
Hari ini dimana Dipta dan Nuvia harus melepas kedua putra nya meninggalkan kota Bandung Jawa barat...
Dipta mengutus Ferry agar ikut mengantar keberangkatan keluarga hafidz juga kedua putra nya sampai Magelang Jawa tengah
Nuvia masih dengan kondisi yang sama, tidak berinteraksi dengan siapa pun, ia hanya bisa di ajak bicara sesekali
" Nak Dipta, kami pamit .. kami titip Nuvia " papa hafidz memeluk Dipta
" baik pak .. saya juga titip anak-anak .. maaf jika merepotkan bapak " ucap Dipta dalam pelukan papa hafidz , kemudian papa hafidz menepuk punggung Dipta menguatkan
" Bu, semoga ibu sehat selalu .. " Dipta membungkuk untuk menggapai tangan mama hafidz dan mencium punggung tangan nya , mama hafidz pun mengusap kepala Dipta dengan haru, mengingat kan dirinya pada putra bungsu nya yang sudah tiada
" Jaga Nuvia, kembali kan Nuvia seperti semula, katakan pada nya setiap hari bahwa kami sangat menyayangi nya " mama hafidz menitikkan air mata nya saat memandang Nuvia yang sedang terduduk di dampingi kedua putra nya
Dipta dan mama hafidz melihat interaksi antara Nuvia dan kedua putra nya, Arkan yang masih sangat polos terus saja berceloteh tanpa respon apapun dari sang bunda
Dan Dirga hanya bisa menggenggam tangan Nuvia sambil memandang wajah pucat bunda nya
" Bunda .. dek Arkan dan mas Dirga akan berlibur bersama kakek, nenek dan om Zein .. kalau Bunda sudah sehat, segera lah menjemput kami " ucap Dirga berkaca-kaca , Nuvia masih bergeming dengan tatapan kosong pada kedua putra nya
" mas !! adek !! kemarilah ... " Dipta merentangkan kedua tangannya lebar
" Daddy !!! Alkan libulan dulu ya, Daddy jangan sedih" ucapan Arkan berhasil membuat Dipta tersenyum kecut .. nyali nya seakan menciut karena tidak sanggup melihat kedua bocah yang sudah di Bebani cobaan seberat ini
Baru saja ayah nya meninggal, sekarang ibu nya justru tidak mengenali mereka
" Arkan harus janji, Arkan akan selalu bersama mas Dirga, jangan merepotkan kakek dan nenek di sana " ucap pada putra Hafidz sambil menatap kedua mata nya
" siap Daddy .. Alkan tidak akan menangis telus .. kakek bilang Alkan halus jadi laki-laki kuat agal bisa sepelti ayah dan Daddy " Arkan memperlihatkan gigi nya yang tertata rapih
" Good boy " Dipta mengacak rambut Arkan, di iringi tertawa bocah itu
" Dirga .. jaga adik mu .. sering lah berdoa agar bunda segera pulih, agar bisa berkumpul kembali bersama kalian " ujar Dipta pada putra tunggal nya seraya tersenyum
" Aku akan selalu mendoakan bunda, ayah dan Daddy .. tapi .. bolehkah aku bertanya sesuatu? " Dirga menatap Dipta penuh tanda tanya
" boleh.. mau tanya apa boy " Dipta menatap wajah putra nya yang sangat mirip dengan dirinya
" Daddy itu siapa? kenapa sangat baik pada kami? "
- Deg - hati Dipta terhenyak, Dipta tidak tahu harus menjawab apa ..
" Aku Daddy mu dan juga Arkan " .... jawab Dipta tersenyum kaku
" Sudah .. kelak Dirga akan paham jika sudah dewasa .. sekarang tugas mu, belajar dan selalu berbuat baik, agar menjadi manusia yang bermanfaat untuk orang lain " perintah Dipta lalu memeluk sang putra dengan erat
__ADS_1
" Seperti Daddy .. " bisik Dirga pada telinga Dipta, membuat Dipta tersentuh dan semakin mengeratkan pelukannya
" Berpamitan lah dengan bunda kalian " ajak Dipta kemudian menggenggam tangan Dirga dan Arkan
" Bundaaa !!! " Arkan berlari lebih dulu, menabrak tubuh Nuvia yang berdiri
Nuvia sempat menunduk melihat wajah mahluk kecil yang sedang merengek sambil memeluk kedua kaki nya, tapi hanya pandangan kosong yang terlihat
Dipta menghampiri Nuvia, mengelus bahu nya perlahan...
