Cewek Dingin Itu Pacarku

Cewek Dingin Itu Pacarku
Eps 37


__ADS_3

Mereka berjalan gazebo belakang rumah itu, ditemani dengan dua es jeruk dan juga camilan yang dibawa bibi tadi, dengan kepala putra yang ada dipangkuan lista.


"Disini indah ya yank" Ujar Putra dan dianggukkan oleh Lista


"Iya kadang aku rela habisin waktu aku disini" jawabnya seraya mengambil cemilan dipiring hias itu dan disuapkan keputra.


"Mama hamil ya yank, berarti kamu akan jadi kakak dong. kamu gak akan lupa aku kan kalau udah punya adik?" tanya putra


"Enggak kok, kamu udah punya tempat tersendiri dihati aku tenang aja" ujarnya mengelus rambut putra lembut


"Emm, ikut pulang yuk yank." Ajak Putra pada sang pacar


"Maunya sih gitu, tapi kamu tahu sendiri kalau nenek dan kakek itu segalanya bagi aku. tapi aku pasti pulang" jawabnya dengan senyum yang sangat jarang ia tampakkan.


"Aku hanya takut kamu berbuat yang tidak tidak disini" batinnya menatap Lista, jujur ia tak rela jika lista terus terusan mendengar dan melihat sahabat sahabatnya melakukan hal itu lagi dihadapan lista.


Seakan tahu apa yang dipikirkan sang pacar, Lista berkata


"Aku bakal jaga diri dan hati aku buat kamu kok"


Putra memaksakan untuk tersenyum walau dihatinya berkata lain.


Dilain tempat tepatnya didalam kamar ada sepasang suami istri yang baru saja selesai melakukan aktifitas panas mereka. yah mereka adalah Oliv dan Vito yang sudah 1 tahun lebih menikah diusia muda.


"Ahh... bangun ih berat tahu" Gerutu Oliv saat inti mereka masih menempel, mendapat pergerakan dari sang istri bukannya melepaskannya Vito kembali memaju mundurkan miliknya pelan.


"Ahh beib..." desa* Oliv, Vito mengecup dan melu*** bibir istrinya dengan lembut, sunggu mereka tak punya urat malu melakukan hal ini dirumah orang.


Berberapa menit kemudian, Vito kembali menyemburkan benihnya kerahim sang istri, Oliv yang merasa penuh dan sesak didalamnya itu hanya tersenyum.


"Udah ya, kita dirumah orang loh" Lembut Oliv mengelus rambut sang suami


"Tap....

__ADS_1


"Atau nanti malam gak ada jatah" Ancam oliv masih dengan senyum, Vito yang mendengar ancaman itu menarik pelan miliknya dan membaringkan tubuhnya disamping Oliv.


"Jangan dong yank, bagiku jatah itu kewajiban kalau gak bisa lemes seharian" Ujarnya seraya memeluk tubuh snag istri dari samping tak lupa wajah yang berada didada padat itu.


"Alah gombal aja" ujarnya menahan geli didadanya.


Setelah beristirahat sejenak, mereka membersihkan diri dan keluar dari kamar yang biasa mereka gunakan jika menginap dirumah Calista.


"Lista mana ya beib?" tanya Oliv yang yanv mendapati sang sahabat dikamarnya


"Dibawah kali" ujarnya seraya memainkan rambut istrinya dari belakang. Mereka berdua berjalan kelantai bawah yang disana ada bibi yang sedang membersihkan meja ruang tamu.


"Lista dimana ya bi?" tanya Oliv pada sang bibi


"Ada digazebo non, sama temennya" jawab snag bibi, Keduanya menyengitkan keningnya, teman?? siapa?


"Ohh.... makasih ya bi" Bibi hanya mengangguk seraya mereka berdua berjalan menuju gazebo yang memang menjadi tempat favorit Lista saat dirumah.


Dari sana Oliv dan Vito melihat Lista sedang mengelus rambut seseorang yang ada dipangkuan lista.


"Gak tahu yank" Jawabnya, seraya mengukuti pacarnya yang berjalan dulu itu.


"Lis.." Panggil Oliv, Calista menoleh sedangkan Putra masih tenang dipangkuan itu tak lupa tangan lelaki itu melingkar diperutnya.


"Dia siapa?" tanya Vito yang tak melihat wajah lelaki yang didepan sahabatnya tepatnya dipangkuan sahabatnya.


"Pacar gue" Jawabnya singkat


"Putra?? Emang dia kesini, apa jangan jangan lu punya cowok lain ya" Tanya plus tuduhan dilayangkan Vito pada Lista.


"Enak aja, gue gak pernah ada cowok lain ya" Ujar lista tak terima


"La terus dia siapa?" tanya Oliv yang tak sabaran

__ADS_1


"Ganggu aja sih temen temen kamu" ucap Putra yang masih betah dipangkuan


"Putra" Pekik Vito saat mendengar suara temannya yang ada diindo.


"Hmm" Dehemnya


"Ini beneran lu?" tanya Vito tak percaya, jika cowok yang tengah bermanja ria dipangkuan Lista adalah Putra si cowok dingin yang paling anti dengan namanya perempuan kini seperti sosok kucing pada induknya.


"Siapa sih beib?? Putra?? pacarnya lista yang diindo itu bukan?" tanya oliv yang masih bertanya tanya pasalnya ia tak melihat wajah dari laki laki itu.


"Bangun gih" Suruh Lista mengangkat kepala Putra pelan, dengan malas Putra bagun dari posisinya dan menatap pacarnya, sahabatnya, dan berakhir diOliv.


"Ganteng bray, lebih dari yang difoto" celetuk Oliv tiba tiba


"Sayang" Vito menarik Oliv kedekapannya


"Hehehe maaf beib, tapi tetep ganteng kamu kok. .. Cup" Rayu Oliv memeluk sang suami


"Mulai lagi" Gumam lista menatap jengan kedua sahabatnya yang selalu tebar pesona dimanapun dan kapanpun.


"Udah biarin" Ujar Putra mengambil jus jeruk milik pacarnya


"Itu punyaku" Ujar lista mengambil gelas itu


"Manis yank" Ujarnya dengan senyum, Lista hanya menggeleng karena Putra yang kata Vito sangat dingin kini kembali seperti saat pertama mereka bertemu.


"Hehehe kenalin gue Oliv, sahabat Lista" Ujar Oliv memperkenalkan diri


"Putra" Balasnya


"Lu udah tahu gue kan, dan yah satu lagi Oliv istri gue" Ujar Vito posesif memeluk sang istri


"Udah tahu" ,Balas Putra kembali merebahkan kepalanya dipaha sang pacar

__ADS_1


Sore itu mereka menikmati waktunya digazebo rumah Lista terutama Lista dan putra yang melepas rindu setelah tiga tahun.


Bersambung.....


__ADS_2