Cewek Dingin Itu Pacarku

Cewek Dingin Itu Pacarku
Sandwich


__ADS_3

Malam harinya Lista yang disibukkan oleh Vidcall dari sang pacar yang menggodanya dan membuat sang empu salting.


Ting


1 pesan dari kak Enggal


Putra :Siapa yang?


Lista: Kak Enggal


Putra : Enggal, anak kelas 9 itukan?


Lista : Iya putra, bentar ya


Putra :Okey


Lista membuka pesan dari Enggal yang tak lain adalah ketua osis disekolah itu. Dengan panggilan masih dengan Putra,


Kak Enggal


Hay. ganggu gak?


^^^Anda^^^


^^^Enggak^^^


Kak Enggal


Pulang sekolah jalan yuk.


^^^Anda^^^


^^^Gak minat^^^


Kak Enggal


Yah gitu ya, padahal aku mau ajak kamu keperpus kota


^^^Anda^^^


^^^Hmm^^^


Kak Enggal


Cuek amat sih lis!!


^^^Anda^^^


^^^Kalau gak penting gak usah chat deh kak^^^


Kak Enggal


Oke oke, gue cuma mau bilang besok ada rapat pemilihan osis baru periode ini.


^^^Anda^^^


^^^Oke^^^


lepas mendapat pesan dari ketua osisnya, Lista langsung memberitahukan kepada penghuni grup osis bahwa besok ada rapat pemilihan osis diwajibkan untuk semua hadir.


Putra yang sedari tadi dikacangipun angkat bicara


"Yang"


"Hmmm"


"Kenapa Enggal chat kamu?"


"Biasa ada rapat"


"Ooo yaudah, kalau gitu"


"Hmm"


"Besok aku jemput"


"Ya"

__ADS_1


Vidcall mereka berlanjut hingga Lista merasa ngantuk karena jam sudah menunjukkan pukul 10 malam.


"Aku ngantuk, udah dulu ya"


"Emm padahal aku masih kangen"


"Besok lagi oke"


"Oke"


"Assalamualaikum"


"Wa'alaikumsalam"


Lista yang sedari tadi sudah berbaring itu langsung terlelap, berbeda dengan Putra yang masih stay diponselnya.


"Manis bat dah calon istri gue" Gumam Putra yang masih melihat wajah cantik lista tertidur, Vidcall yang dikirang sudah dimatikan tadi ternyata masih hidup


"Fixs yang udah jadi milik gue gak bakal gue lepas" Gumamnya lagi


"Malam sayang" Ucapnya dan dengan berat hati ia menutup vidcall itu


Putra meletakkan ponselnya dinakas dan bersiap untuk tidur.


.........


Keesokan harinya Lista sudah siap dengan seragam sekolahnya, ia mengambil tas hitam itu dan turun kelantai bawah.


"Pagi pa, ma, nek , kek" Sapa Lista mencium pipi mereka satu persatu


"Pagi juga sayang" Jawab mereka


"Mama Lista mau bawa bekel" Ucapnya pada sang mama, Mamanya hanya mengangguk ia mengambil kotak makan yang ada disana dan mengisinya dengan sandwich


"Mama doublein ya" Pinta Lista seraya mengoles selai cokelat pada roti dihadapannya itu.


"Buat putra ya?" goda sang papa


"Tau aja si papa" Jawabnya dengan senyum.


"Pesen kakek ya nak, jangan sampai kalian keluar batas" pesan kakek dan diangguki oleh sang cucu


"Kami percaya kok sama kamu" Ucap mereka


mereka melanjutkan sarapan dengan tenang, Lista senang akhirnya keluarganya utuh kembali.


"Mah gak mau buat adik Lista?" tanya Lista pada sang mama


Uhuk uhuk


"Pelan pelan ma" tegur papa seraya menyodorkan air putih itu


"Iya Rin, kalian masih pantas loh punya anak lagi" Ucap sang nenek


"Ayah juga mau ngerasai gendong bayi lagi" timpal sang kakek


"Bukannya Rina gak mau, cuma belum dikasih aja" Jawabnya dengan lesu


"Tiap hari kita juga udah usaha" Timpal sang papa


"Kita do'ain deh mama cepet hamil, dan lista punya adik lagi" Ucap Lista dengan senyumnya


"Aminn"


Tin tin


"Kayaknya Putra udah didepan, lis pamit ya semua. Assalamualaikum" Salam lista mengambil kotak makan itu dan menyalimi mereka.


