
Didalam perjalanan Lista menyandarkan kepalanya dibahu Putra yang terus mengelus pipinya. Supir yang melihat kemesraan anak majikannya yang dingin itu tersenyum senang.
"Langsung kerumah ya pak," ujar Putra dan diangguki oleh sang supir. Lista tak terlalu mendengar apa diucapkan Putra karena ia tenggelam dalam elusan menenangkan sang Pacar.
"Zzz zzz..."
"Tidur dianya," Lirihnya tersenyum.
Mobil tersebut melaju hingga sampai dikediaman Putra, Putra menggendong Lista yang tertidur menuju rumahnya.
"Assalamu'alaikum," salam Putra setelah masuk kedalam rumah.
"Wa'alaikumsalam, Ya Allah Lista kenapa?" tanya mama Hana yang sedang menyuapi Adel makan itu.
"Tidur ma, mungkin kelelahan," jawab Putra.
"Langsung bawa kekamar aja Put!" perintah mama Hana.
"Akak Adel ikut," dengan riang Adel yang saat ini berumur 6 tahun mengikuti sang kakak dengan lari kecilnya.
"Nah kamu bawa tuh Adel, biar ada penengah diantara kalian," ujar mama Hana yang sudah selesai menyuapi Adel makan.
"Iya ma, ayo dek," ajak Putra pada Adel yang memegang baju kakaknya.
Mereka berjalan menuju kamar Putra yang ada dilantai dua, Adel yang saat ini masih aktif aktifnya itu berlari dulu dan membukakan pintu kamar untuk kakaknya.
"Makasih sayang," ucap Putra dan dibalas senyum manis oleh sang adik.
Putra meletakkan tubuh Lista dikasur empuk itu dengan pelan agar tak membangunkan sang gadis. Adelpun ikut naik keatas kasur dan mengambil guling sang kakak.
"Kak dia siapa?" tanya Adel dengan nada kecilnya, gadis kecil itu menelusuri wajah cantik Calista dengan matanya.
"Calon kakak kamu dek," jawab Putra seraya mencubit pipi tembem sang adik.
"Yeee Adel punya kakak lagi," senang Adel memeluk sang kakak. Putra yang tak siap itu hampir saja terhuyung kebelakang.
"Kakak jangan dingin dingin lagi ya sama Adel." Yah selama ini Adel selalu mencari perhatian dari sang kakak, tapi Putra hanya menanggapinya dengan acuh walau didalam hati Putra sangat menyayangi sang Adik.
"Maaf ya sayang, janji deh gak bakal cuekin Adel lagi," ujar Putra mengelus rambut halus sang Adik.
"Adel sayang kakak," balasnya memeluk tubuh sang kakak.
"Kakak juga sayang Adel, Adel aja gak tahu kalau kakak sayang banget sama kamu."
Tak terasa pembicaraan adik kakak itu terus berlangsung disamping Lista, dengan Adel dipangkuan Putra.
Mereka berdua tak menyadari bahwa gadis yang mereka tunggu sudah bangun, awalnya Lista kaget katena ini bukan kamarnya tapi saat mendengar suara Putra dan gadis kecil itu ia tahu bahwa ini kamar pacarnya, terlihat juga banyak fotonya dikamar ini.
"Kak bulan depan aku ulang tahun loh," celoteh Adel yang berada didekapan Putra.
__ADS_1
"Kakak tahu sayang, mau kado apa hmm?" tanya Putra pada Adel.
"Boneka beluang yang besal," jawabnya merentangkan tangannya.
"Cuma itu?" tanyanya dan dianggukkan oleh sang Adik.
"Kalau aku ulang tahun, kam mau kasih apa?" tiba tiba suara wanita mengagetkan keduanya.
"Kakak," Pekik Adel yang langsung memeluk Lista.
"Ishh adik siapa sih ini hmm, imut banget." Dengan gemas Lista menguyel pipi tembem itu.
