Cewek Dingin Itu Pacarku

Cewek Dingin Itu Pacarku
Oliv tak mau ditinggal


__ADS_3

"Kemana?" tanya Oliv yang sudah berada diatas motor sang pacar


"Rumah kamu" Jawabnya menyalakan motornya


"Ngapain?" tanya Oliv bingung pasalnya pacar sekaligus tunangannya ini sering mengajaknya kerumah Vito bukan kerumahnya.


"Ngapel" Jawabnya santai, Oliv hanya mengangguk.


Motor itupun meninggalkan area sekolah, Motor sport berwarna hitam merah itu melaju dengan kecepatan sedang membelah jalan raya yang tak terlalu padat dengan kendaraan.


"Beib" Panggil Oliv


"Apa sayang?" tanyanya


"Gak kok cuma pengen manggil aja" Ujar Oliv memeluk erat perut Vito


"Kalau mau tanya atau apa, ngomong aja." Ujar Vito mengecup tangan oliv satu.


Oliv hanya diam hingga motor sport itu masuk keperkarangan rumah Oliv, mereka turun dari motor dan masuk kedalam rumah.


"Siang pah mah" ,Ucap keduanya


"Siang"


"Tumben main kesini, biasanya anak papa yang kamu bawa kerumah?" tanya Papa oliv pada calon menantunya


"Hehehe.. sengaja pah" Jawabnya menggandeng tangan sang pacar


"Hmm... kamu boleh aja main, tapi jangan melewati batas, Oliv anak papa perempuan satu satunya, karena mama udah gak bisa hamil lagi setelah melahirkan Daka" pesan papa paa mereka


"Siap pa, tapi kalau bablas papa nikahin kita juga gak papa" Ujarnya dengan canda


"Kalian masih kecil untuk membina sebuah rumah tangga" Tutur mama membuka suaranya


"Engga kok ma, sekarang aja Vito udah 18 tahun, Oliv juga udah mau 17 tahun." Jawab Vito


"Mama tahu itu, tapi membuna rumah tangga itu gak gampang" Ujar mama lembut, mereka mengangguk paham.


Setelah berbincang bincang dengan orang tua oliv, Mereka berdua ijin untuk naik kekamar Oliv, Meninggalkan mama papa Oliv diruang keluarga.

__ADS_1


Ceklek


"Masuk beib" Ajak Oliv meletakkan tasnya dikursi belajar.


"Kamar kamu ganti cat ya?" tanyanya menatap kamar sang pacar yang berwarna biru langit itu apalagi dengan lantai yang menyerupai air laut.


Oliv hanya mengangguk dengan senyum, ia berlalu menuju kamar mandi meninggalkan Vito yang sudah beraa dikasur berwarna biru tua itu.


Tak lama Oliv keluar dengan baju santainya kaos oblong dengan celana diatas lutut hingga memperlihatkan kaki jejangnya.


Oliv melihat pacarnya yang sibuk dengan buku album yang berada dinakas samping tempat tidur. Kaki polosnya melangkah kearah kasur dan melepaskan sepatu dan dasi sang pacar.


"Makasih" ,Ujar Vito meletakkan buku itu dan menarik tangan pacarnya hingga terjatuh diatas tempat tidur.


"Mau ngapain buka kancing seragam" tanya Oliv was was


"Mau tunjukin dada biang aku, karena kamu tadi udah puji dada cowoknya Lista." Jawabnya memperlihatkan dadanya pada Oliv, Oliv yang melihat itu memalingkan wajahnya, ia kerap melihat foto dada bidang diinstagram tapi jika yang nyata ia baru melihat milik pacarnya hari ini dikamarnya.


"Sayang, lihat sini.... bedain bagusan milik aku atau pacar putra?" tanya Vito mengarahkan wajah pacarnya menatap dadanya.


