
Kadang realita tak semanis ekspetasi dan itu yang sekarang dialami oleh lista dan putra, bagaimana tidak niatnya mau jalan jalan eh malah kejebak hujan, sialnya mereka hujan itu turun pas didaerah yang jarang penduduk. untung disana ada sebuah gubuk kecil.
"Huffttt harusnya tadi kita langsung pulang aja" ucap lista duduk digubuk itu
"Ya kan aku gak tahu kalau mau hujan yank" elak putra
"Gak tahu apanya, tadi itu awannya hitam banget. kamu sih ngeyel jadi orang" lista tetap menyalahkan putra atas apa yang terjadi.
Ya tadi setelah makan sate itu entah kenapa anginnya kencang dan juga awan menghitam pertanda akan turun hujan. Lista sudah mengajak putra untuk pulang saja, tapi pacarnya ini ngeyel mau melanjutkan jalan jalannya mumpung masih jam 3 nanti pulang jam 5 6 an sore pikitlr putra. Lista pun hanya menuruti apa kata pacarnya dan yah tiba ditengah perjalanan hujan pun datang.
"Yaudah deh aku minta maaf karena gak dengerin ucapan kamu tadi" ucap putra tulus menatap wajah pacarnya
"Hmmm, maaf pun percuma kita bakal kejebak disini entah sampai kapan, semoga aja orang rumah gak nyariin kita" ucapnya menggosokkan tangannya.
"Dingin ya yank?" tanya putra polos yang dijawab gelengan oleh lista.
"Udah tahu hujan ya dinginlah, gak peka banget sih" batin lista cemberut
"Kallau dingin bilang aja, gak usah ngebatin" ucap putra melepas jaketnya dan dipakaikan ketubuh lista.
"Hehehe malu lah, btw makasih." ucap lista tersenyum kearah putra. putra hanya mengangguk dan menngacak acak rambut lista.
"Kalau kamu sakit aku harus bilang apa sama mama papa kamu apalagi kakek nenek kamu udah serahin kamu keaku selama disini, belum lagi nanti kak putri ngomel gak habis habis. kamu tahu kak putri lebih sayang kekamau daripada adiknya sendiri" curhat putra memelas yang membuat lista tertawa
"Dan lagi kamu pacar aku, wanita ketiga yang harus aku lindungi" entah putra mendapat kata kata romantis itu dari mana
"Heleh gombal aja, nanti kala kamu sakit gimana. ini dingin loh put?" tanya lista memang cuacanya dingin dan putra hanya menggunakan kaos hitam tipis.
"Aku masih bisa tahan tenang aja, ini belum seberapa" ujarnya tersenyum
Tes tes tes
"Dih kalau mau deket itu bilang aja gak usah gini" ucap putra saat lista menrapatkan badannya kearah putra.
"Idih pede gila, noh disitu bocor. kamu mau aku basah kuyup hah?" tanyanya ketus melepaskan tangannya dari tangan putra.
__ADS_1
"Ini pacar gue kenapa ya, tadi cemberut gak lama manis nah sekarang ketus lagi" batin putra
Setengah jam berlalu mereka berdua masih berada digubuk itu, mau memberi kabar orang rumah sama aja karena tak ada sinyal disana walau daya mereka masih banyak.
Lista melihat melihat putra menggosok gosok kan tangannya. pacarnya ini terlihat sangat kedinginan. entah mendapat inisiatif dari mana lista memeluk erat tubuh putra menyalurkan kehangatan dari tubuhnya.
Putra yang mendapat pelukan tuba tiba itu kaget tapi juga senang akan pelukan ini. Tanpa ragu ia membalas pelukan pacarnya
"Jangan cari kesempatan, aku cuma mau hangatin kamu" Ucap lista
"Cari kesempatan juga gak papa sayang" goda putra.
"Awas kalau sampai berbuat yang enggak enggak" ancam lista
"Iya...."
