Cewek Dingin Itu Pacarku

Cewek Dingin Itu Pacarku
Semakin turun


__ADS_3

Sebulan berlalu hampir semua sekolah dan kampus dibuka untuk menyambut siswa siswi baru. Tak terkecuali seorang pria yang sedang berdiri didepan cermin kamarnya.


"Kangen, padahal baru satu bulan lalu kita ketemu," gumamnya menatap figura kecil diatas nakas itu.


Putra memutuskan untuk masuk disalah satu universitas dan mengambil jurusan bisnis manajemen berbeda dengan Riko yang mengambil jurusan bisnis kuliner dan Fajar yang mengambil jurusan kedokteran di satu Universitas yang sama.


Sedangkan Indah memutuskan untuk menekuni hobinya sebagai seorang model walau sudah sering dilarang oleh Fajar.


Desi masih terus mengumpulkan dana untuk ia masuk ke salah satu kampus dan juga sering mencari beasiswa lewat internet, dan kabar dukanya adalah Desi sudah putus dengan Riko berberapa hari lalu, karena Desi memergoki Riko sedang dinner atau bisa dibilang makan malam dengan seorang wanita cantik dan seksi disebuah restoran tempat kerjanya yang baru. Padahal itu adalah sepupunya yang meminta Riko untuk menemaninya dinner karena sepupunya ini ingin memperlihatkan kepada mantannya jika ia bisa move on dari si mantan.


Riko sudah menjelaskan yang sebenarnya kepada Desi tapi ditepis oleh Desi karena sakit hatinya melihat sang pacar menyuapi wanita yang katanya sepupunya itu.


____


Sedangkan disebuah rumah sakit terdapat seorang gadis yang sedang berbaring diranjang rumah sakit dengan selang oksigen dihidungnya. Gadis itu adalah Lista yang malam tadi down karena tak selera makan dan terus mimisan.


"Mama pulang aja, Lista baik baik aja kok disini kan banyak suster juga. Kasihan adik Lista kalau lama lama disini," lirih Lista karena kondisinya masih lemas.


"Tapi kamu masih sakit kak, lagian dedek juga masih mau disini," jawabnya memegang tangan sang Putri.


"Lista gak mau adik Lista kenapa napa ma, biarin Lista yang sakit jangan sampai mama ikut sakit gara gara temani Lista disini," lembut Lista dengan senyum. Ia tak tahu ia bisa sembuh atau tidak, yang jelas ia akan berusaha sembuh untuk orang tersayangnya. Setidaknya jika suatu saat nanti ia sudah tak ada, masih ada sang adik yang menemani mama dan papanya kelak.


"Huffttt oke, nanti malam atau besok pagi mama bakal kesini lagi sama papa," ujarnya mengecup kening sang putri.


"Iya, hati hati ya ma," pesannya, dan dianggukkan oleh sang mama.


Tinggallah dia sendiri dikamar rawat itu, bau obat menyeruak infdra penciumnya.


Drrttt


'Gimana ini, apa aku angkat saja? ya allah bantu aku, semoga Putra tak curiga'


"Halo sayang" -Putra


"....." -Calista


"Sayang!!! kamu disitu kan?"-Putra


"Iya." -Calista


"Hmmm, lagi apa?" -Putra


"Baringan aja nih, kamu udah mau berangkat ngampus ya?" -Calista.


"Tumben masih baringan? kamu sakit hmm, kalau iya minum obat gih, biar gak makin parah. Apalagi suara kamu kayak lemes gitu." -Putra.


'Sakitku memang parah put'


"Udah diobati kok, kamu tenang aja." -Calista.


"Pokoknya kamu gak boleh sakit, aku gak rela kalau kamu sampai sakit." -Putra.


'Aku udah sakit'


"Hmm, kamu mau ngampus?" -Calista.


"Iya yank, kamu istirahat aja yang cukup kalau gitu." -Putra

__ADS_1


"Iya, kamu juga semangat ngampus dihari pertamanya" -Calista.


"Love you sayang," -Putra dengan senyum.


"Love you too," -Lirih Lista.


tuttt


Satu pesan dari Putra😪


Lista membuka pesan itu yang berisikan Foto dirinya dengan caption "Get well son baby"


Senyum terbit dari bibir indah itu tapi seketika senyum itu luntur berganti dengan raut sedih.


'Maaf jika tak bisa bersamamu selamanya'


Lista melamun hingga tak tahu jika ada dokter yang masuk dan menyadarkan Lista dari lamunanya.


"Nona Calista sudah bangun, saya cek dulu ya," ujar dokter dan diangguki oleh Lista.


"Bagaimana keadaan saya dok?" tanyanya.


"Sedikit memburuk dari saat kamu cek up dulu, dokter harap kamu paksa makan walau kamu gak nafsu, karena daya tahan tubuh kamu melemah jika lambubgmu ikut kosong." Dokter bernama Alex itu menatap wajah ayu Lista.


"Hmm..."


"Kakak gak mau sampai kamu kembali kerumah sakit dengan keadaan seperti ini, kamu harus melawan penyakit kamu," ujarnya dan diangguki oleh Lista.


"Iya," jawabnya singkat.


"Gak percaya," elak Lista menyenbunyikan senyumnya.


"Dih gak percaya, ingat ya dek kamu harus sembuh bagaimanapun caranya kakak bakal bantu kamu buat sembuh, gak kasihan sama Putra hmm?" tanya Dokter Alex.


