
"Putra aku gak punya baju," ujar Lista yang baru ingat jika ia tak membawa sepotong bajupun selain yang ada ditubuhnya kini.
"Ada kok, dialmari bagian bawah," jawab Putra yang berbaring diranjang dekat Adel.
Lista membuka almari dan melihat ternyata ada banyak bajunya yang ada disana ada juga yang baru. Ia mengambil satu pasang pakaiannya.
Setelah mandi dan berganti pakaian, Lista keluar dari kamar mandi. Ia melihat Adel yang tidur diatas tubuh putra, Adel tampak mencari kehangatan didekapan sang kakak.
"Lucu deh," gumamnya.
Dengan langkah cepatnya ia mencari ponselnya yang entah dimana perginya, karena tak menemukan ponselnya ia mengambil ponsel Putra dan memotret adik dan kakak itu. Iseng saja gadis itu mempost foto itu di story Instagram milik Putra dan langsung mematikan Wi-Fi hp itu.
.........
Lista turun dari kamar, saat berjalan turun tangga gadis itu mencium bau harum dari dapur langsung saja Lista pergi kedapur dan ternyata ada Putri dan Mama Hana yang sedang memasak.
"Eh Lista, kalau masih sakit dikamar aja, nanti kita panggil kalau mau makan," ujar Putri yang melihat Lista masih pucat.
"Lista udah sehat kok kak, mau bantuin juga."
"Gak papa sayang, lagian ini hampir selesai kok," ujar mama Hana.
"Gak papa ma, sekalian aja aku belajar." Dengan senyum manis Lista ikut bergabung, Putri akui senyum Lista memang manis, dan juga cantik tak salah jika adiknya cinta mati dengan gadis yang ada dihadapannya ini.
"Ya sudah kamu goreng kentang ini aja ya." Mama Hana memberikan kentang dan tepung kepaa Lista.
"Ya ma."
"Adel masih dikamar Putra kan?" tanya mama Hana seraya memasukkan penyedap rasa disup yang ia buat.
"Masih mah, Putra juga masih tidur sama Adel." jawabnya.
"Kalian tidur bareng?" tanya keduanya kompak.
"Enggak kok, pas aku bangun tadi cuma ngobrol dlbiasa sama Putra karena Adel masih tidur juga. Habis itu aku mandi dan Putra udah tidur saat aku keluar kamar mandi," jelasnya jujur, tapi ada sedikit kebohongan yaitu tentang kiss tadi.
"Ooo... Kalaupun tidur bertiga juga gak papa selagi gak melebihi batas, Papa juga udah minta kamu sama mama papa kamu disingapura berberapa waktu lalu," ucap mama Hana.
__ADS_1
Deg
Papa sigit mememinta dirinya kepapa Devan, maksudnya gimana. Apa mungkin meminta dirinya untuk Putra. Kalau memang benar, entah Lista harus senang atau sedih.
"Lis, kamu gak papa?" tanya Putri pada Lista yang sepertinya melamun.
"Enggak kok kak," jawabnya seraya menggoreng kentang.
Masakan merekapun akhirnya selesai, Jam sudah menunjukkan pukul 1 siang. Para perempuan itu menata makanan diatas meja makan.
"Assalamu'alaikum" salam seorang laki laki dari luar.
"Wa'alaikumsalam," jawab mereka. Mama Hana menyalami suaminya dan dibalas kecupan oleh sang papa begitupun dengan Putri dan Lista.
"Makin besar ya sekarang, makin cantik juga. Gak salah kalau Putra cinta mati sama kamu," ujar papa Sigit mengelus rambut Lista.
"Ya sudah papa sama mama keatas dulu ya, panggil Putra dan Aditya buat turun."
"Iya pah," jawab keduanya.
Papa Sigit memeluk pinggang ramping sang istri menuju kamarnya terlihat kebahagiaan dimata keduanya, Lista berharap ia juga bisa seperti itu bersama orang yang ia cinta.
Ceklek
"Masih tidur aja mereka," gumamnya menatap kedua adik kakak itu, posisi Adel kini lebih ekstrim, kaki gadis kecil itu didada Putra sedangkan kepalanya dibawah. Dengan cepat Lista membenarkan posisi gadis itu.
"Emmhh sayang," Lirih putra yang terganggu.
"Bangun gih, mama nyuruh buat kita makan," ucapnya, bukannya mengangguk Putra malah menarik tangan Lista hingga terjatih didadanya.
Bruk
Deg deg deg deg.
Suara deru jantung mereka saling bertabrakan, mata keduanya saling bertatapan. Dengan senyum tampan Putra menatap lembut gadisnya yang membuat Lista masih saja malu ditatap seperti itu oleh Putra. Tangan pria itu menahan perut Lista dengan erat.
"Kamu cantik, Cup" Putra mengecup bibir itu sekilas, ia tak bisa lebih dalam mencium Lista karena kondisi tubuh mereka yang berdempetan bisa saja ada yang bangun diantara mereka.
__ADS_1
"Udah gih bangun, nanti ketinggalan buat makan bersama mama papa kakak kakak juga."
"Alu maunya sama kamu, kamu bisa suapin aku atau mmm." belum sempat Putra melanjutkan kalimatnya mereka keburu dikejutkan oleh suara Papa Sigit yang bercak pinggang didepan pintu.
"Kalian turun," dengan nada sedikit berteriak papa sigit menyuruh mereka turun. Sesangkan mama Han hanya mengilas senyum samar.
Reflek Putra melepas belitan itu hingga memudahkan Lista untuk keluar dari pelukan itu. Sedangkan Putra berdecak kesal.
,"Sabar Nak, Kalian belum halal untuk berhubungan lebih jauh." Pesan mama seraya mengambil Adel yang aa diatas kasur.
"Huffttt iya mah," jawabnya dengan nada lemas.
Skip.
Dimeja makan, mereka fokus paa makanannya sesekali ada obrolan kecil disana.
"Oh ya Lis, papa kamu titipin kamu sama kuta selama diindonesia." Ujar paoa Sigit, Lista mengangkat kepalanya dan mengangguk.
"Iya pah, makasih mau nampung Lista disini," jawabnya.
"Kamu anak kami juga, jadi jangan dipikirin ya." Ujar mama Hana dan diangguki oleh Lista.
"Emm nanti Lista tidur bareng aku kan ya Pah?" tanya Putra pada sang papa.
"Kamu tidur diruang tamu, biar Lista tidur dikamar kamu." jawab papa tegas.
"Tapi pah.."
"Kalian belum halal, Putra. Kakak gak mau kamu buka segel sebelum waktunya." Ujar Putri dengan tegas seraya menyuapi Mey.
"Yah..."
"Tunggu halal dulu," ujar Aditya pada Putra uang sepertinyaemang ngebet ingin menikah.
"Iya kak nanti."
Aditya hanya menggeleng, ia meniadi teringat dulu ketika berpacaran dengan Putri hampir saja ia merusak gadisnya dibangku SMA, untung Aditya masih sadar. Sunggu hal itu sangat tidak dibenarkan.
__ADS_1
Bersambung..
(Maaf up lama, ada class meeting disekolah Uthor jadi gak bisa Up. Maafin yak,)