Cewek Dingin Itu Pacarku

Cewek Dingin Itu Pacarku
Kumpul bareng


__ADS_3

Tok tok tok


Pintu diketuk dari luar, jam masih menunjukkan pukul 7 pagi. Masih terlalu pagi untuk bertamu, tapi siapa yang sudah memencet bel rumah mereka.


"Kamu ada tamu nak?" Tanya Mama Hana pada Lista.


"Katanya sih teman teman mau datang, tapi ini masih terlalu pagi mah buat bertamu. Apalagi Putra yang udah balik tidur." Jawab Lista.


"Bukak gih, kasihan kalau benar mereka yang didepan." Lista mengangguk dan membuka pintu kayu itu.


"Lista." Teriak Desi dan Indah saat melihat sahabatnya yang membuka pintu. Desi dan Indah memeluk tubuh Lista hingga gadis itu terhuyung kebelakang karena belum siap.


"Astagfirullah."


"Ajak masuk Lis temannya," teriak Mama Hana dari arah belakang.


"Iya Ma," balasnya sedikit berteriak.


"Yuk masuk." Ajak Lista menyuruh keempatnya masuk. Dengan masih berpelukan Desi dan indah masuk terlebih dulu meninggalkan suami dan pacarnya didepan pintu.


"Mereka seneng banget kelihatannya," ucap Riko yang sedari tadi diam.


"Wajarlah mereka sudah lama gak ketemu." Jawab Fajar memasuki rumah yang sudah tak asing baginya diikuti oleh Riko.


"Lista gue kangen, lu kok gak bilang sih kalau udah di Indonesia? Kan aku bisa sering main kesini." Cerocos Desi.


"Maaf."


"Gak papa, sekarang kita bisa kumpul bareng lagi," ujar Indah yang masih betah dipundak.


"Heem."


"Putra mana ya Lis? Kok dari tadi gue gak lihat?" Tanya Riko yang sudah duduk disamping sang istri.


"Ada dikamar, gue panggilin bentar. Kalian tunggu sini oke."


"Gue gak salah dengar kan ya? Itu tadi pacarnya si bos kan? Kok bisa beda gitu?" Tanya Fajar melihat punggung Lista yang sudah hilang.


"Dia udah berubah, semoga seterusnya begitu."


"Ammiin." Jawab mereka. Hingga Mama Hana datang membawa kue dan juga minuman.


"Mama seneng kalian mau main kesini lagi! Riko nikah juga gak bilang Mama." Ucap Mama meletakkan nampan dimeja.

__ADS_1


"Bukannya gak mau Mah, cuma pernikahan Riko juga mendadak." Riko tak mau orang lain mengerti kenapa ia nikah secepat itu.


"Kenapa?" Tanya Mama Hana.


"Ada masalah sedikit, tapi gak papa. Aku juga bahagia sama Desi." Jawab Riko. Mama Hana mengangguk ia juga tak mau terlalu mencampuri urusan anak anaknya ini.


"Mama keatas dulu ya, tungguin aja Lista sama Putra gak lama turun kok."


"Iya maj, maaf kalau kedatangan kami mengganggu." Dengan sopan Fajar meminta maaf.


"Gak papa."


Sedangkan dikamar Lista malah dibuat kesal dengan Putra yang tak mau melepaskan pelukannya diatas kasur.


"Teman teman kamu dibawah nungguin." Dengan kesal Lista mencubit dada Putra yang keras.


"Jangan dicubit dong."


"Makanya lepasin, gak enak sama teman teman kita dibawah. Masa tuan rumahnya masih molor."


"Mereka bertamunya pagi banget Ay, aku kan masih mau dimanja sama kamu." Cemberut Putra menduselkan wajahnya dileher Lista.


"Hufftt nanti aja manja manjanya, sekarang kamu temuin sahabat kamu sana." Lista menelus rambut hitam milik Putra.


"Udah ayo bangun," perintah Lista dan diangguki oleh Putra dengan malas


Setelah bangun Putra mencuci mukanya dikamar mandi sedangkan Lista turun menemui teman temannya.


"Manja banget istri lu," Lista melihat Desi yang duduk dipangkuan Riko dengan manja.


"Biasa bumil mah gini, tadi aja ngajak pagi pagi kesini. Eh sampai sini malah manja kek gini." Jawab Riko.


"Desi hamil ya, bakal ada baby dong ditengah persahabatan kita?" Drngan senang mereka mengabgguk, mereka bisa melihat Lista tak lagi irit bicara.


Dari arah tangga Putra turun dengan maalsnya, dungguh teman temannya mengganggu tidur paginya.


Tanpa persetujuan Lista, Putra membaringkan tubuhnya disofa dengan paha Lista yang jadi bantal.


"Eh." Kaget Lista menatap Putra yang kembali menutup matanya.


"Wehh pak bos, sekarang udah ada pawang jadi gak mau jauh nih," ledek Fajar.


"Kalian itu pagi-pagi ganggu orang tidur aja. Kalau bertamu tuh siang nanti." Ucap Putra yang meraih tangan sang pacar agar mengelus rambutnya.

__ADS_1


"Ini maunya si bumil pak." Jawab Riko mengelus lembut perut sang Istri.


"Bakal jadi bapak dong lu?"


"Iya lah, gak kayak kalian macarin anak orang aja gak berani ngawinin."


"Oh jadi kalian nikah gara gara ketahuan kawin yak?" Tanya Lista.


"Belum juga kawin, udah kepergok mama papanya Riko." Jawab Desi. Sedangkan Indah sedari tadi hanya diam menyimak tak lupa mulutnya penuh dengan kue.


"Yank," rengek Indah pada pacarnya.


"Kenapa mau dimanja juga?" Tanya Fajar menepuk pahanya agar sang pacar duduk disana. Dengan senang hati Indah duduk dipaha sang pacar, memang tahu aja si Fajar kalau pacarnya ingin dimanja.


Tak ada kecanggungan didalam persahabatan mereka, awalnya hanya Riko, Fakar, dan Putra yang bersahabat berjalan dengan waktu para pacar mereka juga ikut jadi sahabat. Lista yang dulu tak punya remanpun memilikinya sekarang.


"Btw kandungan lu berapa bulan des?" Tanya Indah yang lupa menanyakan usia kandungan Desi.


"Baru 3 minggu." Jawabnya jujur.


"Pasti Riko buatnya tiap hari ya Des, sampai sampai dah tek dung dalam satu minggu?" Fajar berkata dengan tanpa dosanya, Indah yang malu menabok lengan Fajar.


"Gak tahu malu."


"Apasih sayang!! Aku ini tanya. Kan kalau bener aku bisa belajar dari dia." Jawabnya mencubit hidung Indah.


"Ishhh."


"Kalian kesini mau apa?" Tanya Putra yang masih dielus oleh Lista.


"Main lah, gue rela bolos hari ini gara gaa mau kesini." Jawab Riko dan diangguki mereka.


"Sekalian melepas rindu sama Lista." Imbuh Desi.


"Kita juga jarang kumpul lagi sejak kuliah. Gue gak mau pertemanan kita renggang gara gara gak pernah kumpul." Ucap Fajar.


"Hmmm."


Mereka terus bercerita dengan raut bahagia, Lista dan Putra hanya menyimak apa yang mereka obrolkan. Ia masih nyaman tiduran dipaha Lista dan menikmati elusan tangan itu.


Tak terasa hari mulai siang, para cewek memesak untuk laki laki begitupun mama Hana yang baru pulang dari butik bersama Adel.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2