
"Rik kita duluan ya" Ujar Fajar dan diangguki oleh Riko yang memutuskan untuk menunggu pacarnya selesai bekerja
"Yoi " Jawabnya yang masib stay menatap pacarnya yang kondar mandir melayani pelanggan.
"Sayang sayang, kenapa kamu gak mau aku bayarin aja sih" Batin Riko yang salut akan kegigihan pacarnya itu.
Hingga saatnya Jam menunjukkan pukul 7 malam, Riko yang meluhat pacarnya dengan berberapa pelayan lain membereskan kafe itu ikut membantu.
"Harusnya kamu pulang aja tadi" Ujar Desi yang tak tega melihat Riko itu
"Kita pulang bareng sekalian jalan jalan" Jawabnya
"Terserah kamu aja, tapi udah ijin sama mami papi kamu belum?" tanya Desi dan dijawab anggukan oleh Riko, memang tadi ia sudah ijin kepada orang tuanya dan diijinkan oleh papi maminya. Orang tua Riko juga tahu kalau Riko memiliki pacar yabg bekerja sebagai pelayan dan mereka tak mempermasalahkan itu, karena orang tua riko juga salut dengan kegigihan Desi untuk menyambung sekolahnya.
Skip
"Peluk dong sayang" Ujarnya setelah mereka naik motor itu
"Iya" Jawabnya ia menelusupkan tangannya disaku jaket Riko
Dengan pelan Riko menjalankan Mitor sport itu menjauh ari kawasan kafe dan singgah disebuah warung sate kesukaannya mereka berdua.
"Bang satenya dua porsi jadi satu ya sama teh angetnya 2" pesan Riko diiyakan oleh pak penjual sate itu.
"Kebiasaan deh" Ujar Desi mendudukkan bokongnya dikursi yang sudah disiapkan penjualnya
"Biar romantis gitu" Ujarnya mencubit hidung Desi, tak lama pesanan Riko datang.
__ADS_1
"Lagian kamu belum makan apapun kan dari siang" Ujarnya mencuci tangannya
"Makasih ya" Ucap Desi dan dianggukkan oleh Riko
"Kenapa kamu gak terima bantuan dari aku aja sih beib?" tanya Riko pada pacarnya
"Gak mau beib, aku bukan cewek matree yang manfaatin cowoknya. aku juga gak mau dipandang rendah orang lain. aku mau membuktikan kalau aku bisa tanpa bantuan kamu" ucap Desi mengambil satu tusuk sate
"Aku salut tahu sama kamu" Ucap Riko yang melihat pacarnya dengan lahab memakan sate itu.
"Pelan pelan sayang, kita bisa pesen lagi kalau kurang" Ujarnya
"No" Tekannya dengan mulut penuh
"Buang buang uang aja" Ujarnya kembali menyuapkan sate kemulutnya
Jika Riko dan desi menikmati malamnya dengan suapan sate, lain lagi dengan Fajar yang berberapa hari ini tak mendapat kabar dari pacarnya.
"Dia emang gak pernah suka sama gue" Batinnya menatap foto wisuda mereka
"Gue juga ingin kayak riko sama Putra" Gumamnya
Ia merebahkan tubuhnya dikasur dan menutup matanya hingga suata dering ponsel membangunkannya.
Indahku📌 is Vidcalling
"Ini bener aku gak halu kan, tumben dia video call" Gumamnya langsung mengangkat panggilan video itu
__ADS_1
"Halo yank?? kamu disitu kan?" tanya Fajar yang tak melihat apapun karena gelap
"Iya aku disini" Jawabnya
"Kenapa gelap?" tanya Fajar
"Gak ada sinyal Yank, jadi aku harus kewifi tetangga dulu ini aku ada dihalaman belakang" Ucapnya mengarahkan ponselnya kesekeliling
"Hmm.... aku kangen" Ujar Fajar yang tak bisa menahan kata itu
"Sabar ya yank, in Sya Allah kalau nenek udah sembuh aku bakal pulang kok" Ucapnya.
"Iya aku tunggu kok, cepat balik oke" Ujarnya
"Siap, oh ya ingat ya yank walau aku gak ada dijakarta kamu gak boleh selingkuh apalagi genit genit sama cewek lain. awas aja kalau sifat playboy kamu kambuh lagi" Ucapnya mewanti wanti Fajar
"Iya yank, kamu juga ya." Ucapnya dengan senyum
"Iya" Jawabnya
Vidcall mereka berlanjut hingga baterai Indah yang hampir lowbat, mereka memutuskan panggilan video itu dengan akhir kata I Love You
Lain cerita dengan putra yang sedang vidcall dengan Lista, mereka berdua masih stay dengan ponsel masing masing tapi sudah dialam mimpi yang berbeda.
Bersambung......
Maapin uthor yang gak bisa sampai 1000 kata.....
__ADS_1