Cewek Dingin Itu Pacarku

Cewek Dingin Itu Pacarku
Kafe


__ADS_3

"Woy gue naik kelas bray" Teriak Vito dari arah belakang saat mereka berkumpul dirooftop tempat putra tadi.


"Kita juga naik kali, dih ogah banget gue tinggal kelas" Ucap Riko yang duduk disebelah putra itu.


"Siapa tahu kan, cuma gie yang naik" Dengan wajah songongnya ia berkata


Tak sengaja mata Vito mengarah kearah putra yang masih sibuk dengan ponselnya.


Vito: Lis (Panggilnya dengan teriak, rak lupa wajahnya nongol dihp itu)


Lista: Hmm


Vito: Pacar gue mana? (Tanyanya tanpa memperhatikan wajah Putra yang sudah kesal)


Lista: Kekantin tadi!


Vito: Oh oke,.. oh ya lis cowok lu tadi ditembak bocah noh... gegara lu gak balik balik!!


Lista: Tahu.


Vito: Kok tahu


Putra: Karena saat cewek tadi kesini panggilan kita masih tersambung,


"Minggir lu" Usirnya pada Vito


"Bentar napa, gue masih mau ngobrol sama temen gue nih" ujarnya


Lista: Lu ganggu


Putra yang mendengar ucapan dari seberang itu putra hanya menahan tawanya, sedangkan Vito sudah manyun karena dianggap pengganggu oleh temannya yang ada disingapur yang tak lain adalah pacar sahabatnya kini


Drrttttt


Sexy💋 is Calling.......


Vito yang mendapat panggilan telepon dari sang kekasihnya itu berpamitan kepada lista dan menjauh dari mereka.


Putra: Kenapa dia menjauh?


Lista: Biasalah nanti kamu juga tahu.


Putra: Hmmm...


Lista: udah dulu ya put, aku mau kekelas nih


Putra: Iya, makasih buat waktunya


Lista: (Tersenyum) Gak seberapa, nanti kita lanjut lagi kalau aku gak ketiduran


Putra: (Mengangguk) Siap lahh..


Lista: Love you

__ADS_1


Putra yang mendapat ucapan cinta itu kaget tapi juga senang, ingin rasanya ia menemui pacarnya tapi itu belum bisa sekarang tak tahu nanti.


Belum sempat Putra membalas, panggilan video itu sudah terlebih dahulu dimatikan.


"Cielah pak bos, senyum senyum kek habis dapat segepok uang aja" Ujar Riko yang ikut tersenyum melihat sahabatnya itu kembali tersenyum


"Ini lebih dari itu" Jawabnya, Fajar dan indah yang sedang berada dibawah itu ikut menatap Putra yang masih tersenyum


"Lista emang the best dah" Ujar Indah dan diangguki oleh Fajar


"Hmmm"


"Gaes gimana kalau buat ngerayain kenaikan kelas kita ini dikafe yang baru dibangun itu, sekalian nongki sama lihat lihat suasana disana" ajak Riko pada mereka


"Sorry gaes gue gak bisa ikut" jawab Vito yang baru selesai berteleponan dengan pacarnya


"Iya ya, kita makhlumin lu orangnya sibuk" Ujar Fajar


"Iya harus dong, buat modal nikah nih" Jawb Vito dengan senyum, Vito memang memiliki rencana ingin menikahi pacarnya saat kembali dari indo.


"Ngebet banget mau nikah?" tanya Putra


"Biar gak kebablasan aja, gue juga udah kangen sama dia. pengen peluk peluk pas tidur" Ujarnya dengan senyum merekah


"Sakarepmu wae lah" Vito hanya menyengir tak paham dengan apa yang diucapkan Riko.


SKIP


Putra yang tak memiliki pasangan itu hanya diam tanpa menangapi teman temannya yang sedang bercengkerama itu. tangannya sibuk dengan game yang ada diponselnya.


