
Hari ini adalah hari kepulangan mereka semua kejakarta kecuali mama hana dan papa sigit, saat diperjalanan Lista yang masih agak sakit itu mendapat pelukan hangat dari putri.
"Nyaman banget pelukan ini" batin lista menikmati pelukan putri
Berberapa kali berhenti untuk makan maupun berhenti dipom. Dan sampailah mereka dijakarta saat magrib, Putri menyuruh lista untuk menginap karena hari sudah hampir malam, Awalnya lista menolak untuk menginap tapi karena bujukan dari putri dan putra akhirnya dia pun menginap.
"Put besok sekolah ya" ucap lista sebelum memasuki kamar tamu
"Tapi kamu masih sakit kan" ujar putra dijawab gelengan oleh lista
"Aku udah sembuh lagian hari ini kita udah gak masuk" ucapnya
"Yaudah tapi kamu harus bener bener sembuh ok, besok pagi aku antar kamu pulang ngambil baju sekalian taruh ransel yang kamu bawa dirumah" ucap putra lembut mengelus rambut lista. Lidta mengangguk
"Masuk gih, terus istirahat. kalau butuh apa apa kamu bisa panggil aku atau enggak bisa panggil mbok nem" Lagi lagi lista mengangguk
"Aku masuk ya, jangan kangen" ucap lista membuka pintu kamar itu
"Kalau kangen aku bisa buka kamar ini" ucap putra yang mendapat tatapan tajam dari lista
"Canda sayang" ucapnya mengangkat dua jarinya membentuk huruf V.
"Kalau gini terus aku gak jadi masuk dan kamu gak bakal balik kekamar" ucap lista. putra hanya tersenyum dan mengecup kening lista sekilas.
"Aku masuk" lista masuk kekamar itu dengan wajah memerah. meninggalkan putra yang masih berada didepan pintu.
________
Selepas makan malam tadi, putra mengajak pacarnya keroftop rumah mereka, yang sudah tertutup dengan kaca itu. Ya walau malam tapi gak dingin dingin amat, tempat yang dulu sempat dibuat putri dan adit bermalam saar tahun baru. kini putra mengajak pacarnya keroftop ini.
Putra mengajak duduk disalah satu sofa yang berada disana.
"Ini kali pertama aku kesini" ucap lista melihat bintang bertebaran dilangit
"Dan ini kali pertama aku bawa cewe datang kesini" ucap putra menggenggam tangan lista
"Yang" Panggil putra saat lista diam
"Hmm"
"Kok diam?" tanya putra
"Lagi do'a, tadi ada bintang jatuh" ujarnya menatap mata putra
"Oh ya kamu do'a apa?" tanya putra
__ADS_1
"Dih kepo deh"
"Enggak kepo juga, tapi aku yakin do'a kamu doa yang baik." tebak putra
"Jelas do'a baik, mana mungkin aku do'a yang buruk" jelasnya
"Kali aja" lista menggeleng mendengar ucapan itu
Karena sudah terlalu malam mereka berdua harus kembali kekamar masing masing
...........
"Putra bangunnn" Teriak lista menarik selimut yabg digunakan putra, untung kamar kakak mereka kedap suara.
"Apa sih yang?" tanya putra yang masih menguap
"Kok bisa masuk?" tanya putra
"Aku minta kunci cadangan sama mbok nem tadi" jawab lista
"Katanya kamu bakal anterin aku pulang" rajuk lista
"Masih jam lima pagi yang" ucap putra menarik selimutnya lagi
"Gak ada tapi tapian, hari ini kan jadwal kamu piket kelas" ucap lista menarik selimut putra dan membuangnya kebawah
"Gak ada putra, kamu udah janji kemarin" cemberut lista dengan mata yang berkaca kaca
"Iya sayang, jangan nangis dong" kalang kabut putra saat melihat air dimata lista hampir penuh.
"Hmm ayo put" ajak lista
"Iya sayang, aku mandi dulu ok" ucapnya beranjak dari kasurnya
Cup
"Lumayan lah buat sarapan" ucap putra berlari setelah mencium pipi lista
"Putra mesum" teriak lista, putra yang mendengar teriakan itu hanya tersenyum menang.
____^^^^
Setelah berpamitan kepada kedua kakaknya putra dan lista keluar rumah, putra sudah rapi dengan seragam yang dikeluarkan dengan jaket dibadannya.
Dengan cuaca dingin motor putra menerobos angin pagi itu, Lista yang merasa hawa dingin itu langsung memeluk perut putra dengan erat.
__ADS_1
Sesampainya dirumah lista mereka berdua langsung turun dan putra menekan bel rumah itu.
"Maaf ya kek, nek, tan, om putra baru bawa lista pulang. kemarin lista masih sedikit sakit dan dia ngotot pengen sekolah" ucap putra yang sudah berada diruang makan itu menunggu lista yang sedang berganti seragam dikamar.
"Iya gak papa kok nak, mama kamu udah telepon tante kok" ucap mama lista
"Kalian udah mau sekolah? gak mau ijin dulu" tanya kakek dan dijawab anggukan oleh putra
"Cucu kakek ngotot pengen sekolah, padahalkan udah putra suruh ijin kemarin" ucap putra.
"Anak itu terlalu rajin, Kami titip lista sama kamu ya nak. walau kalian masih SMP nenek tahu kamu bisa jaga cucu nenek itu" pesan nenek dan diangguki oleh Putra.
Tak lama lista turun dengan seragam , rambut yang terurau dan juga tas yang ada dipundaknya menuju meja makan.
"Sarapan dulu, baru berangkat" ucap papa dan diangguki lista.
Skip
"Jaketnya kamu pakai aja" ucap putra memberikan jaket yang ia pakai pada lista.
"Kamu gimana?" tanya lista
"Aku kuat kok, kamu belum sembuh banget, entar kalau kamu sakit aku juga yang salah" ujarnya naik kemotor , akhirnya lista memakai jaket itu dan ikut naik kemotor putra.
"Siap?"
"Siap, yok jalan" ajak lista memegang tas putra
"Peluk dong yang" pinta putra
"Gak usah aneh aneh, ayo jalan" ucap lista menepuk pundak putra
........
Lista meminta untuk diturunkan tak jauh dari sekolahan karena tak ada yang tahu kalau mereka berdua pacaran kecuali Fajar, Riko, Indah pacar fajar, dan Desi gebetan riko tapi tak kunjung ditembak sama si riko.
"Kenapa gak sampai sekolah aja" ucap putra menatap pacarnya yang sudah turun dari motor
"Gak mau aja, nanti kalau banyak gosip. apalagi kamu itu idola disini. Gue heran deh sama anak anak sini matanya katarak apa gimana sih bisa bisanya muka lo yang B aja gini jadi idola" ucap lista tanpa sadar menunjukkan rasa tak sukanya jika putra jadi idola
"Kalau cemburu bilang aja gak perlu bilang muka aku ini B aja" ucap putra tak terima
"Iya iya kamu emang ganteng tapi kalau dilihat dari ujung sedotan" ucapnya yang diikuti cengiran khasnya
"Kamu ya, untung sayang kalau enggak udah aku kantongin tadi" ucap putra dan dibalas senyum manis oleh lista
__ADS_1
"Aku duluan ya" pamit putra dan dianggukan oleh lista. lista lupa bahwa ia masih memakai jaket putra.
Bersambung.....