Cewek Dingin Itu Pacarku

Cewek Dingin Itu Pacarku
Kejadian tak terduga


__ADS_3

Motor sport putra telah berhenti disebuah kafe yang tak lain adalah kafe sang kakak ipar, Lista turun dari motor itu.


"Yuk yank" Putra mengandeng tangan Lista massuk kekafe itu. mereka memilih mejang yang paaling pojok yang berhadapan dengan jalan raya.


"Pesen makan dulu, aku gak mau kamu sakit lagi" Ujar Putra yang membuat Lista tersenyum


Putra memanggil pelayan yang dekat dengan mejanya dan memesan makanan untuk lista dan dirinya sedangkan Calista memberi kabar orang rumah kalau dia masih ada kelompok.


Sesampainya pesanan dimeja mereka Putra dan Lista memakan makanan itu dan dilanjutkan dengan mengerjakan tugasnya.


"Sayang kalau ada google kenapa harus cari dibuku sih?" tanya Putra saat pacarnya membolak balik buku paket itu


"Google gak menjamin hidup kita kelak Put, kita akan ketergantungan dengan google kalau begini terus. saat ujian nanti kita gak bisa bukak google ingat itu" ucap Lista


"Fungsi google kan emang buat mempermudah kita sayang" Ujar Putra tak mau kalah


"Ya itu kalau kita cari jawabannya dibuku gak ada, baru kita cari digoogle" Ujar Lista mengambil bulpoin yang ada dimrja itu dan menulis jawaban yang ada dibuku


"Baca in dong, biar aku yang nulis" Lista memberikan buku paket itu pada pacarnya.


Mereka mengerjakan tugas kelompok itu sesekali dengan candaan dari Putra yang membuat senyum terbit dibibir cantik Lista.


"Ih putra aku jadi gak konsen, bisa serius gak" Kesal Lista tapi juga senang akan candaan yang dilontarkan Pacarnya


"Jangan terlalu serius sayang, waktu kita masih banyak" Ucap Putra menoel hidung lista


"Aku mau tugas ini selesai hari ini, kalau tugas satu udah selesaikan kita bisa kerjain yang lain" Jawab Lista mengambil alih buku itu


"Iya iya, aku salah. jangan galak galak dong yang nanti cepet tua" Ujar Putra


"Kalau aku tua kamu ikut tua, kita kan seumuran" Jawab Lista tak mau kalah


"Aku gak akan tua, orang tampan awet muda" Ucap Putra pd


"Jika udah waktunya kita juga akan tua put ih, udah ah umur aku juga belum genap 15 tahun" Ujar Lista


"Yang kita nikah muda yuk" ajak Putra tiba tiba yang membuat Lista menghentikan menulisnya dan menatap Pacarnya


"Kayak kak Aditya sama kak Putri" Lanjut Putra


"Nikah itu gak gampang putra, aku mau nikah jika aku udah lulus kuliah atau setidaknya diumur aku yang udah matang" jawab Lista serius


"Oke jika itu mau kamu, lagian aku gak maksa mungkin diumur kamu yang ke 19 aku bakal lamar kamu, ingat itu sebagai janji" Ucap Putra tak kalah serius. Lista bisa melihat keseriusan dimata Putra walau mereka masih SMP


"Kalau kita masih bersama itu mungkin terjadi kalau enggak?" tanya Lista mengalihkan pandangannya.

__ADS_1


"Maksud kamu?" tanya balik Putra


"Dengerin aku kita masih muda , perjalan kita tak bisa semulus yang diharapkan entah itu kita LDR atau pula ada orang ketiga diantara kita. kamu laki laki yang tampan aku yakin saat SMA nanti kamu akan jadi idola yang dikejar kejar cewek" Ucap Lista tanpa beban


"Iya sih aku tampan, tapi aku cuma sayang sama kamu Calista." Jawab putra memegang tangan Lista


"Aku tahu, tapi siapa tahu ada yang lebih cinta dari aku kekamu dan bisa saja kamu berpaling" Ucap lista dengan lembut, entah sifat dinginya hilang begitu saja saat bersama orang terdekatnya


"Aku akan selalu cinta sama kamu walau seluruh cewek nembak aku" Ucap Putra mengecup tangan Lista


"Gombal deh, ingat ya put kita masih muda" Ujar Lista melepas pegangan itu


"Iya aku tahu" Ujar Putra mengambil buku tulisnya.