"Aku takut, Putra gak terima aku karena aku yang penyakitan itu, aku juga gak tahu bisa sembuh total apa enggak, tolong ya kak jangan pernah kasih tahu tentang penyakitku kepada orang indonesia, apalagi Putra," pinta Lista pada Dokter Alex.


"In Syaa Allah, tapi jika kamu gak sembuh juga kakak minta tulang sumsum papa kamu, gak ada penolakan." Ya Dokter Alex adalah dokter spesialis onkologi, berusia 28 tahun dan sudah memiliki istri dan satu putra berumur 5 tahun. Baru berberapa hari ini Alex tahu jika pasiennya adalah pacar dari sepupunya jauhnya yaitu Putra, saat mama Hana memosting foto keluarga mereka dengan adanya Lista disana. Setelah menanyakan pada sang bibi siapa gadis kecil yang ada di SW itu, dan sang bibi menjawab itu kekasih dari Putra.


"Aku gak mau mama dan papa sedih, apalagi mama lagi hamil."


"Tapi kesembuhan kamu lebih penting," jawabnya.


"iya iya."


"Nanti kakak kesini lagi, jangan lupa bubur dan obatnya nanti dimakan," pesan Dokter Alex.


"Iya,"


Alex keluar dari kamar rawat Lista menuju ruangannya, rumah sakit ini adalah milik keluarganya.


"Darimana aja?" tanya seorang wanita berjas dokter putih sedang duduk dikursi kebesaran Alex.


"Kamar rawat Lista," jawabnya mengecup kening wanita itu yang tak lain adalah Aluna, istri sekaligus ibu dari anaknya yang bernama Alfin (Keluarga 3A)


"Gimana keadaannya?" tanya Aluna berdiri dari duduknya.


"Sedikit menurun dari sebelumnya, tapi semoga Lista bisa lawan penyakitnya itu, kalau enggak aku gak tahu gimana nasib Putra," jawabnya duduk dikursi dan memangku sang istri agar duduk dipahanya.

__ADS_1


"Pokoknya kamu harus bantu Lista supaya bisa sembuh," ujar Aluna dan diangguki oleh Alex.


"Kamu masih ada pasien?" tanya Alex pada istrinya yang memang adalah dokter kandungan.


"Enggak... tinggal tunggu kamu, terus pulang. Aku kangen sama Alfin," jawabnya.


"Gak kangen sama yang dibawah hmm?" tanya Alex menggoda sang istri.


"Enggak," jawabnya cuek.


"Yakin?"


"Heem," Alunya mengangguk dengan menggigit bibir bawahnya saat merasa ada yang mengganjal dibawah sana.


Cup


"Gak tahan sayang," Alex mencium lembut istri tercintanya dan sesekali menghisapnya.


"Tahan dong," goda Aluna yang memegang adik kecil sang suami yang terlihat sesak dan menonjol dibalik celananya itu. Alex mengangkat Aluna untuk duduk dimejanya, tangan kekar itu mengelus paha sang istri yang terekspos itu.


"Pintunya," Aluna menghentikan tangan sang suami, Alex mengambil remot kontrol yang otomatis langsung mengunci pintu itu dan juga peredan suara.


"Mau dikamar?" tanya Alex pada sang istri, Aluna menggeleng.


"Disini aja, lebih menantang," goda Aluna dengan nada seksi. tangan cantiknya melepas jasnya dan juga gas milik suaminya.


"Enakan juga dikamar sayang, bisa mau kuda kuda," jawabnya membuka kancing kemeja sang istri.


Alex yang tak kuasa menahan gairahnya itu mencium bibir sang istri dan meluma*nya lembut, aluna membalas ciuman itu dengan tangan yang berada dipusaka sang suami yang sudah keluar dari celana Alex.


"Arrrgghh, sayang," des*h Alex saat tangan sang istri memijat pelan pusakanya, tangan Alex menarik tangan Aluna dan meletakkannya dipundaknya.


"Emmhhh," leguhan Aluna tak tertahan saat tangan Alex mengelus miliknya, rok yang tadi Aluna gunakan entah sudah dimana.


"Akhh,," dua jari Alex dimasukkan kesarang miliknya dengan sedikit memaksa.


"Yank..." rengek Aluna menatap mata suaminya yang hanya tersenyum licik.


"Aku masukin ya yank, dan jangan minta berhenti," ujar Alex dan diangguki aluna dengan mata mengenbun tak kuasa menahan hasratnya.


Dengan perlahan pusaka berukuran besar itu menggesek dinding sarang milik Aluna yang terawat.


Jlep


Ahh.....


Mereka terus bermain hingga Alex mengalami pelepasan kedua, sedangkan aluna entah sudah keberapa kali. dengan bermacam gaya, entah itu dikursi, sofa, meja, maupun berdiri dan berakhir dikamar pribadi milik Alex.


"Terima kasih sayang, aku sangat sangat mencintaimu," ujar Alex mengelus rambut acak acakan sang istri yang masih berada diatasnya.


",Hmmm" jawabnya memeluk tubuh suaminya mencari tempat ternyaman didada sang suami.


"Kamu capek hmm?" tanya Alex dan diangguki pelan oleh Aluna.


"Aku harap ada benihku yang tumbuh diperutmu," ujarnya dan diangguki oleh Aluna.


Bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2