
Ting tong
"Assalamualaikum" Salam Fajar dan Riko yang sudah ada didepan pintu
"Wa'alaikumsalam" Jawab seseorang dari dalam
"Eh ada anak anak mama" mama hana menyambut mereka dengan wellcome
"Masuk masuk... mau ketemu Putra ya" Tanya Mama hana dan dianggukkan oleh Mereka.
"Langsung kekamar aja, dia ada dikamar" Ucap mama hana
"Iya mah, kita kekamar putra dulu ya ma" Pamit kedua dan diangguki oleh mama hana.
"Mbok buatin minum ya buat anak anak, anterin kekamar putra ya" Pinta Mama hana pada mbok nem.
Cekek
Pintu kayu dibuka oleh Riko dan Fajar, mereka berdua melihat sang sahabat sedang duduk dikasur dengan gitar ditangannya.
"Pak bos. dah sembuh?" tanya Riko yang menarik kursi belajar putra.
"Udah" Jawabnya
"Nih pak, tugas lu udah gue salinin punya ya bu bos" Ucap Fajar memberikan buku tulis dari dalam tasnya.
"Thanks" Singkatnya
"Singkat bener yak, tertular sifatnya bu bos ya" Ujar Riko lirih
"Hmmm"
"Kenapa sih pak, kek beda gitu?" tanya Fajar menatap putra
"Lista gak kesini!!! Chat juga gak dibalas" katanya lesu
"ooo gara gara buk bos, tadi ijin mau jalan sama Desi dan Indah" ucap Fajar
"Kenapa gak bilang gue sih" gerutu Putra
"Sabar aja, pak... ibuk gak nakal kok" Ucap Riko
"Hmm"
Ditempat lain Zahra yang sudah mulai terbuka dengan Desi dan indah, mereka bisa akrab karena pacar mereka juga sahabatan.
"Emm Des, lu udah jadian ya sam si riko?" tanya Lista, Indah yang mendengar itu kaget. pasalnya ia belum diberitahu oleh sang sahabat kalau mereka pacaran
"Wah parah sih lu, pacaran gak bilang bilang kegue. mau main rahasia rahasiaan lu ya" tuduh indah menatap tajam desi yang tengah gugup
"Mati gue, lagian si lista kok tahu aja kalau gue pacaran sama riko" batinnya
"Jawab des" guncang indah saat desi melamun
"ii ya" Lirihnya
"Jadi lu sembunyiin hubungan kalian sama gue" tuduh indah dengan nada yang sudah naik satu oktaf
"Bukan mau nyembunyiin, tapi belum sempat aja bilang" ujarnya
"Wah parah sih lu, tiap hari kita berdua lu kagak ngomong" sungut indah
"Gue cuma mau bilang jaga diri lu, jangan buat orang tua lu malu dengan kelakuan lu" Nasihat Lista dan diangguki oleh Desi, Apa mungkin Lista tahu dia pernah berciuman dengan Riko.
"Kelakuan apa emang?" tanya Indah kepo
__ADS_1
"Apa sih bocil gak usah kepo" Ujar Desi pada indah
"Gak ngaca dia, kita seumuran woy" Ujar Indah tak terima
"Hehehe iya yah".
Ting
Putra😴
Dimana?
^^^Anda^^^
^^^Taman^^^
Putra😴
O
^^^Anda^^^
^^^Kenapa^^^
Putra😴
Gpp
^^^Anda^^^
^^^ya udh^^^
"Kenapa lagi ni anak" Batin Lista
"Kemana lu?" tanya Indah
"Ada urusan" jawabnya
"Bege kali.. dia yang ajak kita kesini, dia juga yang tinggalin kita disini" Ucap desi
"Pulang yok" ajak Indah
"Yodah yuk"
Skip
Taxi yang ditumpangi Lista sampai dirumah besar itu, ia memberikan berberapa lembar uang dan mengambil parsel buah yang tadi sempat ia beli.
Ia mengetuk pintu yang tingginya sangat tinggi itu😆😅 hingga dijawab mbok nem dari dalam. Mbok nem yang sudah kenal dengan Lista itu menyuruhnya masuk.
