Cewek Dingin Itu Pacarku

Cewek Dingin Itu Pacarku
Kukira Hantu


__ADS_3

Tangisan pilu terdengar dari sudut taman, Fajar yang sedang bermanja didekat sana dengan Indah itu terkejut dengan tangisan itu.


"Yank.. hantu bukan sih?" tanya Fajar memeluk erat tubuh sang pacar dengan wajah yang mendusel keperut Indah (Sa ae lu bang, cari kesempatan)


"Beib... aku takut, kalau hantu beneran gimana?" Tanyanya pada Fajar


"Apa hantu penunggu taman ini ya beib, dia marah karena kita berdua disini, terus mereka marah" Indah memegang tangan Fajar takut.


"Daripada kita menduga nduga, kita cari aja sumber suaranya, gak usah takut aku disini" Ujarnya bangun dari tidurannya, Indah mengangguk dan ikut berdiri, tak lupa tangan perempuan itu berada dilengan sang pacar.


"Masa iya, siang siang ada hantu" Gumam indah yang dapat didengar Fajar.


"Hantu kan gak kenal siang sore malam sayang" jawabnya


"Ihhh takut tahu," Ujarnya,


Hingga langkah mereka terhenti disaat melihat seorang cewek duduk disebuah bangku yang jaraknya agak jauh dari mereka.


"Itu bukan sih?" tanya Indah, Fajar menggendikkan bahunya tak tahu. Dengan langkah pelan merek mendekat kearah cewek itu.


"Permisi mbak hantu bukan?" tanya Indah yang berada dibelakang Fajar, Fajar hanya tersenyum geli mendengar pertanyaan sang pacar, kalau iya setan kalau bukan.


"Jangan senyum dong" Ujar Indah memeluk Fajar erat

__ADS_1


"Dia manusia sayang, tuh lihat kakinya masih napak" Jawab Fajar menunjuk kaki cewek itu


"Oh,.... mbak bukan hantu kan ya" dengan berani ia keluar dari persembunyiannya memegang pundak yang bergetar itu.


"Aku mencintainya tapi kenapa dia tak bisa mrncintaiku" Itulah kalimat yang terlontar dari cewek yang duduk menangis itu


"Hei..." indah mengenal suara ini


"Celina" Pekiknya saat melihat wajah celina yang sudah memerah dengan mata membengkak dan air yang masih mengalur, tak lupa ingis yang selalu keluar.


"Kenapa dia gak cinta sama aku" Tangisnya menatap Indah,


",Siapa?" tanya Indah


"Hufftt... kan dulu udah pernah gue bilang, lebih baik mundur daripada sakit hati, nah sekarang terbukti." Ujar indah yang sebenarnya prihatin dengan gadis ini.


"Apa bener putra udah punya cewek?" tanya Celina paa kedua orang ini, mereka hanya mengangguk


"Bahkan mereka pacaran udah lama" Jawab Fajar


"Tapi kenapa dia gak pernah tunjukin pacarnya?" tanya Celina yang masih segukan


"Lu gak pernah lihat sosial media putra apa gimana sih. berberapa bulan lalu kan dia posting foto pacarnya" tanya Indah pada Celina

__ADS_1


"Gue pikir itu kakaknya" jawab Celina mengusap ingusnya, Sebenarnya Indah kasihan dengan Celina yang suah berberapa bulan ini mengejar Putra, tak tak pernah dianggap oleh Putra karena yang ada dihatinya hanya Calista Aulia Risti seorang.


"Dia pacarnya" Ujar Fajar yang berdiri dibelakang Indah


"Siapa perempuan itu?" tanya Celin sendu


"Dia teman SMP kita juga, tapi kalau masalah siapa lu bisa langsung tanya keputra. Satu yang pasti mereka saling mencintai dan gue gak akan biarin siappun yang rusak kebahagiaan sahabat sahabat gue termasuk lu, walau gue udah anggep lu sebagai temen" Peringat Indah, jika sudah menyangkut yentang Calista dan Desi itu tak bisa tinggal diam.


"Tapi gue gak bisa lupain putra hiks" Ucapnya dwngan tangis yang kembali luruh


"Lu pasti bisa, lu cantik dan banyak yang suka sama lu, coba lu buka hati lu buat cowok lain" Ujar Fajar menasehati, Celina menatap fajar dan mengangguk


"Makasih udah nasehatin gue" Lirih Celina dengan menghapus air mata dan ingusnya


"Jangan terlalu memperjuangkan orang yang sudah mempunyai tambatan hati, ingat diluar masih banyak yang menunggumu" Ucap indah menyemangati Celina


"Hmm....."


Calina yang mendapat nasihat dan juga wejangan dari kedua makhluk ini pun, berusaha untuk melupakan Putra.


"Dah jangan sedih sedih lagi, masa anak kepala sekolah cengeng." Canda Indah mengusap air mata Celina yang sudah tersenyum


"Kita pergi dulu ya Cel" Celina hanya mengangguk

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2