Cewek Dingin Itu Pacarku

Cewek Dingin Itu Pacarku
Pertama Masuk


__ADS_3

Libur panjang telah usai kini saatnya para pelajar kembali kehabitatnya kesekolah untuk mencari ilmu sebanyak banyaknya. Begitupun dengan Putra yang sudah mulai mulai sekolah hari ini.


Drrttttt drrtttt


"Hmm"


"Bangun sayang, katanya kamu sekolah hari ini" Ujarnya sedikit berteriak, mendengar suara yang selalu ia rindukan itu seketika matanya terbuka.


"Iya sayang," Jawabnya yang langsung bangun. Seakan Lista adalah alarm yang membangunkannya setiap harinya.


"Aku matiin dulu ya yank, nanti aku telepon lagi" ucap lista


"Iya" Jawabnya, Sambungan itu terputus. Putra beranjak dari kasur menuju kamar mandi dan melakukan ritual mandinya dan melanjutkan sholat subuh ysng hampir habis itu.


Setelah rapi dengan pakaian sekolahnya, Putra memotret dirinya dan langsung mengirim foto itu kepacarnya. yah hampir tiap hari putra mengirim satu sampai dua foto dirinya keLista.


Luv♥


Narsis 😩😊


^^^Anda^^^


^^^Tapi kamu suka kan??^^^


Luv♥


Serah apa katamu aja!!


Tiba tiba putra melihat photo profil Lista yang berganti foto dirinya yang menghadap kebelakang beberapa waktu lalu.


^^^Anda^^^


^^^Kenapa gak yang muka aku aja sih ay^^^


Luv♥


Serah aku lah...


^^^Anda^^^


^^^Iya deh,^^^


Sambil membalas chat lista putra berjalan menuju meja makan, ia menyapa Adel yang sedang memakan biskuit khusus miliknya itu


"Kakak minta dong" Ucapnya merebut biskuit itu dari tangan kecil Adel

__ADS_1


"Mi mit mi it huaaaa" rengekan kecil yang berakhir tangisan bayi itu


"Ni ni kakak balikin, kamu nih cengeng banget jadi cewek hmm" Putra mengembalikan Biskuit itu dan mengunyel bayi berumur 2 tahun itu.


"Udah siap buat kesekolah baru?" tanya sang papa dan dianggukkan oleh Putra


"Putra.." mama hana memegang pundank anaknya


"Jangan cuek dan dingin gini, kita orang tua kamu" ujarnya sedih menatap anaknya.


"Iya ma" singkatnya


Mereka menghabiskan sarapannya dengan tenang, hanya terdengar ocehan Adel yang menghangatkan pagi mereka.


"Ma pa putra berangkat dulu ya, Assalamualaikum" Pamit Putra mengecup punggung tangan kedua orang tuanya.


"Wa'alaikumsalam, hati hati bawa motor" Teriak Mama hana dan dianggukkan oleh putra


Brumm


"Hufftt anak kita itu pah" Ujarnya menatap putra yang sudah menghilang


"Dia beda ya ma" ujar papa sigit dan diangguki oleh Mama hana


"Semoga nanti dia kayak dulu lagi" ujarnya


"Adel sayang, papa berangkat dulu ya nak. jaga mama dirumah" Pesan papa mencium wajah adel gemas


"Iya papa, hati hati dijalan ya" balas mama hana menirukan suara anak kecil


"Siap,Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam, hati hati. dada papa" Papa digit membalas lambaian sang anak dengan mengangguk.


Skip


Motor sport hitam milik memasuki kawasan SMA itu, diikuti oleh dua motor sport berwarna putih dan merah dibelakangnya. Sontak saja kedatangan mereka menjadi pusat perhatian siswa disana, apalagi saat mereka bertiga melepas helm mereka masing masing bertambah hebohlah anak cewek disana melihat spesies orang tampan disekolahnya.


"Berasa jadi idola aja gue" Ujar Fajar menyisir rambut tebalnya dengan tangannya.


"Apalagi cewek ceweknya beuhh.." ujarnya lagi mendapat sekitar


"Inget pacar lu" Datar Putra berlalu meninggalkan kedua sahabatnya


"Jangan sampai lu ngerengek sama kita kalau diputusin lagi" Tambah Riko mengikuti Putra yang sudah dulu, Fajar diam sebentar dan mengangguk memang iya, ia tak bisa putus untuk kedua kalinya.

__ADS_1


"Woy tungguin" teriak Fajar mengikuti kedua sahabatnya yang kembali menjadi pusat perhatian siswa disana.


"Gila ganteng banget mereka wuahhh"


"Gak nyesel sih gue sekolah disini"


"Ada penambah vitamin kalau gini caranya"


"Fixs jodoh gue gak lama dikirim"


"Haluu"


____


Putra memasuki kelas X-MIPA 2 begitu juga dengan Fajar dan Riko yang berada disatu kelas yang sama. Putra mengambil banku paling pojok dibelakang yang disisinya adalah jendela.


"Bos LDR tuh, enak gak sih?" tanya Fajar yang berda didepannya


"Gak" Jawabnya singkat


"Boo gak pernah curiga gitu kalau bu bos kepincut cowok sana?" tanya fajar


"Gak" Jawabnya lagi


"Gak ada kata apa selain Gak?" tanya Riko yang mulai geram dengan sifat sahabtnya yang berubah 180° dari Putra yang dulu.


"Ada"


"Apa?" tanya keduanya


"Gak" Jawabnya lagi, ia membuka ponselnya dan memasang handset ditelinganya.


"Lama lama gue giling juga otak lu" Geram Riko meninggalkan sahabatnya menuju bangkunya sendiri. Putra hanya acuh dengan menaruh kepalanya dibangku seraya menikmati musiknya.


"Nasib nasib punya temen kek lu berdua yang satu datar dingin kek es, yang satu ngambekan" Keluh Fajar.


Mereka tetap stay dengan kegiatan masing masing dikelas itu yang tak lain adalah tidur, hingga tepukan kecil tangan seseorang membangunkan Putra.


"Hai" Sapanya pada putra


"Boleh gue duduk sini?" tanyanya,


"Rik pindah sini" Perintah Putra pada Riko dan dianggukkan oleh Riko,


"Cari bangku lain sana" Usir riko yang sudah menaruh tasnya dimeja, Cewek itu mencebikkan bibirnya meninggalkan bangku itu.

__ADS_1


Jangan bangunin gue kalau gak ada gurunya" Ujar Putra dan diangguki oleh Riko. Cewek yang diusir riko tadi menatap putra dengan penuh puja, ia tak menyangka ada sosok yang sangat tampan dikelasnya kini.


Bersambung. .......


__ADS_2