"Adiknya kakak," jawab Adel polos.
"Namanya siapa dek?" tanya Lista pada Adel.
"Adel."
"Ohh Adel, udah besar hmm... Nama kakak Calista boleh Adel panggil kak Lista."
"Kak Tata,"
"Kok Tata?" tanya Lista.
"Namanya susah, kalau Tata kan gampang," jawabnya dengan nyengir menampilkan gigi kecilnya.
"Oke lah, terserah kamu aja." Gemasnya mencium pipi Adel.
"Jangan gitu ih, kamu mah... Malu sama Adel," bisik Lista seraya mencubit perut Putra.
"Biarin, kamu cuma milik aku."
"Akak lepasin kak Tata dong, akak kan dah besal napa peluk peluk?" tanya Adel menarik tangan Lista.
"Gak bisa, kak Tata cuma milik kakak," tak terima Putra, tangan Lista ditarik oleh Adel sedangkan pinggangnya ditarik oleh Putra.
"Stop,"
"Gini aja, Adel didepannya kakak," ujar Lista menarik pinggang kecil Adel dan diletakkan dipangkuannya.
"Hahaha." Tawa Adel saat tangan Lista berada diperut Adel.
Sedangkan Putra hanya tersenyum melihat keaktaban Adel dan Lista, setahunya Adel jarang bisa cepat akrab dengan orang baru selain keluarganya dan Zeline (adik kandung dari Aditya).
Tak tinggal diam Putra pun duduk dibelakang Lista dengan tangan membelit perut langsing itu.
"Tetap seperti ini ya yank," bisiknya tepat disebelah telinga Lista, dagu laki laki itu berada dipundak pacarnya.
"Terima kasih untuk semuanya," tulus Calista meletakkan tangan kanannya dipipi Putra.
__ADS_1
"Hmm,"
"Sstt tangannya," Lista menepis tangan Putra yang berada didadanya.
"Kok besar sih yank?" tanya Putra dengan santai.
"Gak tahu," dengan malu Lista menjawab.
"Mau aku tambahin gak?" tanya Putra makin gencar mengelus dada sintal milik Lista.
"Gak, ih kamu mesum," lirihnya tapi dapat didengar oleh Putra, Lista tak mau Adel dengar apa yang mereka katakan.
"Anak Mipa sayang," dengan santai Putra menjawab.
"Kakak Adel ngantuk," ujar Adel dengan menguap.
"Sini dek kamu tidur disini aja ya," Lista melepaskan tangan Putra dan membenarkan posisi Adel agar tidur dikasur dan menyelimutinya agar hangat.
"Sayang sini," Putra menarik Lista kedekapannya.
"Kenapa sih hmm?" tanyanya.
"Mau ini boleh yank?" tanya Putra menunjuk dada Lista.
"Gak boleh kita belum halal, masa kamu mau bekas disaat malam pertama?" tanya Lista mengelus rambut Putra.
"Yah... Kalau yang ini gak papa yank, kan gak kelihatan." Masih dengan usahanya Putra membujuk Lista.
"Kamu kok mesum sih."
"Mesumnya juga sama calon istri," Jawabnya.
"Tapi...."
"Boleh?" tanya Putra dengan mata melasnya, Lista yang melihat itu menggeleng.
"Hufftt, yaudah bibir aja kalau gitu," belum sempat Lista menjawab bibirnya sudah dicium oleh Putra.
"Balas sayang," ucap Putra disela ciumannya.
"Aku gak bisa," jawabnya.
Akhirnya Putra menggigit bibir bawah Lista, otomatis Lista membuka mata dan bibirnya hal itu tak disia siakan oleh Putra untuk mengekspor bibir Lista.
Plup
"Hah huh hah."
"Kamu ih," cemberut Lista.
__ADS_1
"Latihan sayang, sebelum kita sah," balasnya mengusap bibir Lista yang basah. Lista malu akan apa yang terjadi berberapa menit tadi.
Bersambung.......