
Saat mereka berempat dengan posisi Putra dan Riko didepan sedangkan Fajar dan indah dibelakang, tiba tiba ada bola futsal yang mengarah kearah perempuan yang berada didepannya, Putra yang melihat itu menahan bola futsal itu.
"Makasih" Gugup perempuan itu, saat mendapat pertolongan dari orang yang selama ini ia kagumi.
Tanpa menjawab Putra berlalu begitu saja meninggalkan perempuan itu dan diikuti oleh kedua temannya beserta indah, Indah yang sempat melihat tatapan puji dari mata perempuan itu menepuk pundaknya guna menyadarkan.
"Lebih baik mundur, daripada berujung sakit" Ucap Indah pada perempuan itu dan menggandeng tangan pacarnya.
"Kenapa?? Apa cewek itu cemburu ya? tapi bukannya dia udah punya cowok." tanyanya dalam hati
"Tapi gue gak boleh nyerah gitu aja buat dapetin hati cowok es itu dan tadi itu dia nolongin gue dong, gue yakin 99% tu cowok suka sama gue yah secara gue kan cewek paling cantik dan terpopuler disekolah ini" Percaya diri cewek itu dan berlalu menuju kelasnya.
Riko yang melihat tingkah sahabatnya tadi itu sempat terkejut tapi ia juga tahu putra yang dari dulu memang baik, hanya tertutup oleh sifatnya saja karena ditinggal sang pacar.
"Pak.. lu gak ada niat buat selingkuhin ibuk kan?" tanya Riko dengan tak ada akhlaknya.
"Cinta gue cuma buat Lista gak ada yang lain, gue tadi cuma bantuin doang" Jawabnya santai
"Tapi tindakan lu tadi membuat tu cewek berharap lebih tahu gak, awas aja kalau sampai lu berani buat Lista sakit hati, gie sama desi gak akan tinggal diam" Ujar Indah pada sahabat pacarnya
"Tenang aja, lu boleh jadi mata mata pacar gue, kalau perlu lu laporan sama dia tiap hari." Ujarnya santai, ia senang bahkan jika lista mengawasinya walau dari teman temannya justru ia bingung bagaimana ia mengawasi lista yang jauh disana.
Indah hanya mengangguk, ia memang disuruh Lista untuk mengawasi putra saat dia tak ada dan hal itu diketahui oleh Fajar.
Sampinya mereka dikelas keempatnya pergi ketempat duduk masing masing, hingga guru mapel pertama masuk kedalam kelas.
........
Tringgg
"Baik anak anak karena sudah waktunya istrirahat, ibu beri kalian tugas dihalaman 56, jangan lupa dikerjakan dan dikumpulkan saat jam pelajaran saya" Ucap guru Matematika itu
"Baik bu" Jawab mereka serentak
"Mana gak paham lagi" Gerutu putra dalam hatinya saat melihat tugas dibukunya
"Pak kelompok yok, nanti kita contek kerjaan lu" Ajak Fajar dan diangguki oleh Riko
"Gak, gue sibuk" jawabnya seraya memasukkan bukunya kedalam tas.
"Ya elah si bapak, kan bisa minta tolong sama ibuk" Ujar riko
Putra ingat pacarnya pintar dalam matematika.
^^^Anda^^^
^^^Nanti bantuin aku buat tugas😘😘^^^
Send
"Gak" Tolaknya
__ADS_1
"Ya udah,.. gak kekantin?" tanya fajar, ia sudah ditinggal pacarnya dulu kekantin tadi, keduanya menggeleng seraya memainkan ponselnya.
"Pak Join yok" Ajak riko dan diangguki oleh Putra, Mereka memutuskan untuk bermain game online diponsel masing masing mau chat atau telepon pacar juga lagi sibuk.
Drrttt
"Bentar pacar gue telepon nih" Ujar Putra mengangkat teleponnya dan kembali kehalaman game
"Ya sayang"
"Lagi ngapain?" tanya lista dari seberang
"Main sama riko, kamu lagi ngapain?" tanyanya balik
"Makan bekel dari mama" Jawabnya
"Gak mau bagi bagi hmm?" tanyanya,
"Shitt" Umpat putra
"Mulutnya itu, mau aku jahit ha" Teriak Lista
"Maaf sayang, reflek tadi" jawab Putra yang masih bermain itu.
