Cewek Dingin Itu Pacarku

Cewek Dingin Itu Pacarku
Story Instagram


__ADS_3

Malam berganti pagi, sinar cahaya menembus tirai kamar yang tak tertutup gorden. Seorang gadis mengerjabkan matanya berulang kali menyesuaikan penglihatannya.


"Aaaaa." Teriak Lista saat ada tangan kekar yang memeluknya.


"Apa sih yank, masih pagi loh," gumam Putra nyaris tak terdengar.


"Kamu kok ada disini?" tanya Lista.


"Bisa kan ini kamar aku," jawabnya kembali memejamkan matanya. Ya, semalam Putra tidur dikamar tamu dengan membawa satu foto gadis itu, dan saat pagi hari setelah subuh Putra kembali kekamar dan tidur disamping Lista.


"Tapi, bukannya kamu dikamar tamu!" ujar Lista melepaskan palukan itu, tapi tak bisa karena pelukan itu sangat erat.


"Kamu ngampus kan?" tanya Lista dan diangguki samar oleh Putra.


"Ya sudah sekarang, bangun, mandi terus sarapan," perintah Lista dengan tegas, aura kepemimpinannya keluar saat ini.


"Bangun gak!! kalau enggak aku siram nih," ancam Lista, mau tak mau Putra kembali membuka matanya dan menatap gemas pacarnya.


"Kamu cantik," ujarnya mengelus pipi lembut Lista.


Bluss.


"Cie blusing, masih aja malu malu."


.........


Setelah drama tadi pagi, Putra pergi kekampus tapi sebelum pergi Putra mengingatkan Lista untuk tidak lupa meminum obatnya, tentu Lista 1 karena merasa diperhatikan oleh Putra setelah putra tahu yang sebenarnya. Tapi tak menutup kemungkinan Lista juga takut jika Putra berpaling karena bosan memiliki pacar penyakitan sepertinya.


Diperjalanan Putra masih saja tersenyum, pagi hari ini terasa sangat indah menurutnya. Ia sudah mendapatkan vitaminnya pagi ini.


Sampailah motor sport itu sampai diparkuran kampus, entah hanya perasaan Putra saja atau memang benar. Banyak siswa yang melihat kearahnya dengan senyum, walau setiap hari memang begitu tapi kali ini beda menurutnya.


"Pagi Putra," sapa Diana saat Putra melepas helm yang dipakai.


Tanpa menjawab Putra berlalu begitu saja meninggalkan Diana yang masih dibelakangnya. Putra masih kesal dengan Dianan yang mengutarakan perasaannya hingga Lista melihat kejadian itu. Ya walau tindakan Diana untuk menembak Putra tidak salah.


"Sialan, gue dicuekin gitu aja. Gue bakal bikin lu bertekuk lutut sama gue Putra, lihat saja saat cewek penyakitan itu mati. Gue juga yakin kalau keluarga lu gak bakal terima mantu penyakitan," gumamnya menatap Putra.


"Hahaha mimpi lu ketinggian bisa dapatin Putra, asal lu tahu cinta Putra itu tulus sama pacarnya. Sekuat apapun lu buat dapatin Putra, gue yakin gak bakal ngaruh sama tu cowok."


"Lihat aja, gue bakal buat dia jatuh kepelukan gue apapun caranya. Kalian gak bisa halangi gue," ujar Diana menatap sepasang kekasih yang baru sampai itu.


"Mau kita halangi atau enggak, semua yang lu lakuin gak ngaruh sama Putra," ujar Fajar.


"Lihat aja nanti." Diana meninggalkan Fajar dan Indah disana.

__ADS_1


"Kamu yakin dia gak bakal ganggu hubungan Putra dan Lista?" tanya Indah menatap Fajar.


"Yakin gak yakin, tapi kamu percayakan cinta mereka kuat. Masa cuma gara gara kutu kek dia runtuhun pondasi yang udah mereka bangun 5 tahun lebih." Jawabnya membelit pinggang Indah mesra. Indah mengangguk.


"Ya sudah kekelas yuk."


______


Seperti biasa Putra masuk kelas bisnis dan menaruh tasnya dibangku. Para siswi yang melihat idola mereka itu mulai berbisik.


"Si doi makin ganteng aja."


"Iya apalagi distory instagramnya dia tidur peluk adiknya dong, ganteng banget sampai berberapa kali gue screenshot dong."


"Bener banget, pengen deh jadi ceweknya."


"Mimpi aja deh lu."


"Gak papa mimpi yang penting happy."


"Eh instagramnya apa sih?"


"@Putra_agv"


"Nih nih nih gue udah ketemu, emang sih dah cakep dari sononya."


"Kalian nyadar gak sih we, di bio putra ada tulisan Cst_Ala_Rst itu maksudnya apa?"


"Gak tahu juga we, itu keknya udah dari lama deh."


"Atau itu inisial ceweknya?"


"Masa sih udah punya cewek."


"Berarti kita cuma jadi fansnya doang, tanpa kesempatan mempunyai dong."


"Sepertinya iya."


Karena pendengaran Putra yang tajam, laki laki itu membuka Aplikasi Instagram miliknya dan betapa terkejutnya ia mendapat banyak like dari story itu, banyak pula yang mengomentarinya.


Tanpa sadar ia tersenyum tipis, sudah pasti ini kerjaan sang kekasih karena hanya dia yang tahu pin ponselnya.


"Gila, gue bisa gila karena lu Calista," gumamnya.


Tangannya membuka aplikasi hijau, dan mengirim pesan pada sang kekasih.

__ADS_1


Anda


Lagi apa? obatnya udah di minum?


Pesan itu tak langsung dibalas oleh Lista, tapi Putra tetap menunggu karena ia tahu Lista tak pernah mematikan Wi-Fi.


Luv♥


Nemenin Adel.


Udah kok, makasih udah perhatiin aku☺


Anda


Kamu kan pacar aku, dan bakal jadi istri aku.


Luv♥


Masih calon.


Anda


Kan kamu udah aku claim jadi istri aku.


Luv♥


Iya deh.


Anda


Udah ya, aku ada kelas nih.


Dosen yang mengajarpun memulai pelajarannya, sedangkan dirumah Lista tersenyum senang karena diperhatikan baik oleh keluarga ini, tadi pagi mama dan papa Putra juga menanyakan apa Lista sudah meminum obat, bahkan mereka memberi banyak dukungan untuk Lista. Ya, mereka sudah tahu jika Calista mengidap Leukimia.


Seketika ia tersenyum kecul mengingat dirinya tidak sekolah lagi, tiba tiba ia merasa kecil dengan putra yang masih kuliah sedangkan ia hanya berdiam dirumah.


"Akak Tata, napa?" tanya Adel yang duduk dipaha Lista menghadap gadis itu.


"Oh.... Kakak gak papa kok Del," dengan senyum Lista mencium pipi gembul Adel.


"Wangi" gumam Adel memeluk Lista. Seketika hati Lista menghangat dengan adanya Adel.


"Terima kasih."


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2