Cewek Dingin Itu Pacarku

Cewek Dingin Itu Pacarku
Dugaan


__ADS_3

Hari semakin berlalu tak terasa sudah 2 bulan lebih usia pernikahan Putra dan Lista. Jika kalian pikir hubungan mereka mulus mulus saja setelah menikah kalian salah.


Semenjak Putra bekerja diperusahaan banyak para karyawan yang terang terangan menggoda Putra dengan tubuh mereka. Pernah sekali Putra terjebak oleh satu karyawan yang memberikan obat perangsang pada minumannya. Untung Putra masih bisa sadar dan pulang dengan selamat. Ya tapi imbas dari obat itu adalah Lista yang digempur habis habisan oleh Putra.


Huek


Huek


Huek


Uhuk uhuk.


Putra memijat tengkuk leher Lista yang sedang mengeluarkan isi perutnya itu.


"Kita kerumah sakit aja ya, kamu udah berkali kali kamu begini." Putra tak tega melihat istrinya lemas seperti ini.


"Cuma masuk angin kok Put, tolong ambilin minyak kayu putih yang ada dilaci ya."


Dengan mengangguk Putra membersihkan bibir Lista dengan tisu, lalu membawa Lista kekasur.


Setelah mengambil minyak kayu putih, Putra baik kekasur dan membuka baju sang istri.


"Dingin." Gumam Lista saat minyak itu menyentuh tubuhnya.


"Aneh harusnya kan hangat."


Putra terus membalurkan minyak kayu putih ditubuh Lista.


"Kamu gak ke kantor?" Tanya Lista menatap suaminya.


"Enggak sayang, aku udah izin kok. Lagian mana tega aku tinggalin kamu saat kamu sakit hmm." Putra meletakkan minyak ketempatnya.


"Huhh aku nyusahin kamu lagi ya."


"Shuuttt gak boleh ya ngomong gitu, kamu gak nyusahin siapa siapa oke. Aku suami kamu sudah sewajarnyakan kamu nyusahin aku, begitupun sebaliknya."


Sungguh Putra tak suka mimik wajah istrinya dengan tatapan sayunya.


Putra memakaikan baju Lista dan menyelimuti tubuh istrinya.

__ADS_1


"Mau kemana?" Tanya Lista saat suaminya hendak pergi. Putra membalikan badannya.


"Ke dapur sayang, gak apa-apa kan aku tinggal sebentar?" Putra meneglus rambut sang istri.


"Jangan lama lama."


"Iya sayangku." Gemas Putra mencubit pipi Lista.


"Kebiasaan deh, cubit cubit." Cemberut Lista mengusap pipinya yang memerah.


"Gemes aku tuh yank, dah ya aku mau ke dapur. Gak lama kok."


Putra keluar dari kamar menuju dapur.


"Lista gimana Put?" Tanya Mama Hana yang sedang membuat susu untuk Putri kecilnya.


"Katanya masuk angin mah, dari pagi tadi dia muntah terus."


"Kamu gak ajak istrimu ke rumah sakit?"


"Dia gak mau mah."


"Gak tahu mah kenapa?" Tanya Putra menatap sang mama.


Mama hanya diam, ia masih memikirkan jika pikirannya benar.


"Kamu gak pernah lepas kendali kan?" Tanya Mama Hana.


"Lepas kendali? Putra gak pernah KDRT kok mah, sumpah."


"Ishh bukan itu maksud mama, kamu gak pernah lepas kendali saat berhubungan 'kan?" Tanya mama yang membuat Putra mematung ditempatnya.


Pikirannya seketika mengingat kala ia terpengaruh obat berberapa minggu lalu.


"Put.. Putra.. nak." Mama Hana.


"Hah ya mah." Gelagapan Putra.


"Kenapa bengong?"

__ADS_1


"Gak kok mah."


Dengan cepat Putra mengambil sarapan untuk istrinya dan juga segelas susu hangat yang biasa diminum Lista.


"Putra ke kamar."


Dengan cepat Putra membawa nampan yang berisi sarapan kedalam kamar.


"Makan dulu ya, biar cepat sembuh." Putra mengubah raut wajahnya.


"Apa mungkin iya?"


"Kamu kenapa?" Tanya Lista seraya meminum susu yang dibawa Putra.


"Gak papa sayang."


Lista percaya dan melanjutkan makannya. Sedangkan Putra menatap wajah istrinya sesekali mengusap sisa nasi dibibir Lista.


****


"Put aku mau keluar, udah sembuh juga." Ucap Lista yang berada didekapan sang suami itu.


"Nanti aja yank, aku mau terus peluk kamu."


"Bosen ih di kamar terus." Lista menghadap suaminya.


"Nanti sore kita jalan jalan mau?" Tanya Putra menatap mata indah itu.


"Mau. Kemana?" Tanya Lista.


"Ada deh nanti kamu juga tahu."


Lista mengangguk dan menyandarkan kepalanya didada Putra, merasa kurang sreg dengan posisinya Lista membuka kaos yang dipakai Putra dan menyandarkan kepalanya didada bidang Putra.


"Jangan goda aku ya sayang, tolong. Aku gak mau gempur kamu saat masih sakit." Dengan senyum jahil tangannya masuk kedalam baju Lista.


"Hehehe enak gini, wangi."


Bersambung

__ADS_1


Maaf jika sampai sini tidak ada pesan moral yang bisa diambil.


__ADS_2