"Jangan diulangin" Perintahnya
"Iya" Jawabnya
"Sinilah, nanti aku buatin yang banyak buat kamu" jawab lista
"Bener ya kalau aku kesana kamu buatin makanan dan juga plis disuapin" Ucapnya
"Iya..
"Buk, bapak kangen nih" Teriak riko
"Apaan sih lu"
"Jagain pacar gue yak" Pesannya
"Oke"
"Udah dulu ya, jam istirahat mau habis nih" ujar Lista
"Hati hati" tanpa menjawab sambungan telepon itu terputus, dan mereka melanjutkan bermainnya.
______
"Lis gue kepo deh sama cowok lu" Ujar Vito yang tak sengaja mendengar percakapan mereka walau lewat telepon
"Biasa aja" Ujarnya dengan senyum tipis
__ADS_1
"Emm kalau boleh gue tahu nih ya, apa yang lu suka dari pacar lu itu?" tanya Oliv pada lista
"Dia adalah cowok pertama yang bisa buat hati gue gak karuan, perhatian, dan yang paling penting dia cinta ma gue" Jawabnya panjang, kedua sahabatnya itu melongo mendapat jawaban panjang dari sang sahabat.
"Uwahhh.... itu tadi kalimat terpanjang yang pernah gue denger dari lu" ujar Oliv dan diangguki oleh Vito
"Mau dong lihat foto cowok lu" Antusias Oliv yang mendapat tatapan tajam dari sang pacar.
"Hehehe... aku cuma kepo kok yank" Ujar Oliv memegang tangan sang pacar yang kelihatannya merajuk itu.
Cup
"Jangan ngambek ih, kayak bocil aja" Rayu Oliv seraya mengecup pipi sang pacar
"Hmm"
"Ihhh gak suka deheman" rengek Oliv, Vito yang tak tahan dengan wajah imut pacarnya itu memeluknya dari samping.
"Heemmm"
Lista yang melihat keduanya itu hanya menghembuskan nafasnya kasar, Bisa bisanya dua sahabatnya bermesraan didepannya.
"Ehemm... mau lihat foto cowo gue gak nih, mumpung gue lagi baik hati" Ujar Lista dan diangguki mereka berdua, Lista membuka galeri ponselnya dan memberikan kepada sahabatnya
"Gila ganteng banget ni orang, tapi masih gantengan pacar gue sih" Ujar Oliv yang tak ingin membuat pacarnya merajuk lagi.
"Heemm.... gue inget inget ni bocah, siapa tahu gue diindo ketemu" Ujar Vito yang menggeser layar itu ada foto putra yang hanya bertelanjang dada. Vito hanya menggeleng, ternyata ada orang yang lebih tampan darinya.
"Pantes aja, lu gak terima cintanya kak damar karena udah ada yang lebih waw dari kak damar" celetuk Oliv yang masih melihat foto foto itu, Lista mengambil ponselnya.
"Dah ya, gue mau kekelas dulu"
"Sumpah cowoknya Lista tadi ganteng banget" Ujar oliv pada pacarnya
",Iya, tapi kamu gak boleh puji puji cowok lain yank" Ucap Vito pada pacarnya
"Iya sayangku..... Kamu juga lihat tadi tuh dadanya beuhh" Ujar Oliv.
"Aku nanti mampir kerumah kamu" ucap Vito
"Tumben" tanyanya
"Sengaja biar aku juga lihatin dada bidang aku" Jawabnya ketus, Oliv baru sadar jika pacarnya itu sedang cemburu karena omongannya tadi.
"Boleh aja, dikamar aja biar aku lebih menikmati dada kamu" Bisiknya.
"Mulai nakal hmm" Vito mengelus paha pacarnya
"Jangan disini beib, banyak orang" Ucapnya, siswa yang lalu lalang melihat pasangan itu biasa karena mereka tahu Vito merupakan anak pemilik sekolah itu dan Oliv adalah tunangan vito.
Bersambung.....
__ADS_1