
"Yakin mau balik kehotel? Kenapa gak disini aja?" tanya Lista yang tampaknya masih tak rela ditinggal oleh sang pacar
"Nanti malam ada acara sayang, Besok kita jalan jalan ya.. Aku jemput" Ujarnya menatap wajah sang pacar
"Hmmm... oke"
"Hati hati ya," pesannya dan diangguki oleh putra, ia mengecup singkat kening Lista.
"Besok aku jemput" Ujarnya sebelum memasuki mobilnya, Lista hanya mengangguk dengan senyum, pipinya panas entah apa penyebabnyapun ia tak tahu padahal ia sering dikecup oleh putra.
"Ini bener bukan mimpi kan ya?" tanyanya memegang keningnya, tak lupa senyum cerah dari bibir cantiknya. hingga suara mobil papanya mengangetkannya.
"Cucu kakek kenapa senyum senyum?" tanya kakek yang baru turun bersama Nenek.
"Hehehe, gak kok kek..." Jawabnya menggandeng dua paruh baya itu masuk, neneknya baru saja kontrol bersama Kakek dan papanya untuk mengetahui perkembangan kesehatan sang nenek dan kakek.
"Yang baru keluar tadi mobil siapa kak?" tanya papa pada sang putri.
"Putra pah" jawabnya jujur
"Putra?? Bukannya dia ada diindo?" tanya papa pada lista saat mereka sudah duduk disofa ruang keluarga itu.
"Katanya ada urusan disini, disuruh papanya" Jawab Lista,
"Emmm..... malam ini jaga nenek sama kakek ya kak, papa sama mama ada acara, gak lama kok jam 10 udah dirumah" Ujarnya dan diangguki oleh Lista
"Kenapa Lista gak diajak Ar, kan ia bisa bersosialisasi dengan banyak orang. masalah kita kan ada bibi" Ujar Nenek yang sedari tadi memangku kepala sang cucu.
"Kalau lista mau, arya sih mau aja bu..." ucap Papa
"Gak mau, palingan nanti juga banyak yang caper sama papa kalau tahu anaknya cantik gak ketulungan" Dengan PD lista berkata.
"Kamu nih ada ada aja, papa juga tahu kali kalau hati kamu udah ada yang punya selain kami" Canda papa
"Putra anak yang baik, kakek masih ingat dimana dulu ia pernah nolongin kakek, apalagi dia juga tampan" ujar kakek yang saat ini berusia 65 tahun.
"Hmmm.... kalian cocok" Timpal nenek.
__ADS_1
"Mama kamu mana kak?" tanya Papa pada Lista
"Dikamar pah" jawab Lista, Papa hanya mengangguk dan pamit pada orang tuanya.
Skip
"Ma" Panggil papa
"Papa udah pulang" Ujar Mama lista mencium punggung tangan suaminya
"Heemm baru aja" Jawabnya mengelus wajah cantik itu
"Maaf ya papa lama, tadi banyak yang konsul sama dokter Irwan" Ujarnya lembut, mama hanya mengangguk.
"Gak papa, lagian pusing mama juga udah mendingan" Jawab mama memeluk tubuh suaminya
"Maafin papa yang udah buat mama hamil lagi" Ucap papa mengelus perut istrinya yang menyembul keluar itu.
"Kenapa minta maaf, bukannya ini rezeki yang harus kita terima dan ini juga yang kita udah tunggu tunggu" Wanita hamil itu menjawab tanpa melihat wajah suaminya.
"Oh ya pah, tadi putra kesini loh" Ucap Mama mengangkat wajahnya
"Oliv dan Vito tadi juga kesini, gak tahu apa yang mereka lakukan dikamar atas." Mama Lista memang sudah menganggap sahabat sahabat lista sebagai anaknya juga bahkan mereka tahu jika Vito dan oliv sering begituan dirumah ini karena mereka juga sudah halal, yang mereka takutkan Lista mendengar apa yang tak seharusnya ia dengar walau putrinya itu sudah besar.