Mereka berpelukan untuk menghangatkan diri masing masing walau mereka sering terkena hujan dijakarta tapi ini beda, karena biasanya yang cuaca dijakarta panas dan sekarang mereka harus menghadapi dinginnya surabaya.
Putra merasa ada yang beda dengan tubuh lista yang menjadi hangat dan entah kenapa pacarnya menjadi diam begini, ia mengendurkan pelukannya dan melihat lista yang sudah pucat dengan pandangan yang sayu.
"Sayang maaf aku harus lakukan ini" ucap putra menatap wajah pacarnya.
Putra mencium bibir lista dengan lembut hanya itu yang bisa dilakukan oleh putra menunggu hujan reda, ia tak mau lista pingsan disini.
"Buka mulutmu sayang" pinta putra, awalnya lista terkejut dengan apa yang dilakukan putra tapi ia menuruti yang dikatakan putra.
"Good girl" ucapnya, putra kembali mencium lista hingga pucat dibibirnya sedikit memerah.
"Huh huh huh huh" Lista menghela nafasnya panjang merasa pasokan oksigen dalam dirinya habis akibat ciuman itu.
Ia menatap wajah putra yang sedang tersenyum itu sontak saja ia mengingat kejadian berberapa menit yang lalu wajahnya memerah malu tapi itu juga putra lakukan untuknya.
"Maaf ya sayang, cuma itu yang bisa aku lakuin. Dan maaf juga karena aku sudah menciummu" ucapnya tulus memegang tangan lista.
"Aku tahu kamu lakuin itu karena keadaan yang darurat" Ujarnya, ciuman itu adalah first kiss lista maupun putra.
__ADS_1
"Sekali lagi maaf, sini biar aku aja yang peluk kamu sambil nunggu hujan reda" putra menarik tubuh lista dengan kedua tangan lista didadanya.
"Hangat" lirihnya menyelusupkan wajahnya didada putra...
Tak terasa hari sudah mulai cerah kembali, hujan sudah reda dan Lista tertidur dipelukan putra, karena tak mau jika mereka terjebak hujan lagi, mau tak mau putra harus membangunkan lista
"Sayang bangun ya, udah reda"
"Emmhh,,... eh udah reda ya, yaudah pulang yuk" ajak Lista setelah ia menstabilkan penglihatannya.
"Gas lah walau gerimispun tapi jaketnya jangan dilepas." Ujarnya dan diangguki oleh Lista
Jam 5 sore kurang hujan reda mereka berdua memutuskan untuk pulang. Dalam perjalanan lista tak melepas pelukannya dari pinggang Putra hingga putra memberhentikan motornya disebuah warung pinggir jalan dan memesan Teh hangat untuk mereka berdua sambil menghangatkan diri mereka.
........
Sedangkan dirumah putri uring uringan karena adik dan calon adek iparnya belum juga pulang hujan hujan begini.
"By jangan mondar mandir gitu kek, duduk sini. Bentar lagi mereka pasti pulang kok" ucap adit sambil menyeruput teh buatan istrinya
"Ini udah sore lo beb, nanti kalau terjadi sama adek adek aku gimana" khawatir putri duduk disamping suaminya dan tanpa sadar meminum teh suaminya.
Tenang by tenang, jangan panik gitu." Adit menenagkan istrinya.
"Hufftt oke oke, awas aja kalau mereka pulang" putri sudah mulai tenang lalu menghabiskan teh suaminya.
Tin tin
Motor biru putih itu sampai dirumah, putra memapah lista kedalam rumah.
"Yaampun putra, lu ajak lista ngelawan arus hujan hah? Kalau lista sakit gimana?" Tanya putri mengambil alih lista dan membawanya kedalam kamar.
"Berasa jadi adek tiri" ucap putra menatap kakaknya
"Sabar ya put, sekarang lu ganti baju deh. Takut masuk angin besok gak jadi pulang lagi" ucap adit dan diangguki oleh putra.
__ADS_1
Bersambung....