
Tak terasa jam telah menunjukkan pukul 13 Siang, sudah 2 jam ia tertidur dikasur empuknya itu. dengan langkah semangat ia berlalu kearah kamar mandi.
"Kau memang sangat tampan, Calista akan semakin terpesona denganmu" Dengan PDnya ia berkata didepan cermin itu menatap pantulan dirinya.
Ia berjalan keluar dari hotel dan memasuki mobil sewaan itu, mungkin ia akan membeli motor jika begini.
Dengan kecepatan sedang Putra melihat Maps diponselnya, hingga tak sengaja matanya menangkap tukang penjual bunga, ia singgah dan membeli satu buket bunga yang ia pilih terlihat sederhana tapi elegan jika dipandang.
Setelah membayar bunga itu an menaruhnya dikursi samping kemudi, putra kembali melajukan mobil berwarna putih itu.
Drrrttt
Luv♥ is calling.....
"Panjang umur dia" Ujarnya dengan senyum ia menyambungkan earphonenya.
"Halo sayang" -Putra
"Halo.." -Lista
"Tumben siang siang telepon?" -Putra
"Kenapa gak boleh?" -Lista
"Boleh dong, masa enggak" -Putra
"Lagi dimana?" -Lista
"Dijalan, kenapa?" -Putra
"Gak papa, kalau gitu aku matiin aja ya" -Lista
"Jangan dong" -Putra
"Diindo panas gak sih put? " -Lista
"Dingin yank, kan hampir musim hujan" -Putra
"Disini panas tahu, AC udah nyala tapi tetep panas.. Pengen makan Es cream deh" -Lista
__ADS_1
"Makanya pulang, nanti aku beliin" -Putra
"Satu tahun lagi kalau nenek udah sembuh total" -Lista
"Emmm.... Kamu dirumah?" -Putra
"Iya... Lagian mager mau ngapa ngapain" -Lista
"Ya udah kalau gitu, aku tutup dulu ya teleponnya" -Putra
"Iya, hati hati dijalan ya" -Lista
"Siap" -Putra
Tuuuttttt
"Gerah banget sumpah, tu dua orang napa malah *** *** disini sih, kek gak ada rumah aja." Ujarnya panas, Ia sudah menghidupkan mode peredam suara tapi masih terdengar samar samar suara dari kamar sebelah itu.
"Mending aku tidur" Ujarnya lagi memejamkan matanya.
______
"Ini bukan sih rumahnya?" tanya putra menatap alamat dan rumah yang ada didepannya.
"Permisi pak, apa benar ini rumahnya Calista?" tanya Putra pada satpam didepan itu
"Saya temennya pak" Jawab putra
"Oalah... Non calista ada dirumahnya pak, ada sahabatnya juga, masuk aja den" Jawabnya dan diangguki oleh Putra yang memarkirkan mobilnya disana, ia turun dan mengambil es krim beserta buker bunga yang tadi ia beli.
Tok tok tok
"Siapa ya?" tanya Seorang paruh baya pada putra
"Saya temennya calista bu" Jawabnya tanpa senyum
"Ooo temannya non cantik, masuk atuh didalam ada nyonya" Parih baya itu menyuruh putra masuk dan diikuti oleh Putra, Putra melihat ada mama Nada yang sedang menikmati buah buahan segar dihadapannya itu.
"Siapa bi?" tanya Mama nada
"Temennya non cantik nya" Jawabnya
"Kamu....
__ADS_1
"Putra tante" Jawabnya dengan senyum
"Astaga putra, kamu kok bisa disini bukannya diindo?" tanya mama Nada memeluk calon menantunya itu
"Papa yang kirim kesini ma" Jawabnya
"Oo... pasti kamu ngebet ya pengen ketemu anak mama?" tanya Mama Nada, Putra tak menjawab ia beralih keperut Mama Nada
"Mama hamil?" tanya putra dan dianggukkan oleh Mama nada dengan senyum
"Jalan 4 bulan, doain lancar sampai lahiran ya" jawabnya dan diangguki oleh putra.
Setelah puas berbincang dengan mama Nada, Wanita hamil itu menyuruh calon mantunya kekamar sang anak yang berada dilantai paling atas menggunakan Lift.
Belum sampai putra dikamar ia mendengar suara yang tak pantas ia dengar, pikiran aneh mulai menjalan diotakknya.
"Ahhh faster beib uhh uhh yaahh"
"Love you sayang.... ahh yess uhh yess"
"Ahh Love you too beibb ahh ehhh uhh ......
Putra yang sudah tak tahan ingin membuka pintu itu tapi ada tepukan dipundaknya.
"Sa..yang" Terbata Lista saat orang yang ditepuk tadi adalah Pacarnya sendiri
"Loh.. kok... terus yang didalam?" tanya putra terkejut, buaknnya menjawab Lista malah membawa sang pacar kekamar sebelah yang tak lain adalah kamarnya.
Tanpa basa basi Lista memeluk tubuh tinggi itu, Putra yang mendapat pelukan itu hanya tersenyum ternyata dugaannya salah. ia meletakkan bunga dan es krim yang ia bawa dinakas.
"Aku kangen" Lirih lista memeluk erat putra, ia terkejut dan juga senang akan kedatangan putra.
"Aku juga, bahkan kangenku mungkin lebih besar dari apa yang kamu tahu" Jawabnya mengelus punggung Pacarnya yang bergetas karena tangis. air mata yang tadi ia tahan pun ikut mengalir dengan cepat ia mengusap air matanya dan melonggarkan pelukan itu seraya mengusap air mata Lista.
"Aku gak mimpi kan, ini kamu kan.. bener pacar aku kan?? Atau ini hanya ilusi saja?" tanyanya yang masih belum percaya
Cup
Putra yang gemas itu menempelkan bibirnya yang melum*tnya lembut.
"Sekarang gimana udah tahu kalau ini bukan mimpi?" tanya Putra pada Calista, tangannya mengusap bibir sang pacar dengan lembut.
"Ternyata bukan mimpi" Ujarnya kembali memeluk sang pacar yang selama ini dirindukan.
__ADS_1
Ada banyak pertanyaan yang ingin ditanyakan oleh lista, tapi semua itu ditahan. karena ia masih ingin berada dipelukan sang pacar, Putra membawa sang pacar kekasur empuk itu dengan pelukan yang masih merekat.
Bersambung.....