Cewek Dingin Itu Pacarku

Cewek Dingin Itu Pacarku
Kampus


__ADS_3

Setelah sarapan Putra tak langsung berangkat kekampus, tetapi lebih dahulu menyantai dipaha Lista yang duduk dikarpet bulu depan televisi bersama Putri, Mey, Adel, dan Zeline.


"Tumben belum berangkat?" tanya Putra seraya menyuapkan puding yang sudah dipotong pada anak dan adik adiknya.


"Kakak juga kenapa belum berangkat, udah semester 5 juga. Gak lama lagi kan wisuda."


"Kakak udah ngajuin skripsi Putra, cuma langsung ditolak sama dosen pembimbing kakak." Jawabnya seraya menghembuskan nafasnya kasar.


"Minta tolong kak Adit lah."


"Papanya Mey lagi sibuk sibuknya, kakak gak mau bebanin dia," jawab Putri tanpa ia sadari jika Aditya ada dibelakangnya.


"Aku gak ngerasa dibebani kok," jawabnya dengan berbisik mengecup tengkuk Putri.


"Ishh nanti dilihat anak anak, kamu mah..." Geram Putri pada suaminya yang hanya tersenyum geli.


Adit duduk disofa single, seraya mengambil puding dihadapnnya.


"Papa pa," manja Mey yang langsung duduk dipangkuan sang papa.


"Yank, jalan yuk." Ajak Putra.


"Hmm, bukannya kamu kuliah?" tanya Lista menundukkan pandangannya menatap Putra.


"Jangan bilang kamu mau bolos," selidik Lista seakan tahu apa yang ada dipikiran laki laki itu.


"Hehehe, aku cuma ada satu mata kuliah kok yank, 1 jam kok. Mau yah, tungguin sebentar."


"Kak Putri kak Adit boleh kan?" tanya Lista pada Kedua kakaknya, karena mama Hana dan papa Sigit tak ada dirumah.


"Janji jangan kecapekan, kakak gak mau kamu kenapa napa," jawab Putri pada Lista yang mengangguk. Ia senang diizinkan keluar walau mereka tak mengengkang Lista.


"Putra jaga Lista, jamu harus tanggung jawab karena ajak Lista keluar, jangan sampai kelelahan." Pesan Putri pada Putra dan diangguki oleh Putra.


Mereka bangun dari duduknya dan berjalan menuju kamar masing masing. Aditya menatap sang istri yang sedang mengucir rambut Adel sedangkan Zeline memainkan jari mungil Mey.


"Kok gak bilang mau skripsian?" tanya Aditya pada sang istri.


"Gak mau bebanin kamu, aku lihat kamu banyak kerjaan belum lagi pas pulang harus ngurus Mey juga."


"Lain kali bilang ya, aku bisa bantu kamu walau sedikit." Ujarnya dan diangguki oleh Putri.


"Kak kita kapan pulang?" tanya Zeline pada kakaknya.


"Kamu maunya kapan hmm?" tanya Putri pada adik iparnya.

__ADS_1


"Hari ini," jawabnya.


"Ya sudah kalau begitu sore nanti kita pulang," putus Putri dan dianggukkan mereka.


"Celin mau pulang?" tanya Adel dan diangguki oleh mereka.


"Kak mau main keluar ya," pamit Zeline.


"Hati hati ya, jangan jauh jauh dari rumah ini." Prsan Aditya dan diangguki oleh mereka berdua.


"Bi... Tolong awasi Zeline sama Adel ya," ucap Putri pada sang bibi.


"Iya non,"


Setelah Adel dan Zeline keluar, Putra dan Listapun turun dan pamit pada mereka.


"Mey gak tidur nak?" tanya Adit pada putri cantiknya.


"Lum papa" jawabnya menggeleng.


"Yank kekamar yuk." Ajak Aditya pada Putri yang masih memakan puding.


"Ngapain masih pagi juga ngapain kekamar?" tanya Putri.