"Mama kemana mbok?" tanya Lista
"Nyonya ada dikamar katanya capek gitu" Jawabnya
"Neng lista mau jenguk den Putra kan?" tanya Mbok Nur dan diangguki oleh lista. Seellah berpamitan dengan mbok nem losta berlalu kekamar putra.
Terdengar suara riuhh dari dalam lamar itu, lista yakin dua sahabat pacarnya masih disana. Beberapa kali pintu itu diketuk lista tapi tak ada balasan dari dalam. Ia memang knop pintu dan membukanya.
Ceklek
Lista dibuat melongo dengan kamar pacarnya, yang berantakan kasur yang belum dirapikan, Sofa yang berpindah tempat, bungkus snack dimana mana, dan terpampangnya tiga makhluk didalamnya.
"Bos" Panggil Riko pada Putra yang sedang bermain game online itu
"Shitt!! Paan sih ahh ganggu aja" umpat Putra
__ADS_1
"Bu bos" Ujar Riko
"Iya pacar gue kenapa?? Kata tu jalan sama pacar kalian" Ujarnya sedikit membentak tapi bukan karena marah tapi gamenya
"Dia disini"
"Brengsek" Umpat putra lagi
Lista yang sudah tak tahan itu merebut ponsel putra dan membantingnya kekasur.
"Siapa sih yang berani re but pon sel gur,... Yank" Kaget Putra yang melihat pacarnya berdecak punggang menatapnya tajam.
"Apa, masih sakit juga udah game terus. emang gak bisa ya istirahat gitu anteng. kamar udah kayak kapal pecah, mau tambah sakit hah" Bentak Lista
"Enggak yank" Jawabnya
"Lu berdua pulang" Usir Lista pada kedua sahabat pacarnya
"Oke, bos cepat sembuh yak" ucap keduanya
"Bangsat kalian" Umpat putra.
"Putra." Lista meninggikan suaranya.
"Apa?" tanya Putra menantang
"Kenapa sih kamu ngusir temen temen aku?" tanya Putra duduk dikasur itu
"Sengaja, biar kamu istirahat dan cepet sembuh." Ketus Lista yang membuat Putra tersenyum kecut
"Jangan sok peduli deh lis" Ujar Putra
"Wajar dong gue peduli, lu pacar gue" Balas lista
"Pacar!?? Huh gue lelah lista!! gue lelah berjuang sendiri. selalu gue yang mengalah dalam hubungan ini. sedangkan Lu?? Ungkapin rasa lu aja gak pernah bahkan jarang" Lirih Putra lebih mendramatisir
Deg
Apa ini isi hati putra yang sesungguhnya, Yah memang lista akui bahwa ia jarang mengalah tapi itu semua demi kebaikan.
"Kemana lu hari ini aja gue gak tahu" Ujarnya sedih
"Maaf" Ujar lista
"Gue gak perlu maaf dari lu lista" Lirih Putra
"Oke lu perlu apa dari gue?" tanya lista menatap putra
"Peluk gue, cium gue, dan bilang Aku mencintaimu" Ujar Putra dengan senyum jahat, Lista yang mendengar itu akhirnya tahu jika ini hanya akal bulus putra agar seolah olah ia yang paling menderita disini.
"Lu ya" Geram Lista
"Gak mau yaudah" putra membalikkan badannya. tapi dengan xepat lista memeluk laki laki itu dari belakang.
"Aku mencintaimu sangat" Bisiknya yang membuat putra senangnya bukan main.
"Really" Lista hanya mengangguk. setelah pertengkaran yang berakhir pernyataan cinta itu. Lista menyuruh Putra untuk berbaring lagi dan ia membersihkan bungkus snack yang berhamburan itu.
"Sayang, kamu belum cium ini" rengek putra menunjuk bibirnya
"Belum mahrom" Jawabnya santai
Lista yang sudah menyelesaikan beberesnya itu duduk disamping putra dan mengecup kening pacarnya singkat.
Bersambung.....
__ADS_1