Cewek Dingin Itu Pacarku

Cewek Dingin Itu Pacarku
Berjuang bersama


__ADS_3

Lista masih saja terdiam dan menangis , ia takut, bingung, sedih. Putra tak tahan melihat rapuhnya sang pacar, ia merengkuh tubuh Lista kedalam dekapan.


"Maaf maaf aku bentak kamu, aku cuma mau tahu alasan kamu sembunyiin semua ini dari aku sayang," Putra mengelus punggung Lista. Mendengar ucapan lembut dari Putra membuat Lista bertambah sedih, tubuhnya bergetar hebat dengan tangis yang semakin deras.


"Cup cup, maafin aku sayang... maaf," masih dengan nada lembut Putra mengelus punggung Lista seraya mengecup singkat pucuk kepala Lista.


Putra membiarkan Lista menangis dulu sampai ia tenang dan menjawab pertanyaannya.


"Udah tenang?" tanya Putra dan diangguki oleh Lista walau ia masih segukan.


"Minum dulu," dengan cepat Lista meminum air putih itu hingga tandas.


"Maaf," Lista terus mengucapkan maaf.


"Iya aku maafin, tapi aku butuh penjelasan sayang."


"Aku takut Putra, aku takut," jawabnya, Putra bingung apayang gadisnya takutkan jika memberi tahunya.


"Takut kenapa hmmm? aku gak makan kamu, gak akan marahin kamu juga," ujar Putra mengelus rambut hitam itu.


"Aku takut kamu menjauhiku, aku takut kamu malu punya pacar penyakitan, aku takut kamu menduakan aku saat kamu tahu aku sakit. Aku takut Putra, kamu populer siapapun akan rela mengantri demi kamu, sedangkan aku cewek penyakitan yang gak mungkin bisa selamanya sama kamu. Aku takut.. hiks hiks.." Penjelasan Lista terhenti saat ia merasa sesak didadanya menahan tangis.


"Setidaknya aku ingin memberi kenangan yang indah sebelum aku tiada, aku tak bisa melihat kamu bersama perempuan lain, kamu bisa bersama wanita lainpun jika aku sudah tak ada, hanya itu. Aku tak bisa memberi tahumu maaf maafkan aku Putra," tangis Putra pecah saat mendengar penjelasan sang pacar.


"Se sekarang aku ikhlas jika kamu mau menjauh, setidaknya jika kamu pergi aku sudah jujurkan. Aku... aku rela, kamu sama perempuan lain, tapi jangan pamerkan keaku." Ujarnya dengan senyum tapi tidak dengan matanya.


Grep


"Jangan bilang begitu sayang, aku gak akan pernah jauhi kamu, aku gak akan duain kamu, aku gak akan pernah sekalipun berniat untuk pergi dari kamu.''


"Kamu tahu saat dokter bilang kamu sakit Leukimia, duniaku terasa hancur, aku sedih kenapa aku gak tahu. Aku pacar kamu kan, harusnya aku tahu. Tapi apa aku tahu diakhir," Putra masih memeluk tubuh Lista.


"Aku mencintaimu Calista, jangan sembunyikan apapun lagi dariku," pinta Putra dan diangguki oleh Lista.


"Sekarang kamu tidur oke, masih terlalu malam untuk bangun," ujar Putra melepas pelukan itu, tangannya menghapus air mata Lista.


"Kamu gak marah kan, maafin aku," ujar Lista pada Putra, Putra menggeleng dan mengecup singkat kening Lista.


"Aku gak marah kok, cuma kecewa aja dikit. Maaf juga tadi udah bentak kamu," jawabnya memposisikan tubuh Calista agar bisa tidur dengan nyaman.


"Putra," panggilnya.


"Hmm,," Putra menatap sang pacar.

__ADS_1


"Kamu gak pulang? udah malam loh," ujar Lista yang masih sesekali segukan kecil.


"Enggak sayang, tadi aku udah bilang mama buat nemenin kamu," jawabnya jujur.


"Kamu belum makan kan?" tanya Lista menatap mata Putra.


"Emm udah kok tadi pagi," jawabnya dengan batinan diakhir kata.


"Gak bohong?" tanya lista lagi. Putra menggeleng.


"Kamu tidur mana?" tanya Lista lagi.


"Emm disofa bisa dikursi ini juga bisa, kaamu tidur aja dulu," jawabnya mengelus pipi lembut itu.


"Naik gih put, aku gak mau tidur sendiri." Lista tak tega melihat jika Putra tidur disofa itu.


"Tapi.."


"Disini masih muat kok Put," Lista menggeser tubuhnya, dengan senang hati Putra Naik keatas ranjang yang cukup untuk dua orang itu. Putra memiringkan badannya agar bisa muat disana.


"Tidur ya," Lirihnya memeluk sang pacar, menjadikan lengannya kirinya sebagai bantal Lista.


"Maaf ya put," Lista memeluk tubuh putra sengan satu tangannya seraya mengucapkan maaf.


"Aku mencintaimu sayang," balas Putra mengecup kening Lista yang sudah terlelap itu dan memejamkan matanya kembali.


Disebuah kamar terlihat seorang wanita tertawa bahagia, walau tadi ia mendapat penolakan dari Putra tapi ia memiliki karu As hubungan Putra dwngan cewek tadi.


"Hahaha..... Cewek penyakitan itu tak pantas untuk Putra, cuma aku yang pantas."


"Hanya aku hahahaha."


_____


Malam berganti pagi, Putra terbangun terlebih dahulu. Badannya sedikit pegal karena semalaman tidur miring.


Cup


"Pagi calon istri," sapa Putra mengecup kening Lista yang membuka mata itu.


"Pagi."


Putra turun dari ranjang itu dan berlalu kekamar mandi, Lista ia mencoba melepas infus ditangannya. Tak lama terdengar ketukan pintu dari luar, suster yang membawa bubur dan obat untuk Lista.

__ADS_1


"Saya bisa sendiri sus," tolak Lista saat susuter itu hendak menyuapinya.


"Baiklah nona jangan lupa, dimakan dan obatnya diminum." Pesan suster itu.


Sepeninggalan suster itu, Putra keluar dari kamar mandi dengan fresh. Lista menatap kagus pacarnya, apalagi rambut basahnya itu.


"Sayang mau mandi atau cuci muka aja?" tanya Putra pada Lista.


"Mandi," jawabnya. Ia turun dari ranjang dengan pelan, dengan sigap Putra membantu Lista. Dokter kemarin bilang jika kondisi Lista sudah mulai membaik dan hari ini dia boleh pulang.


Skip.


Setelah mandi, sarapan,dan minum obat. Lista bersiap untuk pulang. Untung biaya administrasi sudah dibayar oleh Putra.


Mama sayang


Put!! Lista bawa kerumah aja nak, biar ada yang jaga. kasihan kan calon mantu mama kalau dirumah sendiri.


^^^Anda^^^


^^^Iya ma, sesuai perinta. Putra akan bawa Lista pulang kerumah.^^^


Mama sayang


Kamu gak apa apain Lista kan nak?


^^^Anda^^^


^^^Enggak ma, Lista aman sama Putra.^^^


Mama sayang


Bagus, setiaknya kamu gak cuek cuek amat kalau ada Lista.


^^^Anda^^^


^^^Hmmm.^^^


Setelah siap, Putra dan Calista keluar dari rumah sakit. Diparkiran sudah ada mobilnya yang diantar supir tadi.


Bersambung......


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA.

__ADS_1


__ADS_2