Cewek Dingin Itu Pacarku

Cewek Dingin Itu Pacarku
Telepon dari Lista


__ADS_3

Jam pelajaranpun dimulai, Guru perempuan yang umurnya masih sekitar 26 tahun itu mengagetkan putra yang kembali tertidur.


Tuk tuk tuk (Ketukan meja)


"Hmm"


"Bangun!!! udah waktunya jam pelajaran. kalau mau tidur diluar" Ujarnya dingin seketika putra terbangun dan menatap guru itu dingin


"Hmm"


Setelah memastikan Putra benar benar terbangun guru itu kembali kemejanya.


"Oke anak anak, hari ini hari pertama kita masuk pembelajaran dan juga pertama kalian masuk kekelas ini bersama saya tentunya"


"Perkenalkan nama saya Tulis Setyowati guru Biologi yang juga menjadi wali kelas kalian selama setahun ini"


Setelah perkenalan Bu tulis mengabsen mereka satu persatu hingga anak anak tahu bahwa cowok yang menjadi pusat perhatian tadi adalah Putra Arganvino.


Pembelajaran berlanjut hingga jam terakhir, Guru mapel terakhir menutup pembelajaran dengan Salam dan mempersilakan para murid kelas 10 MIPA 2 untuk pulang.


"Bos ngopi yuk ditempat biasa" Ajak fajar dan diangguki oleh Putra


"Gas lah, gue juga mau ketemu cewek gue disana" Ujar Riko, Yah Desi bekerja disebuah kafe yang cukup terkenal dikota itu walau hanya part time.


Mereka bertiga keluar dari kelas itu menuju parkiran motor mereka


"Ehem... maaf ya ganggu.. boleh nebeng gak supir aku gak bisa jempus soalnya" Ujar satu cewe yang entah siapa namanya.


"Maaf ya nona cantik, kita gak tahu rumah kamu. dan kita juga belum mau balik kerumah mending naik taksi atau enggak angkot" Jawab Fajar mewakili sahabat sahabatnya yang sudah memakai helm itu.


"Tapi aku bisa ikut kalian kok" Ujarnya tak tahu diri


"Nona siapa namanya?" tanya Fajar


"Kristin" jawabnya malu malu kucing


"Kita gak ada waktu buat antetin lu" Sahut Riko mengajak Fajar pergi, karena Putra sudah dulu meninggalkan mereka.


"Nah betul, gue duluan ya cantik" ujarnya berlalu meninggalkan cewek itu sendiri disana.


Skip


"Lama" Ujar Putra yang melihat kedua sahabatnya baru sampai.


"Tanyain sahabat lu noh" ujar Riko menyalahkan Fajar


"Ya Allah gue terzholimi" Ujar Fajar yang baru melepas helmnya.


Mereka bertigapun masuk kedalam kafe itu dan duduk dimeja yang biasa mereka duduki.


"Pacar gue manna lagi ni" Gumam riko mencari keberadaan Desi


"Belum pulang kali" Ujar Fajar mengambil ponselnya didalam saku.


"Masa sih"

__ADS_1


Fajar memanggil pelayan disana dan memesan makan dan minuman beserta cemilan seperti biasa.


"Eh mbak, Desi gak masuk kerja ya?" tanya Riko pada mbak pelayan


"Oh desi, anak baru itu kan ya!! tadi sih ada, lagi ketoilet mungkin" Jawab mbak pelayan itu


"Ooo kalau ketemu bilang dicariin gitu ya" Ujar riko dan diangguki oleh mbak pelayan.


"Udah ini aja gak mau pesen yang lain?" tanya pelayan itu dan dijawab gelengan oleh mereka.


Mereka menunggu pesanan yang datang, dengan memainkan ponsel masing masing. Tiba tiba Putra bangun dari duduknya


"Mau kemana bos?" tanya fajar


"Kamar mandi" jawabnya berlalu begitu saja.


"Temen lu tuh" Ujar Fajar menatap Riko


"Temen lu juga ogeb" Riko menonyor kening Fajar


"Gue pengen putra yang dulu" Ujarnya dan dianghuki oleh Riko, hingga mereka dikagetkan dengan nada dering sebuah ponsel yang tak lain adalah ponsel Putra yang tertinggal.


