Cewek Dingin Itu Pacarku

Cewek Dingin Itu Pacarku
Kita lewati bersama


__ADS_3

Putra yang melihat wajah Lista memucat itu panik, mengingat istrinya belum sembuh total. Dengan cepat ia menghentikan taksi dan membawa istrinya ke rumah sakit.


Sampai di ruamah sakit, Putra langsung menggendong tubuh sang istri menuju IGD.


Dan disinilah Putra sekarang didepan IGD seraya melihat istrinya yang berbaring disana. Rasa khawatir terus menghantuinya. Harusnya tadi ia pakai mobil, harusnya tadi ia tak memberikan istrinya udang tapi ini.


Ceklek


"Bagaimana keadaan istri saya dok?"


"Bapak suaminya?"


"Iya."


"Ibu hanya kelelahan dan sepertinya istri Anda sedang hamil muda. Tapi untuk lebih jelasnya Anda bisa langsung cek ke dokter kandungan," ujar sang dokter.


Deg


"Hamil muda dok!" kaget Putra.


"Iya pak, tapi itu hanya dugaan saya saja."


"Terima kasih dok."


Dokter itu mengangguk dan pergi dari sana, sedangkan Putra ia masuh syok atas apa yang dikatakan dokter tadi.


"Hamil?"


"Aku akan menjadi seorang ayah, tapi aku juga tak ingin kehilangan Lista. Ya Tuhan kenapa sekarang."


Putra berusaha tenang, bisa saja dokter tadi salah. Ia bangkit dan membuka pintu ruangan itu. Ia berjalan menuju tempat istrinya.


"Sayang," panggil Putra seraya menggenggam tangan sang istri.


"Bangun dong ada yang ingin aku bicarain nih," ujarnya.


"Apa?"


"Kamu udah bangun?"


"Dokter cuma periksa aku Put, gak kasih aku bius. Ngapain harus lama-lama pingsan," jawabnya lirih.

__ADS_1


"Cepet mau ngomong apa?"


"Emm dokter bilang kamu hamil yank," ujar Putra.


"Aku hamil?" tanya Lista memegang perutnya.


"Itu cuma perkiraan dokter aja kok, bisa aja dia salah," elak Putra.


"Tapi aku juga udah telat dua minggu put, biasanya aku gak pernah telat datang bulan," balasnya mengingat terakhir ia datang bulan.


"Aku gak mau kamu kenapa-napa dengan kehamilan ini!"


"Kamu tega bunuh anak kita?" tanya Lista yang sudah tak santai.


"Tapi ini menyangkut penyakit kamu Lista. Aku gak mau kamu kenapa-napa. Kita bisa punya anak dilain waktu," ujarnya pada Lista.


"Aku gak apa-apa Putra. Aku tak mau membunuh anak kita, aku akan mempertahankannya walau harus kehilangan nyawa."


"Ini anak aku Putra, aku gak mau jadi pembunuh anak aku sendiri. Tak ada seorang ibu yang mau anaknya meninggal gitu aja. Aku tak sekejam itu!"


"Tapi ini demi kamu sayang, kita harus mengorbankan anak kita. Bukan karena aku tak sayang, tapi aku belum siap kamu kenapa-napa," ujar Putra lemah.


"Tapi."


"Aku mau sendiri kamu bisa pulang, sekali lagi aku tekankan tak akan mau menggugurkan anakku," ujarnya mantap.


"Sayang."


"..."


Putra yang sudah kesal itu meninggalkan istrinya sendiri dengan air mata yang mengalir.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Putra menuju taman tempat ia mencurahkan isi hatinya, tempat dimana yang menjadi saksi kesakitannya selama jni.


"Apa aku bisa?"


"Aku juga tak mau membunuh darah dagingku Lista."


"Tapi taruhannya adalah nyawa kamu. Aku belum siap kehilangan kamu."

__ADS_1


"Ya Allah kenapa harus sekarang kamu menitipkannya paa kami."


"ARGHHHH."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Lista yang masih menangis itu mencoba untuk berhenti tapi hatinya sakit. Suaminya tak menginginkan anak yang ia kandung.


Ceklek


Lista menoleh ke sumber suara ia melihat Putra sudah kembali dengan makanan ditangannya.


"Istri cantikku kenapa masih nangis?" tanya Putra seraya mengusap air mata istrinya dan langsung ditepis oleh Lista.


"Kenapa hmm?"


Suara lembut Putra membuat tangis Lista semakin deras. Putra memeluk tubuh istrinya dan mengelus punggung istrinya.


"Aku gak mau Putra," isaknya.


"Ssttttt aku gak bakal paksa kamu kok," ujarnya.


"Tapi tadi."


"Aku hanya emosi sayang, kita lewati ini sama-sama ya," lembut Putra dan diangguki oleh sang istri.


"Bener."


"Iya sayang, tapi janji jangan sampai kamu kenapa-napa," ujarnya.


"Makasih."


Putra tersenyum dan mencium kening Lista, dan beralih mengelus perut datar istrinya.


"Anak ayah baik-baik didalam sana, jangan susahin bunda kamu ya. Ayah sayang kamu dan bunda," bisiknya seraya mengecupnya singkat.


Lista hanya tersenyum dan mengelus lembut rambut suaminya.


Bersambung


Halo para warga maafin nih uthor baru up lagi.

__ADS_1


__ADS_2