"Wa'alaikumsalam, hati hati" Ujar mereka


"Iya"


Lista sudah memasukkan bekalnya didalam tas dan menghampiri putra yang sudah stay diatas motor, kadang Lista takut jika ia terlalu mundur akan jatuh.


Putra memberikan jaket lepisnya untuk menutupi pahanya sang pacar.


"Pegangan yank" Ucap Putra dan dituruti oleh Lista

__ADS_1


Putra menjalankan motornya keluar dari area rumah sang pacar, motor sport berwarna hijau itu membelah jalan raya menuju Sekolah.


"Aku keruang osis dulu ya, nanti makan diang mareng aja dikelas" ujar Lista


"Oke, Aku tunggu dikelas ya" jawab Putra mengecup kening Lista


"Heem, nanti kalau ada yang kelihatan bolos bilang aku"


"Siap"


Lista langsung berjalan kearah ruang osis, sedangkan Putra masih stay dimotornya menunggu fajar dan Riko.


__________


Lista memasuki ruang osis itu dan sudah ada enggal sang ketos, dan berberapa anak lainnya. Mereka duduk ditempat masing masing sambil menunggu anggota yang lain datang.


Berberapa menit kemudian rapatpun dimulai Enggal selaku ketua osis memulai rapat tentang pemilihan ketua osis baru.


"Bagaimana lista kamu mau mencalonkan diri?" tanya Enggal


"Enggak"


"Tapi ini kesempatan bagus buat lu mencalonkan diri lis" ucap salah satu anggota


"Gue gak bisa, kan masih banyak anak lain." Jawab Lista tegas


"Alasan lu apa gak mau?" tanya enggal dengan tegas


"Gue gak yakin bisa jadi ketua osis, Lebih baik gue jadi sesi ketertiban aja. disini juga banyak yang kompeten seperti Riri, Fuad, Alif juga." ujar Lista


Setelah perdebatan tentang lista yang tak mau menyalonkan diri, hingga semua pasrah karena lista tetap kekeh dengan pendiriannya bahkan ia memberi ancaman akan keluar dari osis jika mereka tetap mendesak dia.


________


Jam Istirahat


"Lis kekantin bareng yuk" Ajak andre pada lista


"Duluan aja" Jawabnya


Mereka keluar kelas menuju kantin walau masih ada berberapa yang berada dikelas.


Lista mengambil bekal yang ada ditasnya, sedangkan pitra inisiatif saja duduk disamping Lista.


"Nih, aku sengaja suruh mama banyakin" ucap Lista menyodorkan sandwich itu


"Aku suapin ya" Tawar Putra


"Ih emang aku anak kecil apa" Sungut lista


"Ya gak papa yank, sekali kali" Ujar Putra belum sempat Lista menjawab


"WHAT YANK?" Teriak mereka yang ada dikelas itu


"Kenapa kalian?" tanya putra menatap tajam 2 manusia yang sedang melihat kearah dia dan lista. kedua orang itu hanya menggeleng pelan serayya tersenyum kecut.


"Yah gak ada harapan lagi deh gue" Batin salah satu dari mereka


"Gila, siputra pacaram sama cewek es" Batin satunya


"Gak kekantin?" tanya lista singkat


"Enggak, lagi hemat" Jawab salah satunya


"Gue ada sandwich kita makan bareng" Ujar Lista pada mereka, sontak saja putra yang mendengar itu menatap tajam pacarnya


"Ini banyak, mubazir kalau gak habis" Ujar lista, akhirnya merekapun bergabung dengan lista dan putra. sesekali cewek itu curi pandang kearah putra dan lista tahu itu.


"Sekali pagi lu berdua lirik cowok gue, abis lu" Dingin Lista menatap tajam kedua cewek itu. Putra yang melihat pacarnya sedikit sensitif itu menggengam tangan sang pacar.


"Iya lis, maaf. lagian cuma lirik doang, gak aa niat juga buat rebut putra dari lu." Jawabnya sedikit bohong.


"Hmm"


"Jangan bilang kesiapanpun kalau kita berdua ada hubungan" Ujar Lista, mereka berdua hanya mengangguk.


"Hufftttt padahal gue mau hubungan ini dipublish" Batinnya

__ADS_1


"Belum saatnya" Batin Lista menatap pacarnya itu.


Bersambung.......


__ADS_2