Cewek Dingin Itu Pacarku

Cewek Dingin Itu Pacarku
Menolak


__ADS_3

"Yank" Panggil Putra


"Hmm?"


"Jalan yuk" Ajak Putra menatap langit langit kamarnya


"No, kamu masih sakit." Tolak Lista menyuapi buah jeruk yang sudah dikupas itu untuk pacarnya.


"Aku udah sembuh yank, aku bosen dikamar terus. Riko sama Fajar udah kamu usir" Ujar Putra.


"Nanti ya, kalau kamunudah sehat kita jalan" Ujarnya, Putra tak bisa membantah pacarnya jika begini.


Tak terasa hari sudah mulai sore, Lista pamit kepada Putra dan Mama Hana,


"Ma, lista pulang dulu ya" Pamit Lista mencium punggung tangan mama hana.


"Iya sayang, gak nunggu makanan mateng. lagian masih jam 4 loh?" Ujar mama hana


"Lista masih kenyang mah, tadi juga udah makan" jawabnya sopan


"Yaudah, dianter putra ya" Ucapnya, Putra yang namanya disebut itu mengangguk semangat


"Lista dijemput kok ma, lagian Putra belum sepenuhnya pulih" Jawabnya menatap putra


"Hmmm ya udah kalau emang udah dijemput, kamu hati hati ya sering sering main kesini" Ucap mama hana memeluk Lista


"Iya mah, In Sya Allah" Jawabnya membalas pelukan itu.


"Aku pulang, dan cepat sembuh" Ucapnya pada Putra


"Heem, Hati hati" Ujarnya dan dianggukkan oleh Lista


__________


Ditempat lain, Ada seorang perempuan duduk dikursi kafe bersama seorang laki laki yang usianya 1 tahun diatasnya.


"Jadi gimana mau kerja sama sama gue? Gue tahu lu suka sama bocah tengil itu!!" tanya pria itu


"Tapi lu tahukan Lista gak mungkin percaya gitu aja" Ujar Perempuan itu


"Lista akan percaya jika kita punya bukti" Ujarnya


"Kapan kita lancarin rencana ini?" tanya perempuan itu

__ADS_1


"Besok"Jawabnya seraya meminum latte yang tadi ia pesan


"Hmm"


Skip


Keesokan harinya, Putra sudah rapi dengan seragam identitasnya, dengan baju yang dikeluarkan dasi yang hanya dikalungkan dan rambut acak acakan menambah kesar badboy didirinya.


"Perfect, gak salah sih Lista nerima gue, secaya gur itu tampan dan uhh gak usah ditanya" Gumam putra didepan cermin, ia menyisir rambutnya kebelakang dengan tangannya. (Kek gak punya sisir aja kau ah elah)


Puas dengan memuji dirinya sendiri, Putra mengambil tas dan kunci motornya, jangan heran kenapa dia bisa bawa motor sport yang tingginya segitu, ya karena tinggi putra itu udah kek bocah SMA, Tapi masih tinggi kakak iparnya sih siapa lagi kalau bukan Adit.


"Pagi ma pa"


"Pagi/ pagi sayang" jawab mereka berdua


"Udah sembuh kamu?" tanya papa melihat putra seperti melihat dirinya dahulu


"Udah pa, cuma dikit aja gatel" Jawab Putra mengoleskan selai cokelat itu kerotinya


"Belajar yang bener, biar bisa nerusin perusahaan papa" Ujar Papa


"Jangan sering bolos juga, kalau sampai lista lapor kemama kamu bolos, uang jajan kamu mama potong" Timpal Mama menatap putranya


"Aku pengen jadi Hacker terkenal pah mah, bukan jadi pengusaha kayak papa" Tolak Putra yang masih kekeh


"Iya kamu masih bisa jadi Hacker tapi juga harus jadi pengusaha, kalau bukan kamu siapa lagi yang nerusin perusaan yang udah papa bangun?" tanya papa melas