"Emmm" Oliv hanya memejamkan matanya


"Bilang" desaknya tak sabar


"Sama aja" ,Jawabnya malu seraya memeluk dada Vito yang terekspos jelas itu. Vito hanya tersenyum mendapat jawaban singkat dari pacarnya, ia melepas seragamnya dan membalas pelukan sang pacar.


"Wangi" Gumamnya mengendus wangi badan sang pacar


"Hmm.... Aku selalu wangi sayang kamu aja yang baru nyadar" ujar Vito mengecup rambut cokelat itu,


Hening......


"Kamu bener mau ikut keindo?" tanya Oliv


"Iya sayang, sekaligus aku disuruh papi buat bantu bantu disana... kita kan juga mau nikah, jadi setidaknya aku lebih berpengalaman daripada sekarang" Jawabnya mengelus surai lembut itu.


"Kan bisa disini aja, kalau mami papi keindokan kamu boleh nginep disini" Ujar Oliv duduk dipaha Vito dengan tangan yang mengalung diliher pria itu.


"Aku gak mau kamu pergi" Cicitnya

__ADS_1


"Aku gak lama kok sayang, aku janji sepulangnya dari indo akan nikahin kamu. Kamu mau saat kita udah berumah tangga aku gak bisa cari uang hmm... masa cuma dikamar aja, 1 tahun itu gak lama kok... boleh aku keindo?" tanyanya pada Oliv


"Hmmm..... Ikut" Pintanya


"Mama papa gimana hmm?? Kamu kan anak tunggal, masa mau ninggalin mama papa kamu sih hmm.... Gak kasihan sama mereka?" tanya Vito dengan tangan yang masih aktif mengelus rambut cokelat itu


"Mereka tiap hari buat aku tapi gak jadi jadi..." Ujarnya. dalam hatinya ia juga ingin memiliki adik karena Vito juga anak tunggal karena mami vito mengalami kecelakaan hingga rahimnya harus diangkat saat vito berumur 8 tahun.


"Do'ain aja sayang..." Ucap Vito dan diangguki oleh Oliv.


Cup


"Jadi gimana, boleh aku keindo?" tanyanya Setelah mengecup hidung merah oliv


"Boleh.. tapi jangan sampai kamu kepincut sama cewek indo, kata Lista cewek info bening bening apalagi bodynya yang hot, aku juga sering lihat ditiktok gaya gaya anak indo. beuhh hot baget" Ucap Oliv menusuk nusuk dada Vito


"Kamu lebih cantik sayanga, body kamu juga bagud, kalau masalah hot gak nya.. kita praktek aja gimana?" tanya vito mengelus paha pacarnya


"Praktek apa?" tanyanya polos, Vito yang mengerti sifat Oliv yang kadang ngeres kadang juga lola itu hanya tersenyum. ia membisikkan sesuatu ditelinga Oliv


"Beib" Rengeknya yang terdengar manja ditelinga Vito


"Mau ya, kayak biasa" Pintanya dengan nafas berat, apalagi sedari tadi Oliv duduk dipahanya.


"Tapi jangan lewat oke" Ujarnya membuka bra yang ia pakai, Vito hanya mengangguk, tangan nadalnya menelusup kedalam kais oblong Oliv mencari sesuatu yang menjadi favoritnya sejak ia masuk kelas 1 SMA.


"Ahh beib" Semakin lama vito semakin ahli memainkan dirinya.


"Jangan m3ndesah sayang" Ucap Vito, karena ia tak tahan dengan suara sexy sang pacar jika seperti ini.


"Aku akan coba" Ujarnya menutup mulutnya, Vito hanya tersenyum ia mengecup bibir oliv dan membaringkan tubuh sang pacar dikasur lalu menindihnya.


"Ada kemajuan" Ujar Vito membuka baju oblong Oliv


"Itu juga gara gara kamu" Ujarnya seraya mengelus rambut Vito yang tengah melalap buah dada yang cukup menggodanya itu,


Oliv hanya menahan rasa geli itu, Dengan menarik selimut seraya menutup tubuh mereka.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2