Cewek Dingin Itu Pacarku

Cewek Dingin Itu Pacarku
Menyerahkan


__ADS_3

Malam sudah berganti pagi, matahari yang masih tampak malu untuk muncul itu membuat warna indah di timur sana.


Kedua insan masih terus berpelukan ditengah dinginnya kamar itu.


Perlahan Putra membuka matanya, hal pertama yang ia lihat adalah sang istri yang memeluknya erat.


Deg.


Buah dada itu terasa menempel didadanya, dengan pakaian tipis yang dikenakan sang istri membuat Lista menelusupkan lebih dalam tubuhnya kearah Putra.


Putra hanya diam menahan gejolak yang tiba tiba saja muncul. Tangan laki laki itu mengelus rambut acak acakan sang istri.


"Emmhh." Geliat Lista saat merasa ada gerakan dikepalanya.


Hal pertama yang Lista lihat adalah dada bidang ditambah perut yang mulai membentuk kotak kotak.


"Pagi sayang." Suara serak Putra membuat Lista mendongakkan pandangannya.


"Bagaimana tidurmu?" Tanya Putra menghimpit tubuh sang istri dengan kakinya.


"Nyaman banget." Jawabnya kembali memeluk Putra. (Aneh deh ya, orang orang teh kalau malam pengantin itu malu malu, lah ini kayak gak ada malunya sama sekali.)


"Maaf ya, tadi malam pasti kamu udah nungguin aku lama." Putra memeluk tubuh Lista.


Lista teringat saat dirinya memakai lingerie untuk malam pertamanya. Dan yah!! Sekarang Suaminya sudah melihat tubuhnya secara tak langsung.


"Heem."


"Maaf juga karena pasti kamu sudah menyiapkan semua ini untuk malam pertama kita. Tapi aku malah telat ke..."


Ucapan Putra terhenti saat bibirnya dicium oleh Lista. Kaget? Tentu saja, ini ciuman yang Lista padanya yang pertama. Karena biasanya Putra yang selalu nyosor duluan.


"Gak papa kok, lagian malam pengantin kita belum selesai kan." Dengan genit Lista mengedipkan matanya.


"Yah kamu benar, emm boleh aku meminta hak ku hari ini sayang. Setelah sekian lama aku menunggu hari ini tiba?" Tanya Putra penuh harap.


Lista hanya tersenyum dan mengangguk pelan, sudah sewajarnya ia menyerahkan apa yang selama ini ia jaga kepada sang suami.


Cup

__ADS_1


Dengan pelan Putra mencium bibir merah milik Lista dan melu*atnya kecil. Tangannya menahan tengkuk leher Lista yang mulai membalas ciumannya walau sedikit kaku.


"Rileks sayang." Lirihnya dengan nada berat.


Lista mengangguk, ciuman yang awalnya pelan berubah menjadi panas. Sepertinya Putra tak bisa mengkondisikan tangannya untuk tidak menyentuh dua buah yang menempel pada tubuh sang istri itu.


Dengan bibir yang masih melu*at bibir Lista, tangan Putra sudah merem** satu buah dada Lista.


"Akhh." Desa*an kecil Lista keluarkan, Lista malu kenapa ia bisa kelepasan. Putra yang mendengar suara sang istri utu tersenyum senang.


Tangannya tak berhenti merem** buah dada itu. Lista yang merasa ada sesuatu menusuk miliknya yang masih tertutup itu malu sendiri.


Ciuman yang awalnya hanya dibibir sekarang beralih keleher jejang itu. Aroma parfum Lista masih menempet ditubuhnya. Dengan pelan Putra menarik tali lingerie itu dan melepasnya tadi tubuh Lista.


Dengan susah payah Putra menelan ludahnya melihat betapa indah tubuh istrinya itu. Entah sadar atau tidak Putra sudah mengungkung tubuh Lista.


Putra mengemu* satu dada Lista yang sudah polos. Lista hanya pasrah dan menemas seprai kasur itu.


"Ammhh.."


Suara Lista menambah gairah dalam tubuh Putra. Setelah puas dibagian atas tubuh Lista ciuman Putra turun keperut sang istri, hingga sampailah disegitiga bermuda itu.


Putra seakan pria yang sudah profesional dalam melakukan hal ini.


"Ahh putra." D**** Lista saat jari Putra mulai masuk kemiliknya itu. Putra memaju mundurkan jari itu yang membuat Lista meracau tak karuan. Rasa yang beda yang belum pernah ia rasakan selama ini.


"Putra... Akhh uu mau pipis." Malu Lista berkata karena ada sesuatu yang mendesak keluat dari intunya itu.


"Lepaskan aja sayang gak papa."


"Ahh."


Dan benar saja, Lista telah sampai dipelepasan pertamanya. Putra yang melihat itu tak jijik malah menjila*inya.


"Jijik ih." Lista menjauhkan badannya dari putra.


"Gak sayang, tinggal kamu nikmati aja. Jangan tegang oke." Putra mengecup bibir Lista sekilas. Dan melepaskan celana pendek yang masih ia pakai.


Lista yang melihat sesuatu sudah berdiri tegak itu malu sendiri, bagaimana sebesar itu bisa mu*t dimiliknya.

__ADS_1


"Kenapa sayang?" Tanya Putra.


"Gak mu*t putra." Lirihnya ngeri membayangkan benda besar itu.


"Mu*t kok sayang."


Putra mencium bibir Lista utu agar meredakan rasa tegangnya. Putra terus menggesekkan miliknya didinding milik sang istri dengan bibir mereka yang masih menyatu.


Dengan perlahan Putra memasukkan miliknya kesarang yang sudah tersedia.


"Sakit." Lirihnya dengan air mata yang sudah mengalir padahal belum ada setengah itu masuk. Kuku Lista sudah mencakar punggung Putra hingga berdarah.


"Tahan ya sayang, gak lama enakan kok." ucapnya mengecup mata sang istri. Mereka berdua sama sama merasakan petih bedanya Putra merasa perih dipunggung sedangkan Lista diarea inti. Dan akhirnya Putra sukses membobol gawang sang istri, Lista yang ingin berteriak itu langsung dibungkam oleh bibir putra


"Maaf dan terima kasih." Lirihnya pada sang istri yang memohon untuk menyudahi aktifitasnya.


"Sakit Putra."


"Gak lama lagi enak kok sayang."


Putra memaju mundurkan miliknya pelan agar yang punya sarang tidak kesakitan. Hingga akhirnya Lista merasakan perasaan nikmat yang pernah ia rasakan. Tangannya meremas rambut sang suami.


30 menit


40 menit


50 menit


1 jam


2 jam


Akhirnya Putra tumbang diatas tubuh Lista yang lemah, setelah pelepasannya tadi Putra merasa lega melepas semuanya.


Cup


"Maaf aku menyakitimu." Putra mengecup kening Lista dan ikut berbaring disamping Lista. Ia bisa melihat nida darah diseprai mereka akibat penyatuan tadi.


Putra menyelimuti tubuh polos Lista dengan selimut tebal. Putra memakai celananya dan ikut berbaring disamping Listayang sudah tertidur.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2