Cewek Dingin Itu Pacarku

Cewek Dingin Itu Pacarku
Sayang!!!


__ADS_3

Deg


Putra melihat seorang gadis sedang duduk diakar pohon dengan tangisan yang sudah terisak. Rambut gadis itu menutupi wajahnya. Ia tahu betul siapa gadis itu.


"Aaaaaa," teriak gadis itu bangun dari duduknya dan melempar batu yang ada didekatnya. Sesak dihatinya saat melihat Putra ditembak wanita lain ditempat paling bersejarah untuknya.


"Brengsek," Teriaknya dengan derai air mata.


"Sayang," panggilnya memeluk gadis itu dari belakang.


Deg


Suara ini, kenapa Putra mengikutinya, bukannya ia sedang berbahagia bersama cewek lain. Tapi pelukan ini milik Putra.


"Sayang," panggilnya yang masih memeluk tubuh Lista.


"Pergi.." sentak Lista melepas pelukan itu, ia sakit saat melihat senyum Putra tadi. Ia sudah berfikir jika Putra sudah menerima cinta gadis seksi tadi, terus buat Putra mengejarnya.


"Sayang, hey... Lihat aku," Putra membalikkan tubuh sang pacar, bibir pucat dengan air mata yang sudah mengalir deras. Dengan cepat Putra menghapus air mata sang pacar.


"Kenapa disini, bukannya habis terima pernyataan cinta cewek, hah.... Kamu tega tahu gak, aku bela belain pulang buat kamu, tapi kamu.." Lista tak bisa melanjutkan kata katanya.


"Kamu cemburu hmm?" tanyanya membawa sang pacar menuju kursi kayu panjang disamping pohon itu.


"Cewek mana yang gak cemburu lihat cowoknya ditembak sama cewek lain hah, apalagi lihat kamu senyum tadi. Aku gak nyangka put kamu setega ini."


Grep


Laki laki itu merengkuh tubuh pacarnya. Lista masih saja menangis, ia ingin pergi dari sana tapi tangan putra menahan tubuhnya.


"Cup cup sayang aku bisa jelasin kok," belum sempat Putra menjelaskan ucapannya Lista sudah menyelanya.


"Apa.. Kamu mau jelasin kalau kamu hiks udah pacaran sama dia," dengan isak tangis tangisnya.


"Kamu jahat Putra, kamu jahat.... Aku mau kita put.."


Cup


Putra mencium bibir Lista, ia tak mau gadisnya meneruskan kalimat yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Benda kenyal itu masih menempel dibibir kenyal Lista yang sedikit berontak. Setelah melepaskan ciuman itu, Putra memeluk Lista yang menangis.

__ADS_1


"Jangan diterusin, aku gak ada apa apa sama dia, sumpah."


"Aku gak terima dia sayang, kamu jangan berpikir buruk dulu tentang aku," dengan tangan yang masih mengelus punggung sang pacar Putra menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.


"Emhh.." Malu Lista semakin menyelusupkan wajahnya didada Putra dengan rona wajah yang sudah tentu.


"Sekarang percaya kan? aku gak mungkin hianatin kamu yank, sumpah demi apapun." ujarnya mengecup pucuk kepala Lista.


"Udah ya jangan nangis lagi," Putra melepaskan pelukan erat itu dan menghapus sisa air mata Lista.


"Tapi dia tadi tembak kamu dan kamu senyum," cemberut Lista.


"Tapi aku gak terima dia sayang, aku menolaknya. Cuma kamu yang ada dihatiku." jawabnya mengecup tangan sang pacar.


"Masa seorang Calista Aulia Risti nangis hmm, apa kata anak anak kalau mereka tahu ibu kedisiplinan nangis hmm."


Tak heran kenapa Lista menangis, ia sidah terlanjur cinta dengan sosok tampan ini. Pria yang sudah 5 tahun lebih menjadi pacarnya. Dan satu yang perlu kalian tahu wahai para lakik "Perempuan itu mengutamakan perasaan daripada logika"


"Kenapa gak bilang kalau mau pulang?" tanya Putra merapikan rambut Lista yang acak acakan itu.


"Sengaja," lirihnya yang masih berada dipelukan itu.


"Mama, papa, nenek sama kakek juga pulang?" tanya Putra dan dijawab gelengan oleh Lista, berarti papa Devan tadi membohonginya dan Lista dari singapura sendiri.


"Gara gara kamu sih." Lista menyalahkan Putra.


"Iya sayang aku yang salah," jawabnya bersabdar dipundak Lista, Putra akan manja dengan orang yang ia sayangi termasuk sang kakak.


"Cewek tadi siapa?" tanya Lista mengelus pipi pacarnya.


"Diana," jawabnya singkat ia memejamkan matanya untuk menikmati elusan tangan lembut itu.


"Kamu suka sama dia?"


"Enggak sayang, aku cuma suka dan cinta sama kamu."


"Kamu gak punya niat buat selingkuh gitu, kan aku gak dideket kamu."


"Enggak, karena aku udah terlanjur cinta mati semati matinya sama kamu."

__ADS_1


"Hmmm... kalau seumpamanya aku gak ada gimana? apa kamu bakal tetap sendiri hmm? kamu juga harus cari yang lain kan"


"Gak, aku gak akan biarin kamu kemana mana, udah cukup 3 tahun lebih kita LDR, setelah ini kamu gak boleh balik kesingapura lagi kalau gak mendesak," ujar Putra memeluk Lista dari samping.


"Umurkan gak ada yang tahu sayang," entah kenapa Putra mendapat kesan buruk dalam kalimat ini, seperti Lista akan pergi darinya.


"Kamu gak akan kemana mana, aku pastikan itu."


"Iya, yuk pulang," ajak Lista.


"Kamu tadi naik apa kesini?" tanya Putra.


"Taksi, barang barang aku udah dirumah. Sengaja mau ketaman ini, tapi malah lihat penampakan yang huhh," seketika Lista teringat hal itu lagi.


"Udah dong, jangan diungkit lagi," gemas sendiri Putra jadinya, ia sudah meenjelaskan yang sebenarnya tapi Lista masih saja teringat.


"Hmm,"


Mereka bangun dari duduknya dan tiba tiba pusing menyerang calista, tapi tetap ia tahan karena tak mau membuat Putra tahu tentang penyakitnya.


"Langsung pulang ya put," pesan Lista yang sudah duduk dijok belakang motor Putra.


"Gak mau mampir mana gitu?" tanya Putra dan dijawab gelrngan oleh Lista.


Putra mengangguk, sedangkan Lista memeluk erat perut Putra, karena pusing yang teramat. Dengan kecepatan sedang Putra melajukan motornya meninggalkan taman, Diana melihat semua itu dengan sakit hati yang membuncah.


"Sial," geramnya ia pikur wanita tadi adalah perusak hubungannya dengan Putra. Diana berlalu meninggalkan tempat itu.


Motor Putra sampai di depan rumah Lista yang hanya ditinggali para asisten dan satpamm itu.


"Sayang udah sampai," Lista turun dari motor itu dan tersenyum kearah putra.


"Makasih Put," ujarnya tulus, belum sempat Putra menjawab. Lista mimisan dan oleng didepan Putra.


"Sayang!!!"


Bersambung......


.

__ADS_1


(Mumpung ujianku udah selesai in syaa allah aku bakal up tiap hari. Makasih yang udah luangin waktunya buat baca, jujur aku seneng kalau kalian baca ceritaku yang acak adul ini😆)


Oke untuk 3 bab sebelumnya aku revisi yak, salah nama harusnyakan Diana bukan Yuni hehehe maafin.


__ADS_2