"Kan ada adik putra yang masih dikandungan mama pa" Ujar putra


"Ya kalau adik kamu laki laki kalau perempuan mau mama kasih butik mama, mama gak ridho kalau anak perempuan mama jadi pengusaha" Ujar mama dengan penuh penekanan


"Udahlah put nikmati aja jadi anak laki laki dalam keluarga ini" Canda papa


"Aku selalu do'a supaya adik putra juga laki laki" Do'a putra


"Kalau do'a mama sih perempuan ya, kan bisa mewarisi butik mama, kakak kamu gak mau butik ataupun perusahaan karena ia sudah mempunyai tanggugan sendiri" Ujar Mama hana. ingin sekali ia mewarisi butik itu pada Putri, tapi apalah daya dia yang lebih memilih mengurusi suaminya daripada butik apa boleh buat. Begitupun dengan perusahaan anak anak mereka memiliki bagiannya masing masing.


"Aku udah kenyang, putra berangkat dulu ma pa. Assalamualaikum" Salam putra mencium punggung tangan orang tuanya


"Wa'alaikumsalam" jawabnya


"Hati hati bawa anak orang" Pesan mama dan diangguki oleh Putra.

__ADS_1


_______


"Put, gue langsung keruang osis ya, kamu langsung kekelas jangan bolos." Pesan Lista


"Yank, pasti kamu ketemu enggal lagi disana" Ujar Putra , Lista hanya menggeleng


"Aku jarang lihat kak Enggal diruang osis, gak tahu kemana" Ujarnya


"Cepet balik kekelas ya, aku takut kamu diambil orang" Ujar putra


"Pacar sapa ni hmm... Iya aku bakal kekelas kok, nanti kalau kamu kangen bisa langsung cari aku keruang osis" Ujarnya mencubit pipi Pacarnya


"Hmm"


Mereka berpisah diparkiran seperti biasa, Putra dengan santainya berjalan menuju kelasnya dan duduk dibangkunya.


Dikelas itu hanya ada Nia dan Sherin yang kebetulan baru datang, dengan membawa dua batang cokelat Nia berjalan kearah putra.


"Put, Nih cokelat dari aku semoga kamu suka ya" Senyum Nia dengan manis, Putra hanya berdehem tak menatap Nia.


"Put" Panggil Nia


"Hmm?"


"Aku mau ngomong" Ujarnya


"Terus?? minggir dong gue risih dengan keberadaan lu" Putra belum menatap Nia, wangi parfum yang nyengat itu masuk kedalam indra pencium Putra. dengan tanpa malu Nia duduk disamping Putra.


"Kenapa lu duduk disini hah?" tanya Putra sedikit meninggikan nada suaranya yang membuat Nia sedikit gugup.


"Gu gue cum ma mau bilang, kalau gue suka sama lu, lu mau ya jadi pacar gue"


"Lu sehat??" Tanyanya dan dianggukkan oleh Nia


"Sorry lu bukan selera gue, Gue gak suka cewek manja dan songong kek lu, dan perlu lu tahu gue udah punya pacar" Jawabnya dingin,


Deg


Jawaban putra membuat sakit hati Nia, dengan berani dia mencium bibir Putra tapi putra langsung mundur hingga ia tak sampai ciuman dengan Nia.


"Aman, jatah Lista masih aman belum terkontaminasi" Syukur Putra dalam hati


"Brengsek, Siapa lu berani cium gue hah" Bentak Putra mencengkram rambut Nia, Nia yang rambutnya dicengkran itu merasa kesakitan itu hanya bisa meringis dan meneteskan air matanya.

__ADS_1


"Dasar murah" Dinginnya melepaskan jambakan itu hingga membuat kening Nia terbentur disisi meja, Putra berlalu meninggalkan kelas tanpa memandang Nia yang menangis segukan.


Bersambung.....


__ADS_2