"Udah ayok, mumpung aku lagi libur."


"Gak aneh aneh kok yank, sumpah." Akhirnya Putri mengikuti apa yang diinginkan Aditya.


________


"Gak papakan nunggu satu jam dikampus?" tanya Putra pada lista yang duduk dijok motor sportnya.


"Gak papa kan aku bisa dikantin," jawabnya.


"Kalau aku bolos pasti kamu marah."


"Awas aja sampai kamu berani bolos."


"Hehehe enggak kok yank, janji gak lagi tapi kalau sekali kali gak papa kan?" tanyanya.


"Jangan dibiasain bolos Putra, apa kata anak kita nanti kalau bapaknya wakru sekolah bolosan hmm?"


"Anak kita ya yank, kamu mau jadi ibu dari anak anak kita?"


"Ishh tahu lah," malu Lista saat menyadari apa yang ia katakan tadi.

__ADS_1


Lista menyembunyikan wajahnya dileher Putra. Putra tersenyum geli melihat reaksi pacarnya dari kaca spion, tangan satunya menumpuk tangannya ke tangan Lista dan mengelusnya.


Sampailah motor itu dikampus Putra, banyak dari mahasiswa dan mahasiswi yang bertanya tanya siapa gadis yang dibawa The Most Wanted mereka.


Lista yang merasa menjadi objek utama langsung merubah raut wajahnya menjadi datar dan dingin. Putra yang merasa raut wajah pacarnya berbeda itu hanya bisa menggengam tangan Lista dan tersenyum seakan berbicara "Gak papa aku disini."


Putra mengajak Lista kekantin kampusnya, dan mengambil bangku yang biasa dia gunakan jika kekantin.


"Kok disini masih kosong sih?" tanya Lista saat mrlihat hanya bangku ini yang kosong.


"Ini tempat biasa aku, Fajar, sama Indah kalau nongkrong. Berhubung Riko sama Desi udah nikah dan gak ngampus disini."


"Oh iya, katanya juga Desi udah hamil yank," lanjut Putra memanggil pelayan kantin.


"Riko top cer juga, dua bulan bikin anak orang bunting."


"Aku lebih top lagi sayang, mau coba?" goda Putra mengelus paha sang pacar.


"Sembarangan," tepis Lista saat tangan Putra mulai naik.


"Hahahaha maaf sayang, aku kekelas dulu kamu tunggu disini oke, jangan kemana mana apalagi pergi dari sini tanpa aku."


"Iya iya, belajar yang bener." , ujarnya dan diangguki oleh Putra.


Putra mengecup kening Lista sebentar dan pergi dari kantin menuju kelasnya. Seluruh orang dikantin tercengang dengan apa yang baru saja mereka lihat.


"Hai, anak baru ya?" tanya Diana seolah tak tahu siapa Lista. Lista hanya menoleh sekejab dan kembali bermain ponselnya. Diana menahan kesal saat ia diacuhkan oleh Lista.


"Kenalin gue Diana, lu?" tanya Diana.


"Lista," jawabnya acuh.


"Cih sombong banget sih, mentang mentang lu deket sama Putra lu merasa berkuasa disini," bentak Diana yanga tak tahan diacuhkan oleh Lista.


Lista menaikkan alisnya merasa tak paham akan ucapan gadis aneh ini.


"Gue tahu lu cewek Putra, tapi perlu lu tahu kalau lu itu gak pantes sama Putra, dasar cewek penyakitan." Bisiknya.


Deg


"Kenapa dia bisa tahu?"


"Dan perlu lu ingat Putra cuma milik gue," bisiknya lagi.


"Ehem gue pergi dulu ya, senaang berbicara denganmu," dengan senyum Diana berlalu meninggalkan Lista.

__ADS_1


Pikiran aneh mulai menyerang Lista, tapi dengan cepat gadis itu hilangkan. Ia yakin Putra setia padanya, wajtu 5 tahun bukan hal yang mudah untuk melupakan.


Bersambung....


__ADS_2