Cewek Dingin Itu Pacarku

Cewek Dingin Itu Pacarku
Sandiwara


__ADS_3

Setelah mengantarkan sang opa sampai depan pintu Calista kembali kekamar orang tuanya dengan semangkuk sup yang dibuat bibi tadi, terlihat sang mama memejamkan matanya dengan sang papa yang senantiasa mengusap dengan lembut perut sang mama dengan handuk basah.


"Opa udah pulang kak?" tanya papa memeras handuk yang sudah hangat itu.


"Sudah pa," jawab Lista pada sang papa, ia melihat wajah pucat mamanya menjadi tak tega.


"Mama... bangun bentar yuk, makan dulu," lirih Lista yang duduk diranjang sisi ibunya. Tak lama mata sang mama terbuka, wanita itu tersenyum. Kehamilan keduanya ini membuatnya cepat lelah dan tak bertenaga berbeda dengan saat hamil Lista dulu.


"Biar papa aja yang suapin mama kamu." Lista memberikan semangkuk sup kepada papanya.


"Kalau gitu, Lista keluar ya mah, pah," saat hendak melangkahkan kaki keluar dari kamar tiba tiba suara sang mama memanggil.


"Kak," panggil papa.


Lista berhenti dan menoleh kearah orang tuanya, "Ya pa"


"Papa dan mama gak bisa datang keacara nanti malam, kamu bisakan gantiin papa, papa takut ninggalin mama kamu dalam kondisi mama kamu yang kayak gini," pinta papa pada Lista, Lista menoleh kerah mamanya yang hanya tersenyum.


"Disana kamu bisa berteman dan juga mengerti jika suatu saat disuruh keacaran perusahaan lagi," timpal mama dengan nada lemah.


"Hufftt... oke demi mama dan calon adik Lista," Lista menyetujuinya.


"Dandan yang cantik ya sayang."


"Iya mama, kalau gitu Lista kekamar dulu ya," pamitnya kembali melangkahkan kakinya keluar dari kamar sang orang tua.


Ceklek


Lista menutup pintu kamarnya, matanya menangkap sebuah gelang hitam yang ada dimeja riasnya.


"Ini kan.," pikiran Lista mengarah keempat tahun lalu dimana ia memberikan gelang hitam hadiah dari jajan yang pernah ia beli kepada putra.


FLASH BACK ON


"Dapat apa?" tanya Putra yang masih kelas 2 SMP.


"Nih," Lista memberi gelang berwarna hitam yang masih terbungkus dengan plastik hadiah.


"Ambil aja kalau mau," ujarnya pada Putra, Lista kembali mengunyah jajan yang sudah ada dimulutnya.


"Biar aku jaga aja, ini adalah pemberian pertama yang kamu kasih buat aku," ucapnya mengambil gelang itu dari plastiknya dan diletakkan dicassing ponselnya.


Deg


Segitunya Putra, sampai sampai mau menyimpan gelang yang tak ada harganya itu, Lista terharu.

__ADS_1


"Itu cuma gelang murah put," ujar Lista.


"Tapi ini berharga sayang, ini pemberian pertama kamu." jawabnya dengan senyum.


"Terserah kamu aja deh."


Lista pikir gelang itu akan hilang atau dibuang oleh Putra, tapi ia tak tahu kalau putra menjaganya dengan baik gelang itu, bahkan masih sama dengan dulu.


FLASH BACK OFF


Lista menyimpan gelang itu, dan berlalu kekamar mandi sebelum bersiap menuju acara. Setelah melakukan ritual mandinya Lista berjalan menuju almari yang berukuran besar itu, ia tak mau mempermalukan papa dan mamanya dengan memakai pakaian santai.


"Mana gue gak pernah pake baju formal lagi," gumamnya mengambil satu stel pakaian formal yang dulu diberikan sang mama.


Tok tok tok


Lista meletakkan kembali stelan pakaian itu ditempatnya, ia membuka pintu itu dan ternyata itu adalah sang papa yang membawa paper bag ditangannya.


"Udah wangi hmm."


