
Berberapa bulan berlalu, dimana hari ini adalah hari kenaikan kelas, hari dimana mereka semua was was menunggu guru menempel data siswa yang naik kekelas kemading. sedangkan putra sang idola SMA tengah duduk santai dirooftop dengan minuman dingin dihadapannya, Menatap pemandangan kota jakarta yang ada dihadapannya pula.
Sendiri
Kedua temannya sedang menikmati waktu mereka dengan pacarnya masing masing, ditambah putra memiliki sahabat pindahan dari singapura yang tak lain adalah vito. entah kenapa mereka bertiga wellcome aja dengan Vito yang usianya 1 tahun diatas mereka.
Lista: Kangen (Satu kata yang keluar dari mulut Lista setelah 2 menit Vidcall tersambung)
Putra: Satu tahun lebih, aku pengen peluk kamu.
Lista: Kamu ada niatan buat duain aku gak sih??
Putra: (Menggeleng) Aku gak ada niatan buat duain kamu, walau sederhana kata setia itu aku pegang erat sayang (Senyum)
Lista: Tapikan banyak yang suka kamu, apalagi cantik cantik dan penampilannya hot banget.
Putra: Gak ***** yang kayak gitu, aku cuma mau kamu
Lista: Jangan bilang kamu...
Putra: Hei aku normal sayang... (Ujarnya tak terima)
Lista: Kirain gak normal, Kelamaan sama Fajar dan Riko sih..
Putra: Walau sering sama mereka tapi aku gak homo, (Rajuknya)
Lista: Hahahaha...
Putra: Gak lucu
Lista: Udah ih jangan ngambenk, nanti aku cium loh
Putra: Boleh aja!!
__ADS_1
Lista: (Memberi kecupan jauh dari ponselnya, yang membuat Putra tersenyum sendiri)
Putra: Kalau aja kamu disini, udah aku kawinin kamu.
Lista: (Tersenyum)
Hingga Putra terkejut aja yang membuka pintu dibelakangnya, Lista yang melihat wajah pacarnya kaget itu hanya bertanya dalam hati.
"Ternyata benar lu ada disini" Ujar seorang gadis yang mampu ditangkap oleh Lista,
"Ngapain?" tanya Putra cuek, yang dikhawatirkan sang pacar melihat ada seorang perempuan bersamanya.
"Emm.. anu gue gue" Gugupnya
"Cepet" Gertaknya
"Anu gue mau lu jadi pacar gie, lu tahukan gue udah lama suka sama lu, gue bisa kasih apa pun yang lu mau. termasuk tubuh gue" ujarnya yang entah dari mana keberanian itu datang.
Putra hanya tersenyum remeh, tidak ada cewek sebodoh ini dalam hidupnya, Lista jauh lebih baik dari cewek ini.
"Hanya karena cinta lu taruhin tubuh lu, Bahkan kalau gue mau gue bisa cari yang lebih daripada lu, tapi gue ingat ada hati yang harus gue jaga...." Ujar Putra yang mampu didengar oleh Lista.
"Tapi apa kurangnya gue, banyak cowok yang ngantri buat dapetin gue, tapi gue tolak dan itu semua karena gue cinta sama lu" Ujarnya dengan lirih, membendung rasa sakit yang ia terima.
"Karena perasaan gak bisa dipaksa, sekuat apapun lu gak bakal bisa luluhin hati orang yang udah dikunci untuk wanita manapun" Ujarnya
"Tapi gue cinta sama lu, apa lu udah punya cewek sampai sampai lu berulang kali tolak gue?" Lirihnya bertanya
"Iya, gue udah punya pacar, dan pacar gue jauh lebih baik daripada lu" ujarnya pada Cewek itu, Lista yang mendengar jawaban Putra itu hanya tersenyum.
"Siapa cewek itu, apa dia udah kasih tubuhnya buat lu hah, samapi sampai lu mau sama dia?" Teriaknya menatap mata Putra yang sudah memancarkan kemarahan.
Deg
__ADS_1
"Serendah itu anggapan orang tentang gue" Batin lista memegang dadanya
Plak
"Cewek gue gak serendah itu, Dia bukan lu Celina" Teriaknya menapar pipi mulus Celina, (Cewek yang pernah ditolong Putra dulu ada dieps 28)
"Hiks....
"Sekali lagi lu ngomong yang enggak enggak gue gak segan segan berbuat yang lebih kasar dari ini" Ucapnya, Celina yang tak tahan itu berlari dengan air mata yang terus menetes.
Putra menormalkan kemarahannya, ia sadar Lista pasti mendengar ucapan mereka tadi.
Putra: Sayang kamu masih disana? (Tanyanya saat melihat beground itu berganti hitam tapi masih menyambung)
Putra: Sayang, jawab aku!!
Lista: Hmmmm... udah selesai bicaranya?
Putra: Maaf
Lista: Kenapa minta maaf kamu gak salah, karena kamu memang idola dari dulu.
Putra: Sayang.... pasti kamu denger omongan cewek tadi kan!! Tenang aja kalau sampai dia ngomong yang enggak tentang pacar aku, aku gak bakal tinggal diam.
Lista: hahaha Emang dia tahu aku siapa hmm?? Kan aku gak ada disana, Yang tahu mungkin cuma anak anak SMP dikit pula.
Putra: Siapa tahu kan!
Lista: Udah udah..... gak usah dibahas... Aku percaya kok sama kamu
Putra: Makasih sayang.
Lista: Hmmm
__ADS_1
Bersambung......