
pengemudi ojek online menepikan kendaraan sesuai alamat yang ku tuju, dengan tergesa-gesa aku membayar jasa dan hendak meninggalkan sang pengemudi
" Geg ... mohon maaf helm saya " ucap pengemudi pada ku yang hampir membawa nya
" maaf Bli, saya terburu-buru " ucap ku melepas helm dan memberikan pada pengemudi ojek online
" Terima kasih Bli... " ucap ku sambil membungkuk kan tubuh ku, dan pengemudi menjawab dengan anggukan
Aku mengedarkan pandangan mencari sosok imelda yang sama sekali tidak terlihat oleh indera penglihatan ku, aku coba menghubungi melalui sambungan ponsel
" Hallo, dimana Mel? " tanya ku sangat penasaran
" Aku dekat pepohonan cafe, kamu dimana? " tanya Imelda
" Aku sudah sampai cafe tapi banyak sekali pepohonan di sini, kamu di pohon apa " tanya ku lagi
Imel menepuk jidat nya merasa lucu pada dirinya sendiri yang ambigu memberikan pernyataan pada Nuvia
" Kamu lihat kursi yang menghadap pantai? melangkah lah kesana, aku di balik pohon yang pot nya berwarna merah tua " ucap Imel menjelaskan
Aku terus melangkah mencari dimana Imel berada, benar saja hanya ada beberapa kursi yang menghadap ke arah pantai, aku hampiri satu pot besar berwarna merah pekat terlihat Imel sedang berjongkok di balik nya bersama seorang pemuda yang tadi bertemu dengan ku di pesawat
" Sedang apa Imel bersama bocah menyebalkan itu " ucap ku pelan
imel yang sudah melihat ku dengan cepat menyuruh ku berjongkok dengan gerakan tangan nya yang seperti melambai dan gerakan bibir nya mengatakan -BERJONGKOK LAH- aku pun mengikuti perintah dengan membungkuk sambil melangkah perlahan
" Lihat Vi, wanita bersama kekasih mu sangat gatal, sedari tadi bergelayut pada Dipta " ujar Imel geram
" Ya ampun,, " aku hendak berdiri dan menghampiri mereka, tapi tangan ku di cekal oleh bocah menyebalkan tadi
" Jangan kak!! kita harus pastikan dulu siapa wanita itu karena tadi ada satu pria lagi yang sekarang pergi entah kemana " ucap nya
" tadi ada pak damar ! " ucap imelda
" dia mantan kekasih Dipta Mel .. " ucap ku Hampir menangis
" oh tuhan Vi .... maaf tidak seharusnya kamu melihat ini .. aku jadi tidak enak " ucap imel yang merasa terlalu ikut campur dengan kisah percintaan ku
" Aku justru berterima kasih pada mu Mel, aku tahu lebih awal tentang perbuatan nya padaku "
***
sudah lima belas menit kami mengawasi Dipta dan mantan kekasih nya, tiba lah Dipta berdiri dan hendak meninggalkan tempat itu, tiba-tiba aku melihat gelagat aneh Dipta yang seperti mendamba perempuan yang bersama nya
perempuan itu mengelus lembut pada dada bidang Dipta sambil tersenyum kemenangan, hati ku hancur saat itu juga, air mata yang tidak ku ijinkan keluar, justru terjun bebas mengalir melewati kedua pipi ku
" Aku tidak sanggup mel " aku memalingkan wajah ku
" Kita ikuti mereka !! " ucap bocah tadi
Aku mengekor pada Imel dan entah sahabat nya atau siapa? kami mengikuti setiap pergerakan Dipta
__ADS_1
" ya Tuhan Dipta seperti nya sedang menahan sesuatu" ucap ku dalam hati
" Apa karena aku tidak pernah mengizinkan dia menyentuh ku, hingga dipta mencari pelampiasan pada wanita lain? tapi kenapa dia tidak menikahi ku saja agar dia bebas untuk menyentuh tubuh ku? " hati dan fikiran ku sudah semakin kalut dengan semua yang ku lihat
" Sudah cukup !!! " aku berhenti melangkah mengikuti Dipta, imel dan bocah tadi ikut berhenti
" Kenapa Vi???? " tanya Imel
" kalian tunggu lah di sini, aku yang akan menyelesaikan semua nya !! " aku lalu melangkah dengan cepat yang masih di ikuti dua orang tadi
" Jangan ikuti aku mel !!!! " aku sedikit menekan kata-kata ku yang salah sasaran, harus nya aku marah pada Dipta bukan pada Imel atau bocah tadi
" Kau yakin Vi? " tanya Imel
" Sangat !!! " jawab ku cepat lalu melangkah sendiri mendekati Dipta dan sang mantan yang hendak memasuki kamar sebuah hotel
Aku perlahan mendengar obrolan mereka
" Jangan di tahan sayang, itu akan menyakiti mu " ujar sang mantan
Dipta tidak mengatakan apapun hanya terlihat dari. cara dia berjalan sudah sangat limbung, sesekali Dipta terlihat membuka satu kancing kemeja nya dan mengacak rambut nya
Mereka sudah memasuki kamar hotel, aku dengan cepat menerobos masuk ke dalam nya karena pintu kamar belum terkunci, seperti nya mereka sudah tidak tahan sampai lupa mengunci pintu kamar nya
