
"Besok anak anak kerumah kamu gak apa apakan?" Tanya Lista pada Putra.
"Gak apa apa, aku juga kangen kumpul bareng. Apalagi Riko yang udah nikah dan Fajar yang ngintilin Indah terus."
"Kasihan kamu kesepian hmm?" Tanya Lista pada Putra.
"Kesepian sih gak terlalu, cuma iri aja saat mereka bermesraan aku sendiri yang enggak. Hufttt mungkin cobaan sebelum kita bersama." Jelas Putra merapikan anak rambut Lista.
"Maaf ya Put, sebagai pacar aku gak ada saat kamu butuh," ucap Lista tiba tiba.
"Hei kenapa malah bahas ini hmm. Aku gak apa apa kok sayang. Aku yang harusnya minta maaf, aku gak ada saat kamu butuh aku disana."
"Dari pada kita bahas maaf maafan, kita makan aja. Aku laper, kamu juga kan." Putra menyuapkan nasi goreng kemulut Lista.
"Habis ini kita ketaman ya, ketempat dulu kita sering bareng sampai magrib, aku kangen masa masa itu." Ujar Putra.
"Taman tempat Diana nembak kamu kan?" Tanyanya.
"Heem. Tapi bagi aku itu tetap menjadi tempat kita sampai saat ini." Balasnya seraya mengunyah nasi yang ada dimulutnya.
Mereka memakan satu porsi nasi goreng itu hingga habis, ralat dua porsi jadi satu. Setelah membayar makanan itu, mereka keluar dari kafe menuju taman yang akan mereka datangi.
Skip.
Angin menghembus pelan kearah mereka berdua, hingga menerbangkan rambut Lista yang terurai bebas.
"Cantik, kenapa kamu makin cantik hmm?"
"Gombal banget, dari dulu aku gini gini aja. Aku makin kurus Putra, padahal udah makan banyak." Lista menjawab dengan lemah.
"Kamu sexy sayang, bukan kurus. Kalau perlu aku beliin lagi suplemen biar kamu gendut." Canda Putra mengelus pipi Lista yang mulai tirus itu.
"Kalau aku gendut kamu cari yang langsing, aku gak mau." Lista menggeleng membayangkan jika ia gendut dan melihat Putra bersanding dengan orang yang lebih cantik darinya.
"Hahaha mau kurus atau gendut aku tetep cinta kamu kok."
"Masa?"
__ADS_1
"Iya sayang suer."
"Habis ini kita pulang ya, aku capek." Lirih Lista. Putra bisa melihat bibir pucat itu.
"Iya sayang. Oh ya ada sesuatu yang ingin aku bicarai sama kamu."
"Bicara aja."
Putra mengambil sesuatu dari dalam tasnya, Lista yang masih menatap danau itu tak tahu apa yang dilakukan Putra.
Putra bangkit dan duduknya dan bersimpuh didepan Lista.
"Eh." Kaget gadis itu.
"Lista."
"Hmm."
Putra membuka kotak yang ia bawa dihadapan Lista. Gadis itu membatu melihat kalung berliotin hati itu.
"Mungkin kata kata ini sudah pernah aku ucapkan seeblumnya. Dan hari ini akan aku ucapkan dihadapanmu. Taman ini menjadi saksi aku melamarmu. Calista Aulia Risti will are you marry me? menjadi ibu dari anak anakku kelak?"
"Sayang." Panggil Putra yang menyadarkan Lista.
"Jawab, pegel tahu jongkok terus." Ujar Putra dengan candaannya.
"Aku..." Lista mengangguk dengan senyum yang membuat Putra senang bukan main. Langkah kedua berhasil tinggal meminta restu mama papanya untuk menikah muda. Langkah pertama sudah Putra dapatkan saat ke Singapura dulu yaitu meminta restu keluarga Lista disana.
Putra bangkit dari jongkoknya dan berjalan menuju belakang Lista seraya menyibak rambut sang pacar.
"Maaf tak mewah ya, tapi aku janji buat beliin yang lebih lagi suatu saat," ucap Putra memakaikan kalung itu keleher Lista.
"Cantik kok aku suka."
"Kamu yang cantik sayang, bahkan kalung itu tak ada apa apanya daripada kamu."
Putra selesai memakaikan kalung itu dan mrmgecup sekilas pundak itu.
__ADS_1
"Tunggu 5 bulan lagi kita akan menikah." Ucapnya seraya memeluk Litsadari belakang.
"Mama papa?" Tanya Lista seraya memegang kalung yang ada dilehernya.
"Katanya 5 bulan lagi mama, papa, kakek, nenek bakal pulang ke Indonesia. Kita juga udah apat restu kok dari keluarga kamu."
"Kapan?"
"Saat aku ke Singapura dulu."
"Hmm." Tiba tiba raut wajah Lista berubah dan hal itu dirasakan oleh putra saat merasa Lista menghembuskan nafasnya sedikit kasar.
"Kenapa? Ada yang kamu pikirim hmm?"
"Harusnya 2 bulan lagi mama lahiran putra tapi aku gak ada disana."
"Kamu kan bisa lihat adik kamu kok yank, kita VC papa aja. Gak mungkin kamu mau terbang ke Singapura lagi. Aku takut kamu kelelahanan dan drop lagi, aku ak mau."
"Iya."
Merasa meeeka sudah terlalu lama ditaman, Putra mengajak Lista untuk pulang karena ia takut dengan kondisi Lista saat itu.
"Kamu gak papa kan yank?" Tanya Putra seraya mengecup tangan dingin itu.
"Gak papa cuma butuh istirahat aja."
"Kalau ada apa apa ngomong aja oke, jangan dipendam."
"Siap."
Sampailah mereka dirumah keluarga Putra. Putra membantu melepas helm yang dipakai Lista.
"Ehem kayak seneng banget." Suara Putri dari atas balkon mengagetkan mereka.
"Darimana aja jam segini baru pulang?" Tanya Putri lagi.
"Taman biasa."
__ADS_1
"Oohh. Ya sudah ajak Lista masuk, jangan lupa Lista harus minum obat. Jangan terlalu kecapeķan ya Lis." Pesan Putri dan diangguki oleh Lista dengan senyum.
Bersambung.....