
Pikiran aneh mulai menyerang Lista, tapi dengan cepat gadis itu hilangkan. Ia yakin Putra setia padanya, waktu 5 tahun bukan hal yang mudah untuk melupakan.
Dari kejauhan Putra berjalan menuju tempat Lista dengan coolnya.
"Sayang maaf lama, tadi ada tugas dari dosen aku harus keruangannya. Tapi sekarang kita bisa jalan," ucapnya duduk disebelah Lista.
Lista hanya tersenyum samar dan mengangguk, Putra menggengam tangan Lista dan berjalan menuju parkiran.
Putra yang hendak memakaikan helm itu ditahan oleh Losta dan menggeleng, Putra hanya tersenyum seraya mengacak rambut Lista.
"Dari dulu kamu gak berubah ya, selalu gak mau pakai helm."
"Gerah Putra, gak tahan," jawabnya.
"Demi keselamatan kamu sayang, pakai ya. Gak akan gerah kok."
Akhirnya Lista mengangguk tak ikhlas, Putra hanya tersenyum geli seraya memasangkan helm ke kepala Lista yang sedang cemberut.
"Sengaja mau goda aku hmm?" Tanya Putra.
"Siapa yang goda kamu ih, dah yuk jalan. Gak enak dilihatin fans kamu."
"Hahaha kamu cemburu ya, wajar sih mereka kek gitu. Secara aku most wanted disini. Aku gak pernah bonceng wanita manapun selain kak Putri, itupun terpaksa."
"Jadi kamu bonceng aku juga terpaksa?" Tanya Lista.
"Enggak sayang, aku ikhlas lilahi ta'ala. Kamu kan beda sama mereka. Mau hati dan jiwaku pun kamu ambil gak papa." Putra menggombal didepan Lista dengan mengedipkan matanya, membuat semua siswi yang ada disana terpana. Beruntung sekali gadis itu, batin mereka.
"Siap?"
"Udah yuk jalan," ajaknya yang memang sudah duduk dibelakang.
Putra melajukan motor sport itu meninggalkan area kampus, tanpa sengaja Fajar dan Indah yang baru saja keluar dari kelas melihat mereka.
"Putra bonceng siapa yank?" tanya Indah menatap punggung wanita yang dibonceng Putra.
"Gak tahu, emang Lista udah pulang?" tanya Fajar, Indah hanya mengendikkan bahunya.
"Hubungi dia gih," suruh Fajar.
^^^Anda^^^
^^^Lu udah pulang?^^^
"Dia gak balas."
"Positif thinking aja, siapa tahu orang numpang buat bareng."
Indah mengangguk dan mereka melanjutkan jalan mereka kekantin yang masih riuh akan apa yang mereka lihat tadi.
_____________________
"Kita mau kemana?"
"Ketempat yang indah sayang, kamu pasti jenuh dirumah terus."
Putra menjawab dengan tangan yang mengelus punggung tangan Lista.
"Makasih buat selama ini, kamu mau terima aku yang sakit ini."
"Kenapa gitu lagi ngomongnya hmm, aku cinta sama kamu tulus sayang. Jangan mikir yang enggak enggak."
__ADS_1
"Kalau aku gak serius buat apa aku minta kamu ke papa dan mama kamu sayang."
"Jika Allah memanggil biarlah aku dulu, agar aku tak merasakan sakit karena kamu."
Calista hanya terdiam dengan tangan yang memeluk erat perut Putra, setelah apa yang dikatakan perempuan dikantin tadi Lista takut Putra meninggalkannya.
Motor sport Putra berhenti disebuah kafe yang dulu sering mereka datangi saat pulang sekolah.
"Masih sama kan?" Tanyanya dan dianggukkan oleh Lista. Gadis itu tak menyangka jika Putra masih ingat akan kafe ini.
Putra menggengam tangan Lista dan masuk kedalam kafe yang sudah lama tak dikunjungi Lista. Putra mengambil meja yang jauh dari kerumunan karena itu adalah tempat kesukaan Lista.
Setelah memesan makanan, Putra menaruh kepalanya dibahu Lista yang sedang bermain ponsel itu.
Indah
Lu udah pulang?
^^^Anda^^^
^^^Udah.^^^
Indah
Pulang gak kasih kabar, sahabat macam apa lu.
^^^Anda^^^
^^^Sorry.^^^
Indah
^^^Anda^^^
^^^Gue gak dirumah!^^^
Indah
What!! Dimana lu sekarang tinggal?
^^^Anda^^^
^^^Dirumah Putra.^^^
Indah
Kalian tinggal bareng? Jadi yang dibonceng Putra tadi lu dong?
^^^Anda^^^
^^^Iya tinggal bareng.^^^
^^^Lu tahu! Dimana? Iya gue yang sama Putra tadi.^^^
Indah
Fixs, besok kita reunian dirumah Putra.
^^^Anda^^^
^^^Terserah lu.^^^
__ADS_1
________
"Lista emang udah pulang yank," ucap Indah seraya menggunyah kentang yang disuapkan Fajar.
"Jadi yang tadi itu Lista?"
"Iya," jawabnya mengangguk.
"Besok kita kerumah Putra, sambil reunian."
"Kok dirumah Putra? bukan rumahnya Lista ya?"
"Enggak, Lista tinggal dirumah Putra karena mama papanya masih di Singapura."
Fajar terus menyuapi Indah dengan kentang goreng, Indah menerimanya seraya memanggil nomor Desi.
Tutttt
"Kemana sih ni anak," gumam Indah terus menelepon Desi.
..............
"Akhh... yank ada telepon. Udahan ya." Ucap Desi saat melihat benda pipih itu berbunyi.
"Nanggung yank." Riko terus menggoyangkan pinggul Desi.
"Aku capek," rengeknya. Riko berhenti tapi tak melepas ********* itu. Dengan cepat Desi mengambil ponselnya.
"Halo Des, lu dimana aja sih lama banget?"
"Lagi dijalan, kenapa?" tanya Desi lirih seraya menahan desahannya.
"Mau ngajak lu kerumah Putra besok, kita kumpul bareng. Lista udah pulang dan tinggal dirumah Putra."
"Oo lista udah pulang"
"Iya makannya kita kesana besok."
Desi yang akan menjawab itu malah di****** oleh Riko, hingga suara ******* itu didengar oleh Indah.
"Iya ahh, Riko gue lagi telepon," ucap Desi menutup mulutnya.
"Lu."
Tuttt
Indah langsung mematikan telepon itu dengan wajah memerah.
"Sial."
"Kenapa yank?" tanya Fajar yang melihat raut wajah pacarnya berubah.
"Mereka lagi ngelakuin itu yank," jawabnya menatap Fajar.
"Hahahahaha kenapa hmm, kamu iri. kalau kamu mau aku bisa buat kamu mendesa* hari ini juga."
"Mesum" Indah mencubit perut Fajar.
Bersambung......
Oke, setelah sekian hari uthor gak up. Akhirnya up juga malam ini itupun karena uthor dapat surat cinta. Hahahaaa..... Maafin ya;)
__ADS_1