
Putra mengajak Lista untuk duduk dikursi kebesarannya lebih tepatnya Lista duduk dipangkuan Putra.
"Banyak banget ya?" Tanya Lista yang tak paham akan tulisan dilaptop itu.
"Enggak kok yank, dikit lagi." Jawabnya seraya mengetik tapi sebentar-sebentar menoleh keatah Lista.
"Hmm, aku ganggu ya?" Tanya Lista menyandarkan wajahnya didada Putra.
"Enggak sayang, aku malah semangat kalau ada kamu disini. Sering sering ya siang-siang kesini bawa makanan."
Cups
"In Syaa Allah aja ya." Tangan Lista menari diatas dada Putra membuat pola disana.
"Tangannya kok nakal." Putra menghentikan gerakan tangan Lista.
"Gak nakal kok, cuma bingung aja mau ngapain. Kamu peluk perut aku terus, tapi tangan kamu masih sibuk ngetik yang satu."
"Anget yank, biasanya aku disini sendiri. Sekarang kamu kan ada jadi tolong peluk aku oke." Ucap Putra dengan pandangannya kelaptop.
Lista hanya diam, posisinya tak nyaman tapi mau gimana lagi Putra tak mai melepaskannya.
"Aku disofa aja ya, takut kamu keganggu nanti."
"Kamu yang keganggu hmm?" Tanya Putra dengan sedikit serak.
"Hmm." Dengan anggukkan kecil Lista membenamkan wajahnya didada Putra.
"Gak bisa aku kondisiin yank, udah papasan sama pawangnya soalnya. Maafin lah ya." Balas Putra tanpa malu.
"Mesum banget deh."
"Jangan gerak ya." Pinta Putra pada sang istri.
Dengan menahan gejolak didirinya, Putra menyelesaikan pekerjaannya sedangkan Lista yang sedari tadi bersandar didada suaminya itu terlelap karena menikmati detak jantung suaminya.
Akhirnya setelah setengah jam berkutat dengan laptopnya, Putra menyelesaikan tugasnya dan menyimpan dokumen yang ada dilaptopnya.
"Sayang." Panggil Putra melonggarkan pelukannya pada Lista.
"Tidur ya." Gumamnya menyelipkan anak rambut istrinya dibalik telinga.
Putra melihat jam dipergelangan tangannya, sudah jam setengah dua. Sebenarnya belum waktunya pulang tapi entah kenapa ia ingin pulang cepat.
^^^Anda^^^
^^^Pah, aku pulang cepar ya. Lista ketiduran nungguin aku. Aku lihat jadwal juga gak ada meeting.^^^
Papa
Pekerjaan kamu udah selesai?
^^^Anda^^^
^^^Udah, baru aja.^^^
Papa
Ya sudah gak apa apa, biar Mama dan Adel sama Papa.
^^^Anda^^^
__ADS_1
^^^Mereka belum pulang?^^^
Papa
Biasalah Mama kamu, habis jalan jalan ngelilingin kantor sama Adel.
^^^Anda^^^
^^^Oh, ya sudah aku sama Lista pulang dulu.^^^
Putra memundukan kursinya dan menggendong tubuh istrinya seperti koala keluar dari ruangannya.
"Saya pulang dulu, jika ada sesuatu kamu aja yang handle." Ucapnya pada Aira.
"Siap pak, nanti saya urus. Dan ya pak satu lagi tolong sampaikan maaf saya pada Bu Lista. Saya benar-benar tidak tahu."
"Istri saya sudah memaafkan kamu." Jawabnya berlalu begitu saja.
"*Benarkah? Ibu memaafkan saya segampang itu. Biasanya kan orang kek ibu tuh, sombong, sadis, dan kasar kayak dinovel novel yang gak gampang memaafkan bawahannya."
Batin Aira* menatap kepergian sang atasan yang menggendong istrinya bak anak kecil.
Lista yang merasa tubuhnya melayang itu perlahan mengerjabkan matanya.
"Kemana?" Tanya Lista dengan nada lirih.
"Pulang sayang." Jawabnya seraya mengelus rambut sang istri berharap istrinya itu tertidur lagi.
Lista turun dari gendongan Putra dan menatap sekeliling. Yah mereka ada didalam lift.
"Jam berapa?" Tanya Lista menatap suaminya.
Ting
Mereka keluar dari lift dan masuk kedalam mobil. Putra dan Lista tak luput dari pandangan karyawan yang melihat anak atasan mereka bersama seorang cewek. Banyak yang patah hati akan perlakuan Putra pada Lista tapi banyak juga yang iri akan kedekatan mereka karena tak tahu jika mereka sudah menikah.
"Tidur aja kalau masih ngantuk." Putra mengusap kepala Lista dengan lembut.
Lista menggeleng seraya menyandarkan kepalanya dibahu Putra dan menautkan jarinya kejari suaminya.
"Mama sama Adel gimana?"
"Sama papa."
Jawab Putra seraya memutar lagu slow dimobil itu.
If I had to live my life without you near me
The days would all be empty
The nights would seem so long
With you I see forever, oh, so clearly
I might have been in love before
But it never felt this strong
Our dreams are young and we both know
They'll take us where we want to go
__ADS_1
Hold me now, touch me now
I don't want to live without you
Nothing's gonna change my love for you
You oughta know by now how much I love you
One thing you can be sure of
I'll never ask for more than your love
Mereka larut dalam lagu yang terputar didalam mobil itu, lagu Nothing's Gonna Change My Love For You yang dipopulerkan oleh Westlife.
"Tidak ada yang akan mengubah rasa cintaku padamu." Ucap Putra dengan senyum dan mengecup tangan sang istri.
"Aku percaya. Buktinya kamu setia sampai dititik ini."
"Put."
"Hmm.
"Cepetin mobilnya." Ucap Lista dengan nada memerintah.
"Ini udah cepat sayang."
"Tambah lagi kecepatannya."
"Yakin nih, kamu gak bakal ketakutan."
"Yakin lah, kamu belum pernah ngebut kalau bawa mobil."
"Oke jika itu kemauan kamu, pegangan sayang."
Putra menambah laju mobil itu hingga 130 Km/jam. Putra masih memikirkan Lista yang akan takut jika terlalu cepat tapi reaksi Lista membuat Putra terbengong.
"Kurang Putra, harusnya dikecepatan 160. Tambah lagi." Perintah Lista.
"Ini udah cepat sayang, pikirinkan keselamatan juga."
"Gak mau. Tambah gak, kalau gak mau tambah kecepatannya gak ada jatah satu bulan kedepan." Ancam Lista menatap tajam Putra.
"Oke."
Dengan berat hati Putra menambah 30 kecepatan mobil itu untung jalan agak sepi. Lista yang menikmati keadaan itu membuka kaca mobil dan mengeluarkan kepalanya menikmati udara kencang itu.
"Sayang bahaya!!! Jangan dikeluarin kepalanya." Putra menaik tangan Lista.
"Sejuk tahu Put. Huuuu aaaa hahahaha." Teriak Lista yang kepalanya masih diluar itu.
"Bahaya sayang, masuk." Titahnya lembut tapi penuh dengan ketegasan.
Mau tak mau Lista menarik kepalanya dan menghadap suaminya yang sedang fokus mengemudi itu.
"Gak asik kamu mah." Cebik Lista, Putra hanya diam daripada ribut nantinya.
Dengan kecepatan 160 Km/Jam membuat Lista dan Putra lebih cepat sampai rumah biasanya satu jam setengah kini hanya perlu 25 menit sudah sampai.
Bersambung
__ADS_1