
Jam sudah menunjukkan waktu pulang, tapi tidak untuk hari ini. Para siswa terutama perempuan masih stay disekolah untuk melihat Idola mereka bermain basket, siapa lagi kalau bukan Putra CS, Mereka berbondong bondong menuju lapangan basket dan duduk dikursi penontong ada yang membawa air mineral, Cemilan dan juga handuk kecil ditangan mereka.
Disisi lain para tim yang ada ekstrakurikuler basket sudah berganti jersey basket kebanggaan SMAnya, tak terkecuali putra CS. Tak lupa putra mempotret dirinya dan dikirim kesang pacar, entah sudah berapa foto yang ada digaleri ponsel Lista.
"Kumat lagi si bapak, tiap hari potret potret buat buk bos, coba bapak ada disini" ujar Fajar menepuk pundak Riko, mereka menatap putra yang tersenyum menatap ponselnya.
"Biasanya juga kek gitu, gue cuma berharap mereka bisa langgeng sampai dipertemukan lagi dan juga seterusnya" Ujar Riko tulus, ia mensupport sahabat sahabatnya berpacaran tapi jika perempuan itu tak baik mungkin Riko akan menasehati para sahabatnya
"Heemm"
"Woy pak Budi idah ada dilapangan tuh" Teriak kakak kelas mereka yang tak lain juga Kapten basket diSMA itu.
Mereka yang ada disana bergegas kearah lapangan tapi tidak dengan putra yang seakan enggan meninggalkan chatnya dengan sang pacar, tapi mau tak mau ia harus mengakhiri chat mereka.
Skip
Putra berjalan menuju lapangan, sontak saja kedatangan putra yang membuat mereka menggigit bibirnya, melihat otot otot mulai tumbuh dilengan putra yang terekspos bebas.
"Subhanallah.. calon iman uy"
"Fixs gue tambah ngefans sama dia"
"Iya.. apalagi itu badannya udah kaya yang dinovel novel"
"Kalau tiap hari kek gini gue rela masuk tiap hari, cuma buat lihat doi. itung itung cuci mata"
"Putra follback ig ku dong"
"Putra Love you"
"Ayang bebzzz semangat"
"Riko juga ya semangat, nanti aku kasih bonus kiss"
"Kiss permen atau kiss cium?"
"Cium dong, tapi kalau dia mau gue kasih permen juga hayuk aja aku beliin"
"Nyogokk"
"Biarin"
__ADS_1
"Pokok na mah semangat idola idola aku"
Skip
Pertandingan berlangsung, sedetikpun para siswa tak melewatkan kesempatan melihat idola mereka bermain basket.
Indah yang kebetulan belum pulang memutuskan untuk melihat extra basket, ia membawa tiga botol minuman untuk dan pacar dan kedua pacar sahabatnya.
"Kenapa gue gak vidcall Desi ma Lista aja, biar mereka tahu pacarnya basket." Batinnya mengambil ponselnya dan memanggil Nomor Desi dan Calista.
Room Viddcall
Desi: Tumben vidcall?
Indah:(Hanya tersenyum dan mengarahkan ponselnya kelapangan)
Lista:(Diam dan mengamati)
Desi: Cowok gue ganteng banget sumpah!! (Teriaknya saat melihat Riko mendribble bola basket itu)
Indah: Udah deh des, jangan norak!! btw kenapa lu gak mau pindah kesini aja?
Indah: Kan Riko mau bantu lu, kenapa nolak?
Desi: Gak mau dikira manfaatin Riko aja, lagian ni ya gue bisa sekolah aja udah Alhamdulillah.
Lista: Gu bisa bantu lu kalau lu mau
Desi: Gak deh Lis, kapan kapan aja.
Indah: Terserah lu lah, kapan kapan kita ngumpul bareng yuk.
Lista: Gue gak janji
Desi: Kapan lu pulang ke indo sih?
Indah: Iya lis kapan lu pulang keindo, lu mau apa cowok lu digodain cewek cewek disini. selama gue pindah kesini setiap dia masuk sekolah ada aja yang nembak dia.
Lista: Emang Putra jarang masuk?
Indah: Iya, tapi dia pinter loh put, salut juga gue sama dia.
__ADS_1
Lista: Tolong awasi aja ya, kalau lu lihat dia deket sama cewek lain lu bilang ke gue.
Indah: Iya itu mah pas
Desi: Yeeee..... Masuk dong (Teriaknya yang masih stay melihat pertandingan)
Indah: Tobat gue sahabat kek lu, Btw lu ini di mana?
Desi: Kafe, mumpung gue masih istrirahat.
Mereka terus menonton pertandingan dari Vidcall mereka bertiga, merelakan ratusan MB data habis karena menonton pertandingan yang berlangsung.
Sempat saat istirahat tadi, Putra berbincang sedikit dengan Lista. Ada kesenangan tersediri saat sang pacar melihatnya latihan tadi.
Skip
"Gaes, gue anterin cewek gue pulang dulu ya, nanti gue nyusul kerumah riko" Ujar fajar yang sudah berada xiatas motor itu dengan pacarnya
"Ok" Jawab Riko sedangkan Putra hanya mengangguk dibalik helmnya.
Mereka bertiga meninggalkan parkiran sekolah, membelah jalan raya yang padat akan kendaraan, sekilas putra teringat ucapan pacarnya tadi siang.
"Jangan sering sering bolos, atau aku gak bakal balas chat dari kamu"
Senyum terbit dibibir putra saat mengingat itu, bukannya merasa terkengkang karena tak boleh bolos, tapi ia suka Lista yang mengatur dan mengancam.
Hingga sampailah mereka dirumah Riko, mereka berdua masuk kedalam rumah dan menyapa mama riko yang ada didapur.
"Kok berdua, si fajar mana?" tanya mama Riko
"Anterin pacarnya mah, nanti kalau dia udah sampai disini mama suruh kekamar aja" Ujar Riko
"Kapan kamu ajak Desi main kesini?" tanya Mamanya yang sudah menganggap desi seperti putrinya.
"Belum tahu mah, dia sibuk sama kerjanya. padahal udah aku suruh buat resign dari tempat kerjanya" Ucap Riko menghela nafasnya halus.
"Jangan paksa dia kalau gak mau, mama yakin desi nisa lewati semua ini" Ujarnya
"Ya udah, kalian Mandi dulu gih, bau keringat" Perintah mama riko dan diangguki keduanya
Bersambung.....
__ADS_1