***
Suasana remang terlihat di ruangan itu, aku melihat dengan jelas Dipta sudah berbaring terlentang dan di atas nya ada sang mantan yang sedang membantu Dipta melepas apa yang menempel pada tubuh nya
" MAS DIPTA !!!!!! " teriak ku membuat sang. wanita menoleh dan kaget
Dipta terduduk memegang kepala nya, dia menyipit kan mata nya untuk melihat agar lebih jelas pandangan nya yang buram
" Sayang, bantu aku please .... " ujar nya tanpa dosa
sang mantan menghampiri ku dengan tatapan Penuh kebencian
" Kami sudah sering melakukan nya, tapi aku siap berbagi jika kau ingin merasakan keganasan mantan kekasih ku , silahkan " ucap nya sambil melenggang pergi dan menutup pintu dengan keras
Aku mencerna kata-kata wanita itu, dan terlihat Dipta yang sudah berdiri serta melangkah menghampiri aku
Tubuh ku dengan refleks mundur perlahan,
* jalan satu-satunya adalah pergi dari ruangan laknat ini * tapi Dipta ternyata lebih cepat dari yang ku bayangkan dia berhasil menggapai tubuh ku yang sudah mendekati pintu
" Jangan pergi... " ucap nya dengan mata yang berkabut
" Aku benci semua ini mas, minggir !!!! " ucap ku yang berusaha menggeser tubuh Dipta
" sayang... kamu salah paham please aku sudah tidak tahan " kata-kata nya membuat mata ku terbelalak, "apa-apaan dia??" hati ku berbicara
" Mana ada salah paham seperti ini? lihatlah penampilan mu mas !! jika aku tidak datang, apa kamu masih ingin mengatakan aku salah paham? " aku menunjuk tubuh Dipta kemudian menarik kemeja yang sudah tidak menempel sempurna di tubuh nya
__ADS_1
Aku fikir Dipta akan menyadari kesalahannya, dan meminta maaf padaku ternyata aku salah besar!!
Dipta justru menarik ku dan langsung menghempaskan tubuh ku pada ranjang yang tadi di tiduri oleh nya dan si wanita itu
" Aku akan buktikan kalau kamu salah paham Vi !! " Dipta langsung melancarkan aksi nya pada tubuh ku, aku yang tidak memiliki kekuatan sebesar diri nya hanya bisa melawan tanpa terasa oleh Dipta
Sepanjang malam Dipta tidak hentinya terus saja mengukung ku tanpa ampun, aku hanya bisa menangisi diri ku yang sudah dirusak oleh orang yang justru pernah aku jadikan sandaran hidup ku
Apa ini takdir?? atau memang kesalahan ku yang telah mempercayai dan terlalu menaruh harapan pada mahluk???
***
Dini hari dipta baru melepaskan tubuh ku setelah kegiatan terakhir nya, dengan tubuh lemas Dipta menggulingkan tubuh nya di samping ku dan memeluk ku erat " terima kasih sayang, maafkan aku " hanya itu kata terakhir yang ku dengar yang kemudian ia menutup kedua mata nya dengan mengeluarkan dengkuran halus dari mulut nya
πππ
Aku melepaskan tangan Dipta Yang melingkar di pinggang ku dengan perlahan aku takut jika dia terjaga dan akan melakukan nya lagi
Dengan sekuat tenaga aku menahan rasa sakit di seluruh tubuh ku, terutama pada bagian inti yang sangat perih
Ku punguti satu persatu pakaian yang sudah berserakan di lantai, air mata ku lagi dan lagi meluncur tanpa izin, aku sudah bertekad akan pergi sejauh mungkin dari kehidupan ini, seperti nya sudah ada yang patut aku pertahankan dalam kehidupan ku
Perlahan ku kenakan pakaian ku satu persatu, lalu aku melangkah dengan tertatih menuju pintu kamar dan aku keluar dari sana
sepanjang perjalanan di koridor hotel aku tidak menemukan satu orang pun disana
aku melihat di luar sana pantai sangat sepi, lampu-lampu yang menghiasi pun Sudah ada yang padam, aku terus berjalan mendekati gulungan ombak dan tanpa terasa aku sudah sampai di pasir basah dan ombak yang terus menabrak kaki ku
" Heyyy !!! " aku masih mendengar suara seseorang
" Hey jangan kesana angin nya sangat kencang!! " lagi-lagi ku dengar suara yang sama
aku tetap pada pendirian ku, aku akan melebur bersama ombak
--- Pyuurrrt ---
saat tubuh ku kini yang tersapu ombak, tapi aku tidak gentar untuk menghadapi nya
--- byur , hah hah hah ---
" Jangan gila kau !!! " seseorang menarik tubuh ku yang sudah basah ...
" Siapa kau berani melarang ku !!! pergi sana !!! " aku menoleh pada nya
Daaannnn ....
" Vi ... "
" ini kamu Nuvia ???? " dia lalu menarik ku ke dalam pelukannya dan menatap wajah ku kasihan
πΌπΌπΌ
__ADS_1
TBC
...