
Tak terasa tiga tahun telah mereka lewati diSMP ini, Hari ini adalah hari kelulusan Lista dan Putra dan kawan kawan.
"Mama.. papa.. jangan lupa dateng ya" Pinta Lista yang sedikit sedih karena sang nenek harus berobat dinegeri orang
"Iya sayang" Jawab keduanya
"Lista sayang, kita harus kesingapura besok pagi, nenek dan kakek butuh kita disana" Ujar sang papa, seketika lista menghentikan sarapannya. ia berpikir sebentar, benar juga apalagi neneknya yang sedang sakit dan dirawat dirumah sakit.
"Lista ikut pa" Jawabnya
"Kamu yakin?" tanya sang mama
"Iya ma" Jawabnya mantap.
Sarapan mereka selesai, Lista dijemput oleh putra yang sudah stand bay didepan rumah dengan mobil miliknya yang dibelikan papanya berberapa bulan lalu.
"So beautiful" Batin putra yang menunggu pacarnya dimobil itu. Ya karena Lista memakai berwarna biru langit yang sangat kontras dengan kulut putihnya begitupun dengan putra yang memakai stelan jas berwarna biru tua.
"Yuk" Ajaknya yang sudah berada didalam mobil, tiba tiba putra mendekat pada Lista, lista menutup matanya merasa wajah putra dekat dengannya itu. Putra tersenyum jahat dan memasang seat belt lista.
"Ngarep ya pengen dicium" Godanya mencubit hidung Lista, seketika lista langsung membuka matanya
"Ishh bilang kek" cemberutnya memajukan bibirnya
"Itu bibirnya kenapa dimajuin gitu" Ujar putra, Lista hanya diam seraya memalingkan wajahnya.
"Yank" Panggil putra
"Hmm"
"Kenapa diam aja?" tanyanya
"Gak tahu apa yang mau diomongin" Ujarnya
__ADS_1
"Emm.... besok kita liburan yuk," Ajaknya, seketika lista teringat jika besok dia akan pergi kesingapura
"Besok, aku pergi kesingapur" , Ujar Lista lirih, Putra yang mendengar itu mengerem mobilnya mendadak.
"Serius?" tanyanya menatap lista, Lista mengangguk
"Kamu mau tinggalin aku" ,Sedih putra seraya menjalankan mobilnya lagi
"Enggak sayang, Kamu tahukan nenek berobat disingapur. aku harus kesana besok pagi bareng mama papa" Ujar Lista memegang satu tangan pacarnya.
"Aku ikut" ujarnya
"Putra, kalau kamu ikut mama papa kamu sama siapa? Adel masih kecil. mereka butuh kamu sebagai anak laki lakinya" Ujar Lista
"Tapi aku gak mau kamu pergi" Kekehnya
"Kan masih ada ponsel put, kita LDR an aja berberapa bulan. aku janji kalau nenek udah sembuh bakal pulang kesini lagi" Ujar lista menyenderkan kepalanya dibahu putra, lista sendiri tak mau meninggalkan pacarnya yang sudah lebih dari 3 tahun menemaninya.
"LDR!! Apa aku bisa?" Batin putra
"Yang ada kamu yang dikejar kejar cewek nantinya, secara kamu tuh ganteng, tinggi, kaya, kurang apa coba" Cerocos Lista
"Alhamdulillah pacar gue ngakuin pacarnya ganteng" Senang putra
"Kamu emang ganteng yank" , Ujarnya jujur, membuat hati pacarnya senang tak salah buatnya
"Yank, kalau kamu disana jangan lupa chat aku terus oke, jangan main sama cowok lain, dan jangan pernah ada niat dua in aku" Ujar Putra menatap mata lista sekilas dan kembali fokus pada kemudinya
"Enggak putra, kamu bisa pegang janji aku. kamu boleh apain aja aku kallau aku bener duain kamu, tapi jika kamu yang duain aku. aku bakal pergi dan gak mau ketemu kamu lagi" Ancamnya.
"Tenang aja aku setia kok" ucapnya dengan percaya diri.
"Iya sekarang setia gak tahu nanti pas aku gak ada, lihat yang bodynya wah aja langsung ngelirik" sinisnya
__ADS_1
"In Sya Allah, aku bakal setia sama kamu" Ujarnya mantap, ia sudah berjanji dengan dirinya sendiri jika ia aka mnenjadikan lista yang pertama dan terakhir untuknya.
Skip
Serangkaian acara telah terlaksana dengan lancar, dengan ini mereka resmi menjadi alumni di SMP ini.
",Selamat ya anak anak mama, udah lulus SMP." Ujar mama hana memberi selamat seraya menggendong Adel.
"Makasih ma/tante" Jawab mereka
Begitupun dengan yang lain, tapi ada rasa sesak didada putra saat membayangkan untuk berberapa bulan kedepan pacarnya tak bersamanya.
"Tant, Om putra ijin bawa lista jalan dulu ya" Izin putra pada kedua orang tua Lista yang sedang mengobrol dengan mama papanya itu
"Iya nak, kalian jalan aja" Jawab papa lista dan diangguki sang istri.
Setelah mendapat ijin, Putra menarik tangan lista lembut kearah mobilnya, Lista hanya menurut. ia pikir juga akan menghabiskan setengah hari ini bersama putra.
Sampailah mobil itu disebuah danau dengan taman bunga disekitarnya, Putra mengajak lista untuk duduk disebuah dahan pohon yang menghadap langsung kedanau.
"Maaf ya put kalau selama kita pacaran aku jarang panggil kamu sayang atau nama kesayangan, itu bukan aaku banget gitu" Ucap Lista dengan kepala yang ada dipundak putra
"Gak papa sayang, kamu ngomong banyak dan senyum aja udah buat aku seneng. mengingat sifat kamu yang kaya es" Candanya mengelus rambut pacarnya
"Makasih udah buat aku senyum tiap hari, udah ada saat aku butuh, kamu juga harus banyak ngalah demi aku. tapi aku lakuin itu juga demi kebaikkan kamu" Ujar lista
"Maaf aku gak bisa romantis seperti cewek cewek seumuran kita yang bucin gitu sama pacarnya, Tapi kamu harus tahu aku mencintai kamu dengan cara ku sendiri" Ujarnya, Putra yang mendengar ucapan pacarnya itu tersenyum senang. bahagia rasanya lista sang cewek dingin mencintainya dengan cara gadis itu sendiri.
"Shhutttt.. Aku percaya kalaupun kamu belum cinta sama aku, aku akan buat kamu tergila-gila dengan aku" Ucap Putra mengecup kening pacarnya
"Hmmm.....
Mereka ingin menghabiskan waktu terakhirnya mereka berdua sebelum lista kesingapura.
__ADS_1
Bersambung. .......