Cewek Dingin Itu Pacarku

Cewek Dingin Itu Pacarku
Patroli


__ADS_3

Calista berjalan kaki kearah sekolah karena jaraknya sudah tak jauh lagi.


"Lista, Sendiri aja. Putranya mana?" Tanya Desi, ya disekolah ini yang akrab dengan Calista hanya Indah dan Desi. walau Lista tak akrab akrab banget dengan keduanya


"Udah duluan" jawabnya berjalan mendahului


"Yee, ni anak udah ditungguin malah ditinggal" ucapnya mengikuti Lista.


"Oh ya Lis gue kekelas gue dulu ya. Pesen gue jangan dingin dinginlah. Pagi pagi gini gue udah beku gara gara lu" canda Desi berlalu meninggalkan Lista yang sudah berada didepan kelas menyinggungkan senyum tipisnya. Calista tak sekelas dengan Desi maupun Indah.


Ia masuk kedalam kelas dengan wajah dinginnya, yang pertama ia lihat adalah Putra yang berada dibangkunya dengan gamenya.


"Piket, kasih tahu anak anak yang piket" Dingin Lista memberi sapu kepada Putra, Gadis itu menatap tajam Putra.


"Lu mau kemana?" tanya Putra pada Lista, saat disekolah mereka akan menggunakan Lu Gue dan jika diluar mereka memakai Aku Kamu.


"Patroli" Jawabnya dan diangguki oleb Putra


"Hati hati, kalau capek langsung balik kekelas atau ke UKS" Bisik Putra dan diangguki oleh Lista.


Sebenarnya disana belum terlalu bayak anak yang datang masih sekitar 7 anak.


Lista melanjutkan jalannya mengelilingi sekolah siapa tahu ada yang bolos dan nongkrong diwarung. Sesuai dugaan banyak anak kelas tiga yang merokok diwarung. Walau Lista perempuan ia tak takut akan anak laki laki apalagi kakak kelasnya.


Brak


"Balik kekelas" dingin Lista yang membuat keempat cowok itu menelan ludahnya kasar. Pernah satu kali ada yang melawan Lista tapi berakhir diUKS sejak hari itu cowok cowok yang biasanya merokok disana banyak yang tak berani melawan lista ataupun menghindar jika ketemu.


"Aelah Lis, lu kan adek kelas kita ye. Sekali aja kita nikmati masa SMP kita diwarung ini" Ucap salah seorang cowok menghisap rokoknya


"Nikmati masa SMP itu dengan belajar bukan ngerokok, kalian tahu orang tua kalian membiayai sekolah itu gak murah." Ucapnya panjag tapi datar


"Satu batang lagi Lis, bener deh" tawar temen cowok satunya

__ADS_1


"Satu batang rokok hukuman 5 lari keliling lapangan dan 10 push up saat pulang sekolah" Dinginnya merampas Rokok yang ada disana.


"Uang rokok bisa kalian buat beli jajan, Awas sampai aku pergokin kalian ngerokok lagi, tidak ada kata maaf" datar Lista meletakkan uang limapuluh ribu dimeja itu.


"Mbok kalau mereka sampai ngerokok lagi, laporan kesaya" Ucap Lista pada penjual diwarung itu.


"Siap non" Ujarnya dengan senyumnya. Lista berlalu pergi dari warung itu


"Ih si mbok mah, mau aja disuruh bocah es kayak dia" cemberut seorang yang ada disana


"Eh si aden, non tadi tuh cantik tahu. Walau dingin, lagian ya den bener apa kata non tadi biaya sekolah sini tuh gak murah." ucap mbok penjual itu


"Iya mbok kami juga tahu" ucap mereka


.............


Lista kembali berpatroli tak sengaja matanya menangkat dua anak manusia yang sedang bertengkar dihalaman belakang dan yah itu ada Riko dan salah satu cewek yang tak Lista kenal


"Kak Riko kenapa gak pernah balas perasaan Bela?" ucap Bela, ( cewek itu)


"Tapi aku sayang sama kakak, aku cinta sama kak Riko" ucap Bela


"Tapi gue gak suka sama lu Bela, berapa kali sih gue harus bilang kalau gue gak suka. Tolong jangan ganggu gue" Ucap Riko meninggikan suaranya


"Kenapa kakak gak suka sama Bela, Bela cantik dan juga pintar" Ucap Bela dengan mata yang berkaca kaca


"Karena ada cewe yang lebih gue sayang, dan gue udah lama cinta sama dia. Gara gara lu yang selalu ngintilin gue, gue selalu gagal nembak dia" ucap Riko


"Siapa orangnya kak, Bela gak terima kalau kakak jadian sama cewek lain" teriaknya


"Gu...


"Stop, Diam kalian berdua" Teriak Lista yang sudah jengah akan ucapan mereka.

__ADS_1


"Kenapa kalian berantem disini? Apa perlu gue ambil corong dimushola buat kalian hah" Teriak Lista


"Kak Riko gak mau terima aku" ucap Bela


"Cuma masalah cinta" gumamnya


"Kenapa Riko gak terima cinta si bela?" tanya Lista


"Karena gue gak suka sama ni bocah, gue udah suka sama cewek lain" jawab Riko


"Bela kamu itu cantik banyak kok yang mau sama kamu, cinta gak bisa dipaksakan. kalau kamu bener bener cinta sama riko relain riko bahagia" Ucap Lista pada Bela. Kadang kala Lista juga cocok menjadi penasehat selain menghukum


"Tapi kak.... Huffttt oke Bela bakal lupain kak Riko. Selagi ada kak Fajar sama Kak Putra, kak Riko gak ada apa apanya" ucap Bela


"Mereka berdua juga udah punya pacar Bel" Dingin Lista menjawab.


"Yah yang bener. Jadi Bela gak dapat tiga tiganya dong." Sedih Bela


"Cowo gak cumaa mereka bertiga, masih banyak cowok yang lebih ganteng daripada mereka" ucap Lista.


Akhirnya Bela menerima saran dari Lista untuk melupakan Riko dan mencari cowok lain.


"Oke semua udah selesai, Bela kembali kekelas." Perintah Lista dan diangguki oleh Bela.


"Makasih ya Lis, uda bantuin gue" ucap Riko tulus


"Hmmm, saran gue jangan gantung perasaan anak orang..Kalau lu suka bilang dan kalau lu gak suka bilang secara baik baik. Gue sebagai temen Desi kasihan tahu sama dia, udah terlalu berharap banyak lu bakal tembak dia tapi nyatanya..." ucap putri


"Iya gue tahu, gue juga mau tembak dia tapi selalu gagal" ujarnya


"Secepatnya lu tembak si Desi, gue cuma bisa kasil lu semangat" ucap Lista dan diangguki oleh Riko


"Gue lanjut patroli lu balik kekelas, udah ada putra disana waktu lu piket juga kan?" Riko mengangguk dan berlari menuju kelasnya sedangkan lista kembali berpatroli.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2