"Jadi selama ini mereka pacaran, gak bisa cuma gue yang boleh jadian sama Lista" Gumam seseorang yang sedari tadi mendendar semua percakapan lista dan putra.


"Gue harus pisahin mereka, harus.... cuma gue yang bisa jadiin lista pacar bukan siPutra" Gumamnya lagi keluar dari kafe itu


"Akhirnya selesai juga," Lista menutup buku dan merentangkan tangannya.


"Kamu lagi apa sih put?" tanya Lista melihat pacarnya yang masih memegang bulpoin


"Nulis ini" Putra menyerahkan buku tulis Lista yang bertuliskan


...PUTRA ARGANVINO ♡ CALISTA AULIA FERNANDA...


"Jangan dibuang oke, kamu tahu ini tulisan aku paling bagus dalam sejarah ketampanan aku" Ucap Putra mengelus wajah pacarnya. Lista hanya tersenyum


"Thank Sayang" Lista memeluk Putra lalu mengecup pipi kiri Putra, Putra yang mendapat pelukan+ kecupan itu bagai mendapat belian yang jatuh dihadapannya.


"Sama sama" Balas putra dengan senyumnya.


"Tahu gini tiap hari gue buatin tulisan gini" Gumam putra pelan tapi masih bisa didengar oleh lista


"Modus"


Karena hari sudah mulai sore mereka memasukkan alat tulis mereka kedalam tas, dan membayar makanan yang mereka makan tadi.


"Naik yang" Suruh Putra kala melihat Lista melamun atau sedang menatap apa gitu.


"Eh iya" kaget Lista langsung naik motor itu.


Putri menjalankan motornya keluar dari parkiran cafe itu, sedangkan Lista masih dengan pikirannya.


"Yang" Panggil Putra

__ADS_1


"Yangg" Panggil lagi tapi tak aa respon dari Lista


"Gue tadi gak salah lihat kan?" tanya Lista dalam hati


"Riko sama Desi ciuman dikafe shop depan kafe kak adit" Batinnya lagi


"Mungkin mereka udah jadian" Ujarnya lagi masih dengan batinnya


"Sayang" Teriak Putra yang sedari tadi memanggil pacarnya


"Eh apa sih put, buat kaget aja" Kaget Lista kala ia mendengar teriakan Putra


"Kenapa diam aja, berasa boncengin manekin dah, diem mulu" Ucap Putra


" Pucet kek mayat dong" Ujar Lista memegang tas putra karena jujur ia takut jatuh.


"Tapi cantik" Ujar Putra dengan senyum


"Catik tali gak hidup sama aja" ujar Lista


"Kamu mikirin apa tadi sampe aku panggil gak nyaut?" tanya Putra pada pacarnya


"Aku tadi lihat Riko sama Desi dikafe shop depan kafenya kak Adit lagi ciuman, walau agak samar sih" Ucap Lista


Ckittt


Dugh


"Anjrot kalau ngerem bilang bilang dong" Gerutu Lista saat jidatnya kejedot helm Putra


"Maap yank reflek, Riko tadi juga bilang mau nembak Desi hari ini" Ujar Putra kembali menjalankan motornya


"Jadi gak salah yang aku lihat tadi" Ucap Lista dan diangguki oleh Putra.


Sesampainya mereka dirumah keluarga lista, Lista turun dari motor sport itu.


"Makasih buat hari ini" Ujar Lista tulis tersenyum kepada Putra


"Sama sama, aku pulang ya. jangan kangen ok" pamit putra dan diangguki oleh Lista


"Hati hati yes, jangan ngebut" peringat Lista dan dianggukan oleh Putra.


"See you tomorrow" Ucap keduanya lalu tertawa


Putra menjalankan kembali motornya meninggalkan perkarangan rumah Lista.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2