
Brumm
Ketiga motor itu terparkir rapi diparkiran, Tak bisa dipungkiri jika ketiga most wanted ini menjadi idaman cewek SMA Nusa Bangsa, selain wajah tapi juga kecerdasan mereka yang mampu mewakili sekolah dulu dilomba cerdas cermat dan basket.
"Most wanted kita makin berdamage aja cuy"
"Tapi yang satu udah ada pawangnya"
"Masih ada dua cuy, tenang aja"
"Aku tetep akang putra"
"Mohon maaf kalian terlalu halu, gue yang calon pacarnya B aja kok"
"Haluuuuu"
"Bang Putra, bang Riko aku padamu...., Bang fajar gak usah ya takut ama pawangnya"
"Huuuu"
"Fans kalian alay bat dah, perasaan dulu pas SMP gak kek gini amat, kalau Desi sama Lista disini mereka pasti pada gigit jari karena idolanya udah punya pawang semua" Ujar Indah pada tiga sekawan itu,
__ADS_1
"Gue juga heran, padahal gue udah berpenampilan kek biasanya. kok mereka masih aja kek gitu, emang ya tampang orang ganteng gak bisa dipungkiri bisa buat orang terpesona" Pd Riko menyisir rambutnya dengan tangan,
"Gu juga heran kok mau ya desi ama makhluk kek lu" Ucap Indah pada Riko.
"Ya karena kita satu hati, satu perasaan" Jawabnya santai
"Kamu kok betah punya temen kek mereka yang satu pdnya minta ampun, yang satu dinginnya gak ada duanya" tanya Indah pada Fajar
"Karena mereka yang mau terima aku apa adanya, sebelum kamu masuk kedalam kehidupan aku. kamu tahukan aku dulu cupu, culun saat SMP awal awal. orang orang pada ngejek aku inilah itulah, tapi Riko dan Putra beda, mereka yang ulurin tangan mereka buat bantu aku. Sejak saat itu aku berjanji akan ubah diri aku" Jelasnya merapikan rambut Indah
"Tapi kamu imut loh saat SMP, masih polos polosnya... kamu tahu gak aku sering lihatin kamu dari jendela saat kamu baca buku diperpus, sumpah itu kenangan yang gak bisa aku lupain" Ujar Indah menjepit rambutnya
"Serius?" tanyanya, dan diangguki senyum oleh indah
"Ehemmm" Riko yang tak tahan dengan duo bucin itu berdehem lebih keras.
"Ganggu aja sih" Fajar melempar daun yang entah darimana dapatnya
"Tahu tuh, coba kayak putra yang diem, anteng gitu" Ujar Indah menatap putra yang fokus pada layar ponselnya.
"Hmm" putra hanya berdehem
__ADS_1
"Lu gak tahu aja, dia diem gegara pacarnya lagi online, coba kalau pacarnya lagi offline, dingin seantero kelas" Ujar Riko meledek Putra yang tak peduli
"Kacang murah kacang murah" tawa Indah dan Fajar
"Sialan kalian"
"Kenapa lu gak saranin desi buat pindah kesini?" tanya Indah
"Dianya gak mau, katanya biaya sekolah disini mahal. padahal aku udah mau bantu dia, tapi ditolak" Ujar Riko, dan diangguki oleh mereka
"Eh eh kalian ada cium sesuatu gak sih?" tanya indah pada tiga sekawan
"Gak" Jawab keduanya kecuali Putra, indah mengendus ketiga cowok itu hingga berhenti diputra
"Lu pake parfum bayi ya?" tanyanya pada putra, sontak saja kedua temanya ikut mendekat kearah putra
"Hmmm"
"Gilak.. buat apa pak?? Lu mau buat cewek cewek ilfil sama lu?" tanya Riko
"Gak mempan kali pak, mau apapun aroma lu. mereka semua bakal ngejar ngejar lu" Ujar Fajar
__ADS_1
"Ini wanginya adel, tadi gue sempet main sama dia" ucapnya yang dijawab oh ria oleh mereka
Bersambung.....