"Mas... itu bukannya putra ya?" tanya Putri yang berada ditangga itu, ya hari ini Aditya mengajak Istri dan Anaknya yang baru lahir 3 bulan lalu kekafe barunya, bayi mungil yang diberi nama Mey Monica Andriyani Putri.


"Kasihan ya, gak ada pacarnya" Ujar Aditya dengan nada candanya, Putri mencubit perut suaminya


"Sakit sayang,.... Dek mama sakitin papa nih" Adu Aditya pada Putrinya yang tampak tersenyun dan lidah yang dijulurkan keluar.


"Bagus dek, dukung mamamu yang cantik ini" Gemas Putri mencium pipi gembul Mey yang membuat mey tertawa.


"Gini amat punya istri, anak juga gak belain papanya lagi" Gumam Aditya yang masih dapat didengar oleh Putri


Cup


"Udah ya, mama sama adek tetep sayang papa" Putri mengecup rahang suaminya yang memang lebih tinggi darinya.


"Heemm" Aditya memeluk keduanya hingga sekecil terjepit kedua orang tuanya


"Mmmmm"


"Ulululu maafin mama papa ya sayang" ucap putri paa putrinya


"Kita datengin om kamu yuk" Langkah mereka menuju meja sang adik.


"Om utla" Panggil Putri yang membuat Putra mengangkat kepalanya.

__ADS_1


"Mey" Putra mengambil alih keponakannya dari sang kakak


"Kalian udah lama disini?" tanya Putra


"Belum sih kak, sekitar 45 menitan" Jawab fajar


"Kalian puas puasin pesen, kakak gratisin buat hari ini" Ujar Aditya yang membuat mereka bersorak senang.


"Ini kafe kak adit?" tanyanya dan diangguki oleg aditya


"Titip Mey ya put, kakak mau lanjut kerja dulu" Ujar Aditya dan diangguki oleh Putra


"Aku disini aja ya mas, temenin mereka" Ujar Putri.


"Biarin putra belajar jadi bapak" Ucapnya menarih pelan tangan sang istri


"Bilang aja mau ehem ehem" Sambar Riko


"Anak kecil diam ya" ucap Putri,


Akhirnya Putra dan putri naik kembali kelantai atas meninggalkan anaknya bersama adiknya tak lupa ia membekali putra dengan setas popok beserta susu untuk Mey.


Ceklek


Pintu ruangan ditutup rapat dan dikunci, sebuah keberuntungan saat ada Putra dikafenya, jadi Aditya bisa leluasa bersama sang istri.


"Mas kangen yank" Ucapnya memeluk sang istri dari belakang


"Huffttt terus putri harus gimana kalau mas kangen?" tanya Putri


"*****" Pintanya meremas lembut buah dada istrinya


"Bener mau hmm.... nanti kalau Mey kurang gimana hmm?" tanya Putri


"Nanti mas beliin bengkuang yang banyak" Jawabnya,


"Hahaha..... mas bisa aja"


"Boleh ya, mas udah puasa lama loh yank" Pintanya dengan nada melas


"Boleh kok mas, putri juga tahu kalau mas butuh putri buat penuhi kebutuhan biologis mas" Ujarnya memberi lampu hijau sang suami


"Gas sayang" Senangnya membawa sang istri dan mendudukkannya dimeja dengan tangan yang sudah membuka kancing baju istrinya.


"Besar yank" Ucap Aditya mengambil satu buah untuk dimakan


"Kan buat nampung asi buat Mey, apalagi buat bayi gedeku ini" jawabnya mengelus rambut sang suami.


"Manis yank emm" Ujarnya kembali mengemut bulatan itu yang terdapat madu didalamnya.


"Kita bisa lanjutin dirumah ya mas, disini cuma minum ini aja" Ujar putri dan diangguki oleh Aditya


Bersambung. .. .....

__ADS_1


__ADS_2