
Seperti biasa Putra sudah siap dengan seragamnya, ia turun darikamar menuju ruang makan, disana sudah ada kedua kakaknya yang entah kapan ada disana.
"Pagi ma pa kak del" Sapa Putra terakhir mengecup pipi adel
"Pagi" balas mereka
"Adi" Balas Adel dengan nada cedalnya
"Kakak dari kapan disini?" tanya putra pada kedua kakaknya
"Udah dari kemarin siang, kamu aja yang gak mau keluar kamar" jawab putri seraya mengunyah makanannya
"Sttt jangan ngomong kalau lagi makan" ujar Aditya membersihkan sisa nasi dibibir putri, Putri hanya tersenyum dan mengangguk
"Ma pa... Putra ijin pulang telat hari ini, ada exstra basket terus mau lanjut main kerumah Riko" Putra meminta ijin pda orang tuanya
"Iya, tapi ingat pulangnya jangan malam malam. Setidaknya kabari mama atau papa" jawab mama hana, putra hanya mengangguk
"Oh ya put, gimana kabar lista disingapur?" tanya papa pada anak laki lakinya
"Ya gitu, dia belum bisa pulang karena neneknya b3lum juga sembuh" Jawabnya
"Kamu gak ada niatan buat kesana?" tanya Aditya
"Ada sih.. tapi gak tahu juga, kakak kan tahu singapur itu gak deket apalagi aku belum punya KTP" Jawabnya seraya menghembuskan nafasnya panjang.
"Sabar ya Put, kamu gak perlu khawatir kalau Lista selingkuh karena lista sendiri yang udah janji buat jaga hatinya selama disana" Ujar Putri dan diangguki oleh Aditya
"Kok kakak tahu?" tanya Putra
"Karena hampir tiap hari kita vidcallan, itung itung jaga silaturahim sama mereka" jawab mama hana, Ada semburat senyum dibibir pemuda itu.
"Atak gan in in gi, del brrrr" Celoteh Adel yang sudah berusia 3 tahun itu, sontak saja mengundang tawa mereka
"Iya adek, makasih buat semuanya" Ujar Putra mengangkat tubuh adel kepangkuannya
"Sayang jangan digituin seragam kakaknya nanti lungset" Ujar mama memegang tangan putri kecilnya
"Gak papa kok ma, Lagian wanginya adel jadi nempel dibaju putra" Ucapnya menciumi wajah Adel yang tengah tertawa karena diciumi oleh sang kakak
"Tetap seperti ini ya nak, mama seperti tak mengenalimu berberapa bulan ini" ujar mama hana dengan senyum melihat putra dan putrinya.
__ADS_1
"Maafin putra ma pa" Ujar putra tulus dan diangguki mereka
"Kamu harus kembali seperti putra yang dulu, putra yang tengil, narsis, dan bucin sama lista. jangan jadi dingin dan datar kek gak peduli gitu sama sekitar. dan yah jangan contoh kakak ipar kamu" ucap putri seraya mengelus perutnya
"Aku gak kayak gitu ya yank" Ujar Adit tak terima,putri hanya berdehem karena tak ingin memperpanjang urusannya bersama sang suami karena jika putri terus meladeni suaminya bisa bisa berakhir diranjang seperti hari kemarin.
Setelah selesai sarapan Putra, Putri, dan Aditya pegi kesekolah dan kampus. sedangkan papa ijin untuk berberapa hari kedepan dengan alasan sibuk, padahal ingin menghabiskan waktunua bersama putri kecilnya dan juga istri tercinta tentunya.
__________
"Cantik, boleh duduk gak" sapa kakak kelas calista duduk di samping calista bersama dua temannya, lista hanya diam tak menjawab ia fokus pada buku dan juga lagu yang ia dengarkan.
"Sombong banget ni cewek" Uajr salah satu dari mereka
"Tapi gue malah tertarik dengan dia" Jawab cowok itu
"Yakin lu, dia gak seperti cewek cewek yang pernah deketin lu"
"Hmmm..
"Berisik" Bentak lista membanting buku yang ia bawa, Sontak saja mereka kaget dengan tindakan cewek dingin ini.
"Lu bisa gak sih gak ganggu gue sehari aja" Ujarnya menatap laki laki yang tadi menggodanya
"Udah berapa kali gue bilang, gue gak tertarik model kek lu" Uajrnya geram
"Kenapa lu gak tertarik hmm, kurang apa sih gue. ganteng udah, kaya juga udah, populer disekolah apa lagi, pintar oh jelas. sekarang gue tanya apa kurang gue?" tanyanya menatap cewek dingin dihadapannya
"Kak Damar yang terhormat, gue tahu lu gak ada kurangnya buat cewek cewek disekolah ini. tapi buat gue lu masih kurang banyak, attitude dan etika lu gak mencerminkan lu sebagai seorang siswa disekolah ini" Jawab Lista,
Sedikit banyak ia tahu tentang seorang Damar yang diidam idamkan cewek disekolahnya kini, tapi ada yang mereka gak tahu jika damar suka minum minuman keras, sering ke club, sering bergonta ganti cewek, balapan liar, dan suka tawuran. yah Lista tahu semua itu dari orang suruhan papanya yang menyelidiki Damar.
"Maksut lu apa?" tanya seorang wanita berpakaian minim yang tiba tiba saja datang.
"Tanya aja noh sama orangnya" Jawab lista mengambil buku yang ia banting dan berlalu meninggalkan mereka
Lista berlalu menuju kelasnya dengan wajah kusutnya alih alih bisa membaca dengan tenang ia malah bertemu dengan Damar CS. Dikelas sudah ada dua temannya yang sedang bermanja ria diatas meja itu, sepasang kekasih yang selalu membuat lista muak tapi tak ayal lista terhibur dengan keduanya.
"Yank temenmu tuh" ujar sang cowok
"Temenmu juga" Jawabnya mengalungkan tangannya dileher sang cowok.
__ADS_1
"Temen kita" ujar keduanya
"Napa lu?",Tanya Oliv pada lista, temen ceweknya
"Biasa" Jawabnya sekenannya
"Damar lagi?" tanya Vito, teman laki lakinya
"heem"
"Kenapa gak lu terima aja sih sih damar, greget juga gue sama lu yang nolak cowok sepopuler dia" ujar Oliv
"Gue udah punya pacar" Jawabnya
"What" kaget oliv, Vito hanya menutup telinganya
Cup cup cup
"Udah berapa kami aku bilang kalau mau teriak jangann ditelinga aku" Lembutnya mengecup pipi pacarnya
"Maafin" Ujar oliv mengelus telinga pacarnya.
"Kaget aku beib, masa iya ni cewek es punya pacar" Ujarnya
"Dari indo?" tanya oliv dan diangguki oleh lista
"Oh ya vito juga mau pindah keindo bulan depan" Ujar Oliv dan diangguki oleh vito
"Berapa lama?" tanyanya
"Gak tahu, perusahaan papi yang ada diindo ada sedikit masalah. mungkin 1 tahunan" Jawabnya
"Sekolah disana?" tanyanya lagi
"Iya" Lista hanya beroh ria.
Olivia Angelista dan Vito Romdona adalah teman sekaligus sahabat Lista yang pertama, saat semua siswa menjauhinya karena sifatnya justru sepasang kekasih itu berteman baik dengan Lista. Oliv dan Vito juga sudah dijodohkan oleh orang tuanya saat mereka baru kelas 8 SMP, berawal dari situ tumbuh benih cinta diantara keduanya, hingga saat ini.
Bersambung....
..."Don't complain all will be beautiful in time"...
__ADS_1
Salam Sayang
Siti_Muntya27