"Kayak gak kenal mereka aja ma, udah tiga tahun loh mereka sahabatan sama Lista, papa lihat sih mereka tak membawa pengaruh buruk untuk lista" Ujar papa
"Mama juga mikir gitu" Mama melepas pelukan itu dan membuka kancing kemeja suaminya.
"Kalau mau goda nanti malam aja ma" Ujar papa
"Apanya yang nanti malam, aku cuma bantu buka kancing kemeja, terus kamu mandi. Pikiranmu aja yang kemana mana" Sahut mama melepas kemeja suaminya
"Maklumlah ma, udah 2 minggu gak buka puasa" Ujarnya mengambil ciuman dibibir sang istri dan berlalu kekamar mandi. mama hanya menggeleng pelan seraya menaruh kemeja itu diranjang cucian, tiba-tiba kepala mama lista kembali berdenyut dan
Bruk
Papa Lista yang mendengar suara benda jatuh itu keluar dari kamar mandi, dan betapa terkejutnya saat ia melihat tubuh istrinya sudah tergeletak dilantai yang dingin itu.
__ADS_1
"Sayang" Teriak Papa Arya menggendong sang istri menuju ranjangnya, ia langsung menelepon pamannya yang berprofesi sebagai dokter disingapura untuk kerumahnya.
"Sayang bangun... jangan buat aku khawatir gini." tangannya mengoleskan minyak kayu putih dihidung sang istri.
"Eughh" Dengan perlahan mata mama Lista mengerjab dan terbuka.
"Mana yang sakit? perut? kaki? kepala? bilang sama papa" Belum juga dua detik mama lista bangun ia sudah direnteti dengan pertanyaan sang suami yang terlihat khawatir itu. Tangannya memegang pipi suaminya yang ada bulu bulu halus itu.
"Mama gak apa apa, cuma pusing aja kok" Jawab mama pada suaminya
"Kita gak jadi pergi aja ya ma, papa takut terjadi apa apa sama kamu" Ujar Papa dan dijawab gelengan oleh mama
Belum juga mama menjawab, pintu kamar itu terbuka dan menamlakkan paman dokter dan lista.
"Mama kenapa?" tanya lista khawatir, ia menghampiri mamanya yang masih berbaring diranjang, dengan sang paman yang mengecek keadaan Mama lista.
"Gejala ini memang lumrah terjadi saat usia kandungan kamu memasuki usia kandungan 4 5 bulan, usahan untuk tidak terlalu capek dan utamakan makan makanan yang begizi." tutur sang paman pada mereka.
"Tapi saat hamil lista gak gini kok om" Ujar papa arya
"Kamu gak tahu aja, saat kaki istri kamu bengkak. karena kamu sibuk dengan bisnismu." Sindir snag paman pada papa arya, Papa arya menatap sang istri yang memejamkan matanya, ia sadar perjuangan istrinya jauh lebih besar daripada dirinya.
"Ini resep yang harus kamu tebus, paman juga bawa teh hijau dari bibimu" Ujarnya memberikan secarik kertas dan juga teh yang paman ambil dari tas miliknya.
"Makasih paman, bilang ke bibi juga makasih" Ucap papa arya dan diangguki oleh sang dokter
"Hmmm... jaga kandungan istri kamu" Pesannya dan dianggukkan oleh Papa
"Opa gak menginap?" tanya Lista pada paman dokter, ia memang akrab memanggil semua anggota keluarga yang urutannya diantara nenek dan kakeknya dengan sebutan opa dan oma.
"Enggak sayang, opa ada janji sama oma" Ujarnya, Paman dokter ini adalah adik terakhir dari sang nenek dari ayah.
"Kapan kapan nginep ya opa" Ujarnya dan dianggukkan oleh paman dokter
"nenek sama kakekmu dimana?" tanya Paman dokter alias opa
"Dikamar opa, oma harus banyak banyak istrirahat biar cepat sembuh" Jawabnya
__ADS_1
Bersambung.....