"Lista gak punya baju formal pa," cicitnya, papa hanya tersenyum dan memberikan paper bag yang dibawa.


"Itu dari mamamu, sebenarnya udah lama dia beli tapi belum sempet aja mama kasih kekamu, dan ini adalah waktu yang tepat untuk kamu pakai baju ini."


Lista menerima paper bag dari papanya dengan semangat, setelah mengucapkan terima kasih lista masuk kedalam kamar dan memakai baju formal yang dangat pas ditubuhnya.


______


Putra bersama sekretaris papanya, sudah berada ditempat acara. Putra yang sering ketempat seperti ini sudah tak canggung lagi dengan orang orang didalamnya.


"Senang bisa bertemu dengan anda tuan Putra," sapa seorang paruh baya bersama seorang perempuan yang usianya mungkin setahun lebih muda darinya.


"Senang bisa bertemu dengan anda tuan Anton," balas putra menjabat tangan Anton dengan wajah datar.


"Perekenalkan ini putri saya, Lili Angelista."


Lili mengukurkan tangannya dengan senyum, tak lupa sedikit menundukkan badannya hingga memperlihatkan dadanya yang hampir keluar.


"Hmm" tanpa membalas uluran tangan Lili.


"Cuek banget ni orang, baru kali ini gue diginiin sama cowok," batin Lili geram. Dengan senyum yang masih terpancar, Lili menarik tangannya.


"Anak saya ini berprestasi loh tuan, dia pernah menjuarai lomba modeling dijepang," Anton membanggakan anaknya berharap Putra tertarik dengan putrinya dengan begitu ia bisa dengan mudah memasuki perusahaan PUTRA.


Putra tak menanggapi ucapan Anton, merasa tak dianggap Anton mengajak putrinya untuk menemui rekan bisnisnya yang lain.

__ADS_1


Tak sengaja mata Putra menangkap sosok gadis yang sangat ia kenal duduk disebuah kursi dengan segelas jus didepannya.


"Kenapa dia ada disini," tanyanya dalam hati, ia melihat ada dua orang yang mendekati gadis itu.


"Sendirian aja, kita temenin ya," ucap salah satu dari dua pria itu.


"Nih, gue ada bawa minum biat lu," ujarnya memberikan segelas wine kepada gadisnya, terlihat gadis itu tak nyaman dengan itu, hingga.


"Sayang," panggilnya manja, yang membuat orang yang ada disekitarnya menatap mereka.


Deg


"Kamu datang diwaktu yang tepat," batin gadis itu bersyukur.


"Maaf suami saya sudah datang," pamit gadis itu menghampiri putra meninggalkan dua pemuda tadi.


"Sayang, dari mana saja." Manja gadis itu memeluk Putra.


"Ini hanya sandiwara ya, pura pura jadi suami istri," bisik gadis itu. Putra membalas pelukan gadis itu, dan berbalik bisik.


"Apa yang aku dapat kalau aku membantumu hmm?" tanyanya.


"Apa aja, yang penting kita bisa cepet keluar dari sini," jawab gadis itu masih dengan berbisik.


"Maaf anda siapa gadis ini ya?" tanya salah satu dari pemuda yang mendekati gadis ini.


"Dia istri saya, kenapa ya?" tanya putra seolah tak tahu.


"Aku tak percaya, kalau gadis ini istri anda."


"Gadis ini istri saya, dan sekarang ia tengah hamil anak pertama kami," jawab Putra mengelus perut gadis itu.


"Sumpah putra cari kesepatan aja sih," batin gadis itu.


"Dedeknya mau pulang yank" manja gadis itu mengelayut dilengan putra.


"Kita permisi ya semua, maaf tidak bisa lama."


Setelah bepamitan mereka berdua keluar dari gedung, dengan gadis itu yang mengerucutkan bibirnya.


Cup


"Sengaja mau buat aku tergoda hmm?" tanya Putra setelah mencium gadis itu.


"Putra...." Rajuknya berlalu meninggalkan putra.

__ADS_1


"Sayang, kok ngambek?" tanyanyatapi masik tak digubris dengan Lista, ya gadis itu adalah lista.


Bersambung....


__ADS_2