"Siapa jar?" tanya Riko


"Luv, Bu bos ni pasti" Ujar Fajar hendak mengangkat panggilan itu tapi keduluan oleh putra yang merebutnya.


"Gak sopan" singkatnya menatap Fajar yang hanya tersenyum. Putra sedikit menjauh dari kedua sahabatnya dan mengangkat telepon itu.


"Halo"


"Lagi apa?" tanya Lista


"Jangan lupa belajar, jangan cuma nongkrong aja." ujarnya dan diangguki oleh Putra


"denger gak?'' tanya Lista


"Denger sayang, kan aku ngangguk tadi"Jawabnya


"Kan ini telepon sayangnya akuh, mana nampak" geram lista


"Eh iya, iya sayang iya. nanti aku belajar kalau udah mood" jawabnya


"Tumben jam segini telepon, Kangen ya?" tanya Putra


"Heem.... pengen ketemu, jalan bareng, makan bareng, apalagi mantai bareng" ,Jawabnya


"Sabar ya, nanti kalau kita ketemu aku ajak kemana aja kamu" Ujarnya


"Iya, oh ya aku mau ngomong sama temen temen kamu dong" Putra mendengarnya sedikit cemburu


"Ngapain?" tanyanya


"Kasihin aja lagi" Ujarnya dari seberang


"Iya" Ketusnya, dan berjalan menuju mejanya lagi

__ADS_1


"Lista mau ngomong sama kalian" Ujarnya melouspeker panggilan itu


"Halo bu bos" ,Sapan Fajar heboh


"Hmm"


"Ada apa nih, mau ngomong sama kita?" tanya Riko


"Buk buk lu tahu gak buk, pak bos sekarang dingin tahu bus. mewarisi sifatnya ibuk'" Adu Fajar mengeraskan Suaranya yang dibalas tendangan maut oleh Putra


"Assyuuuu" Teriak Fajar yang mengundang Perhatian orang banyak.


"Sakit ege" Ringisnya memegang tulang keringnya


"Kenapa lu jar?" tanya Lista


"Ditendang sama p..emmm.. beh, apaan sih put" geram Fajar saat putra membekapnya


"Putra udah, kalian juga. gue cuma mau titip pacar gue sama kalian. awas aja kalau dia berani selungkuh dari gue. pasti banyak cewek yang ngejar dia kan hari ini? " tanya Lista dan diangguki oleh Fajar dan Riko


"Denger gak" bentak lista


"Ita buk, kita bakal awasi pak bos kok" ucap riko


"Oke oke, udah ya gue mau kerumah sakit dulu. salam vuat desi dan indah" ujar Lista


"Iya buk, ibuk juga hati hati jangan mau digodain buaya disana" canda Fajar


"Iya"


Tuttttttt


"Tuh pak, lu gak boleh selingkuh" ujar Fajar


"Gak ada niat buat selingkuh gue" Jawabnya seraya memibum jus jeruk pesanannya.


"Bagus, gue juga gak rela ada yang jadi bu bos baru kita" Ujar Riko setuju


"Hmmm.."


"Beib" Panggil Desi menghampiri pacarnya


"Kemana aja sih hmm, aku udah nunggi lama loh" Mulai lah si Riko yang kalem dan manja dengan pacarnya.


"Kebelet tadi, maafin lah, Eh kalian hai.." Sapa Desi pada sahabat pacarnya


"Hai des" balas Fajar,


"Masih aja dingin, pawangnya gak ada yah" Ledek Desi meminum jus sirsak pacarnya


"Iya tuh, oh ya tadi lista nitip salam" Ujar Fajar


"Yaelag nitip salam, nitip tuh duit atau apa kek gitu" Candanya


"Kamu mau uang, aku bisa kasih kok beib" Ujar Riko menyenderkan kepalanya dipundak pacarnya

__ADS_1


"Uang juga masih punya orang tua, ga usah belagu. kalau uang hasil keringat kamu sih gak papa kita makan makan" Ujarnya mencubit hidung riko, Fajar yang melihat itu hanya menghela nafasnya pelan. dulu Putra dan Lista sekarang Riko dan Desi. kapan pula dia bisa bermesraan dengan Indah yang ada dikota orang, begitu pikir Fajar


Bersambung..


__ADS_2