ada di fikiran nya saat ini .. hanya sesekali Dipta melihat Nuvia memegang dada nya..
" Sudah saya bilang .. ini bukan urusan situ .. " bibi Naya menarik paksa Naya lagi yang sedang berpegangan pada Nuvia
" Awas kau !! " bibi Naya mendorong Nuvia .. Nuvia yang belum siap dengan dorongan terkejut dan terjatuh.. kepala nya terbentur meja yang berada tepat di samping Nuvia berdiri tadi ..
" NUVIA !!! "
" TANTE !!!! "
" IBU !! "
Mereka bersamaan berteriak melihat Nuvia yang tergeletak
" kurang ajar kau !! " ..
" mbok .. buka pintu mobil " Dipta memberikan kunci mobilnya dan segera mengangkat Nuvia, membawa nya memasuki mobil .. di bantu oleh para pemuda yang tadi berada di sana ..
perkampungan menjadi ramai .. mbok Suti yang sudah berada di dalam mobil menjadi sandaran kepala Nuvia yang sudah mengeluarkan cairan merah dari pelipisnya...
" mbok pakai ini " Dipta membuka kaos yang ia kenakan untuk membalut kepala Nuvia ..
Dipta pun menyalakan mesin kendaraan nya meluncur menuju rumah sakit .. tidak lupa ia menghubungi firman .. dan menceritakan kejadian yang baru saja Nuvia alami ..
__ADS_1