" Dirga dan Arkan sudah siap berangkat.. apa kamu akan mengatakan sesuatu pada kedua putra mu? " tanya Dipta menatap wajah Nuvia
Nuvia menoleh pada Dipta dan Arkan kemudian menatap Dipta .. mungkin pikiran Nuvia kacau tapi tidak dengan nurani nya sebagai seorang ibu, Nuvia terlihat membendung air matanya,,, ia terlihat sedih
" bunda .. " Dirga kemudian memanggil nya, Nuvia berjongkok dan memegang kepalanya ..
ia menangis ..
" Vi .. kenapa? " Dipta mensejajarkan tubuh nya dengan Nuvia dan anak-anak nya
" bunda kenapa Daddy?? " tanya Arkan bersamaan dengan Dirga
" bunda mungkin pusing .. tidak apa-apa, nanti Daddy belikan obat " Dipta coba menenangkan kedua bocah itu
**
" Kami berangkat dulu ! " ujar papa hafidz
Mereka pun memasuki pintu keberangkatan, dan semakin menjauh tak terlihat tersapu oleh orang yang berlalu lalang di sana
Dipta mendekati Nuvia,,
" Vi .. ayo pulang " satu tangan nya menjulur untuk membantu Nuvia berdiri
" ayo Vi !! " sekali lagi Dipta coba membujuk Nuvia
Nuvia menerima uluran tangan Dipta , ia berdiri dan terus menggenggam tangan Dipta dengan kencang
mereka melangkah beriringan, beberapa orang disana menatap wajah Dipta , dan para petugas bandara yang sudah mengenal Dipta , menyapa nya dengan hormat
****
Nuvia POV :
" Siapa kedua bocah itu, kenapa mereka memanggil ku bunda? apa mereka anak-anak ku? atau anak-anak dari laki-laki yang sedang bersama ku?
__ADS_1
Aku sudah lama menunggu kedatangan hafidz, aku sangat ingin bertemu dengan nya, aku hanya ingin bercerita bahwa aku sekarang sedang tersesat entah dimana? tapi laki-laki yang bersama ku ini baik , dia memperlakukan aku dengan sopan
Hafidz .. datang lah .. banyak yang ingin ku tanyakan padamu .. kenapa aku tidak mengenal siapa pun disini? aku hanya mengenal mu,, semua orang di sini terasa asing untuk ku .. datang lah hafidz .. tolong aku lagi .. cuma kamu yang bisa menjaga ku " end
********
Di perjalanan, Dipta mengemudi dengan fokus ..
" Vi .. kamu mau makan apa? " tanya Dipta mencoba bicara pada Nuvia , meskipun tidak pernah ada respon dari Nuvia, tapi Dipta Tidak putus asa
" Vi .. " Dipta coba menatap wajah Nuvia yang sedang menatap jalan di depan nya
" Baiklah .. pertama kamu harus tahu dulu makanan kesukaan ku !! " Dipta terus berceloteh pada Nuvia, ia bercerita beberapa makanan favorit nya
" kalau makanan favorit mu apa? " tanya Dipta sambil terkekeh menertawakan dirinya sendiri yang sedari tadi hanya berbicara tanpa ada jawaban
" Mie instan !!! " jawab Dipta bersamaan dengan nuvia
" ciiiiitttttt " Dipta memberhentikan mobilnya karena kaget mendengar jawaban Nuvia
" heeyyy .. Vi ... apa aku tidak salah dengar??? " kedua mata Dipta berbinar , ia sangat bahagia melihat respon Nuvia ...
" ok .. sekarang kita buat mie instan di rumah ku " Dipta kembali melajukan kembali mobil nya, menuju kediaman nya
Dipta merasa bahagia meskipun hanya satu kalimat yang Nuvia katakan ..
" Semoga ini awal yang baik, aku akan mencari tahu tentang Nuvia " ucap nya dalam hati
**
Sesampai nya di kediaman Dipta, Nuvia merasa tidak asing, ia merasa pernah melihat detail ruang dan setiap bagian dalam rumah itu
Aroma khas yang keluar dari salah satu pengharum ruangan pun mengingatkan Nuvia pada satu tempat yang ia masih. samar untuk mengingat nya. ..
akankah Nuvia mengingat semua nya disini???
🌼🌼🌼
TBC
.
.
.
__ADS_1