Cewek Dingin Itu Pacarku

Cewek Dingin Itu Pacarku
Hari Pernikahan


__ADS_3

Hari berganti minggu, minggu berganti bulan. Tak terasa sudah 6 bulan berlalu. Kesehatan Lista sudah mulai membaik hanya sedikit keluhan seperti pusing itupun jarang, tapi Lista tak berhenti meminum obat dipagi dan malamnya. Putra dan keluarganya menjaga Lista dengan baik.


Hari ini adalah hari yang paling ditunggu tunggu oleh Putra, dimana hari ini adalah hari pernikahannya dengan Calista, gadis yang sangat ia cintai.


"Saya terima nikah dan kawinnya, Calista Aulia Risti binti Devan Baskoro, dengan mas kawin tersebut. Tunai."


"Bagaimana para saksi, sah?"


"SAH!!!"


Kata sah terdengar sangat jelas ditelinga mereka, didalam kamar Lista menangis haru. Statusnya bukan lagi gadis lajang tapi istri dari pria yang sangat ia cintai.


"Selamat ya Lis, udah resmi jadi ipar aku." Putri memeluk Lista yang tengah menangis begitu juga dengan Desi dan Indah.


"Selamat Lista, udah jadi istri sekarang. Semoga kalian selalu bahagia."


"Makasih semuanya, kak Putri makasih ya buat selama ini." Ujar Lista dan diangguki oleh Putri.


Ceklek


"Ayo sayang turun udah dirungguin sama suaki kamu dibawah." Ajak mama Aulia pada sang Putri.


Lista menghapus air matanya dan keluar dari kamar diikuti oleh Putri, Indah, dan Desi yang tengah hamil besar.


Putra yang melihat gadis yang baru saja ia nikahi itu tersenyum, Lista duduk disamping Putra.


"Sangat cantik." Bisik Putra, Lista hanya tersenyum malu.

__ADS_1


Pak penghulu membacakan do'a untuk paturi baru ini, setelah itu Putra dan Putri menandatangani surat nikah mereka.


"Silahkan mempelai perempuan mencium tangan mempelai laki laki sebagai tanda bakti istri terhadap suami."


Lista menghadap Putra, meraih tangan suaminya dan menciumnya sebagai takzim. Putra membalas kecupan dikening Lista.


Deg deg deg.


Deru jantung saling bersahutan satu sama lain, walau bukan pertama kalinya Putra mencium kening Lista, tapi rasanya ini pertama kali ia melakukan itu.


"Kalian sudah resmi menjadi suami istri, semoga pernikahan kalian sakinah, mawaddah, dan warahmah."


"Amin" Serentak mereka yang ada disana.


Tanpa mereka sadari ada satu gadis yang merasa sakit hati akan pernikahan ini, usaha selama ini sia sia. Pujaan hatinya sudah menikah.


"Apa aku harus menyerah?"


"Apa adil saat mereka bahagia dan aku tersakiti"


"Ya tuhan."


Gadis iu menyeka air matanya dan berjalan menuju tempat mempelai, untuk memberi selamat.


"Selamat ya Putra, Calista. Maafin gue kalau selama ini banyak ganggu hubungan kalian. Gue sadar gue salah, benar kata Indah sekuat apapun gue coba buat pisahin kalian itu gak guna karena cinta kalian kuat. Maafin gue sekali lagi. Semoga kalian bahagia." Ucap Diana tulus, walau air matanya mengalir tapi ia paksakan untuk tersenyum.


"Terima kasih udah datang, gue yakin lu bakal dapat yang lebih baik dari Putra. Karena lu cantik, banyak yang suka sama lu." Lista memeluk Diana, dalam hatinya memang tak ada dendam untuk Diana.

__ADS_1


"Sekali lagi gue minta maaf."


"Iya."


Putra bangga memiliki istri seperti Lista yang mudah memaafkan orang yang hampir saja membunuhnya kala itu.


Yah Diana pernah ingin mencelakai Lista saat dirawat dirumah sakit dulu, tapi untunglah Putra cepat datang dan menghentikan semua itu.


____


Jam sudah menunjukkan pukul 9 malam, setelah acara resepsi selesai Lista naik dulu kekamarnya. Karena gerah segarian memakai gaun itu.


Putra? Laki laki yang barus saja menyandang gelar suami itu masih ditahan oleh Aditya, Riko, dan Fajar disebuah kamar.


Entah apa yang dibicarakan ketiga pemuda itu sampai mereka lupa bahwa masih memiliki istri. Putra yang gusar ingin bertemu istrinya itu selalu ditahan oleh ketiganya hingga pukul 12 malam mereka baru terlelap disatu ranjang tapi tidak dengan Putra.


Dengan langkah gontai Putra memasuki kamar pengantinnya dan melihat Lista sudah terlelap disana.


"Maaf sayang. Kamu pasti ngantuk nungguin aku." Putra mengelus rambut sang istri.


Cup.


Sebelum berlalu kekamar mandi, Putra terlebih dahulu mengambil ciuman dibibir Lista.


Tak sampai 15 menit Putra keluar dari kamar mandi hanya memakai celana pendek saja. Ia naik kekasur dan menarik selimut tebal itu untuk menutupi tubuh mereka apalagi sepertinya Calista sudah menyiapkan dirinya untuk malam pertama tapi malah ditinggal oleh Putra.


"Maaf."

__ADS_1


Putra memeluk tubuh Lista yang menghadap kearahnya itu dengan hangat. Belum ada tanda tanda ia mengantuk, karena Putra masih mengamati wajah cantik sang istri.


Bersambung....


__ADS_2