
Tak terasa sudah 3 tahun Calista berada disingapura, meninggalkan sang pacar diindonesia. Kesehatan Neneknya juga sudah membaik berberapa bulan lalu, tapi Sang kakek yang sudah berumur 57 tahun tak ingin kembali keindonesia dengan alasan takut sang istri tercinta sakit lagi, jika dalam setahun sang istri sudah tak merasakan sakit lagi mereka baru kembali ke indo.
Sedangkan diIndonesia putra disibukkan dengan berkas berkas perusahaan, yah setelah menginjak kelas 3 SMA papa sigit meminta putranya untuk membantunya diperusahaan dan hal itu disanggupi oleh putra ia pikir dengan belajar diperusahaan bisa membuat ia terhindar dari kegabutannya.
"Putra, kamu udah memutuskan untuk masuk Universitas mana?" tanya sang papa.
"Belum pa, lagian Ijazah dari SMA juga belum keluar" jawabnya, sang papa hanya mengangguk
"Perusahaan kita mendapat undangan dari PT Berlian didingapura, kamu bisa wakilin papa?" tanyanya, Putra berdiam sebentar
"Bisa" Jawabnya dengan senyum
"Kamu bisa bawa sekertaris papa buat bantu kamu nanti disana" Ucapnya, dan dianggukkan oleh Putra
"Kapan?" tanya Putra
"Minggu depan" singkatnya
"Oke satu minggu lagi aku bisa bertemu denganmu" batinnya dengan senyum
"Papa tahu apa yang ada dipikirian kamu" batin papa, Ia sengaja mengirim anak laki lakinya agar bisa melepas rindu dengan sang Lista yang sudah ia anggap sebagai anaknya sendiri.
"Selesaikan pekerjaan kamu dulu" Ujarnya keluar dari ruangan itu
"Papa mau kemana?" tanya putra
"Ada urusan" Jawabnya menutup pintu itu.
________
Seminggu kemudian, hari dimana Putra berangkat kesingapura bersama sekertaris sang papa.
"Ingat pesan papa, kamu boleh kangen kangenan sama Lista tapi ingat jangan keluar batas" pesan papa dan diangguki oleh Putra
__ADS_1
"Jangan lupa oyeh oyeh ya kak" Pesan Adel yang masih berada digendongan sang mama
"Adel mau dibawain apa?" tanya Putra mengelus pipi adiknya yang sudah berumur 5 tahun itu, gadis kecil itu menaruh telunjuknya didagu seolah memikir
"Telselah kakak aja" Jawabnya dengan senyum
"Siap tuan putri, jaga mama papa ya. kakak gak lama kok. sering sering ajak dek Mey buat nginep" Ujar Putra dan diangguki oleh Adel
"Hati hati ya nak, kalau udah samapi sana kabari mama" Ujar Mama hana pada Putra
"Iya ma" Jawabnya.
Pesawat yang akan dinaiki Putra hampir take off yang membuat putra berjalan menuju pesawat.
",Semoga pulang nanti dia sudah lebih hangat ya ma" Ujar papa sigit pada sang istri
"Heeh... semoga aja" Jawab sang mama melihat kepergian sang putra
"Pulang yuk, papa harus tagih jatah papa, karena udah suruh Putra kesingapur" Godanya menggandeng tangan sang istri. Mama hana mencubit perut sang suami yang terlihat sedikit sedikit berisi itu.
"Biarin, mesum mulu sih ada Adel juga" Sungutnya membuka pintu mobil.
"Aku harus rajin rajin olah raga nih biar kembali lagi perutku, ini semua gara gara kamu sayang yang selalu masakin makanan yang enak enak apalagi saat malam hari" Batinnya tersenyum
Skip
"Kenapa kamu mesum sekali hmm?" tanya mama hana pada suaminya yang sedari tadi mengelus paha sang istri dan berulang kali pula ditepis oleh tangan cantik mama hana. Untunglah Adel telah tertidur saat diperjalanan tadi.
"Pengen cepet cepet samapi rumah, kenapa mobil ini jadi lambat ya ma?" tanya Papa sigit dengan polosnya
"Ini udah cepat papa, dah lah pelan pelan aja kasihan Adel" tutur mama Hana mengelus rambut lembut sang putri yang sudah panjang itu
"Heem" Papa sigit hanya menuruti ucapan sang istri untuk memelankan kecepatan mobilnya.
__ADS_1
"Ahhh.. papa tangannya" Geram mama Hana saat tangan sang suami sudah masuk didalam rok miliknya
"Diam ma" Ujarnya,
"Fokus nyetir aja papa, nanti mama kasih servis terbaik buat papa" Ucap sang istri mengambil tangan suaminya dan mengecupnya sebentar
"Serius?" tanya Papa sigit dan dianggukkan oleh mama Hana.
________
Sampailah Putra dinegara yang memiliki ikon patung Merlion itu, yah singapura. Setelah satu jam lebih berada dipesawat, kini ia bisa menapakkan kakinya dinegara singa itu.
"Tuan muda, saya sudah memesan Hotel untuk kita menginap" Ajak Sekretaris papa Sigit itu
"Berapa lama kita disini om?" tanya putra
"Acaranya hanya satu hari tapi jika tuan muda ingin menambah waktu disini saya bisa atur" Jawabnya, ia mengingat pesan tuannya kemarin.
"Aku masih ingin satu minggu disini, om pulang aja dulu gak papa" Ujarnya,
"Tidak tuan muda, saya diutus tuan untuk mengikuti tuan kemanapun tuan pergi" Ucap sekretaris dengan sopan.
"huffftt terserah om aja lah"
Mereka menaiki mobil yang sudah disewa sekretaris Tisna berberapa hari lalu, dan melajukannya kehotel yang cukup terkenal disana.
"Acaranya masih besok kan om?" tanya Putra dan dianggukkan oleh Tisna.
Mereka memasuki kamar mereka masing masing yang sudah dipesan.
"Huhhh... Aku gak nyangka bisa kesini" Ujarnya menduduki kasur empuk itu. Ia mengambil ponselnya dan menatap alamat yang pernah dikirimkan pacarnya dulu.
"Tunggu kejutanku sayang" Gumamnya, ia tak terlalu mengurusi perusahaan saat ini, tapi tujuan ia menerima tawaraan papanya adalah Lista.
__ADS_1
Bersambung.... .