
Kamu kok bisa disini?" tanya Lista yang sudah agak tenang, Dengan lembut putra mengusap sisa air mata sang pacar dan menceritakan kenapa ia bisa ada disingapura. Lista menyimaknya dengan seksama
"Jadi gitu sayang, paham?" tanya Putra dan dianggukkan oleh lista,
"Sekarang aku tanya sama kamu, siapa yang ada dikamar sebelah tadi?" tanya Putra menatap lekat pacarnya
"Temen temen aku." Jawabnya jujur
"Siapa?" tanyanya
"Vito sama Oliv." Jawabnya
"Mereka berzina, kamu kok biarin mekeka melakukan hal tak senonoh seperti itu?" tanya Putra
"Mereka gak zina putra tapi kewajiban, mereka udah menikah saat Vito pulang dari Indo. lagian mereka bukan muslim." Jawab Lista naik keatas kasur dan duduk bersila. Penampilan Lista tak jauh dari dulu, wajahnya yang cantik diusianya yang sudah 18 tahun.
"Kamu cantik yank." Ujarnya tiba tiba teringat bunga dan Es krim yang ia beli tadi. ia bangun dan mengambil es.
"Aku tahu, makanya kamu suka." Ujarnya malu, Putra hanya terkekeh mendengarnya, Ternyata Lista sudah tak sedingin dulu.
" Buat aku?" tanyanya dan dianggukkan oleh Putra
"Jadi pas kamu bilang dijalan tadi kamu mau kesini?" tanyanya dan dianggukkan lagi oleh Putra
"Iya sayang, sengaja biar jadi kejutan. eh samapinya diatas malah dengar orang lagi gitu gitu." ujarnya membuka cup es krim yang tadi ia beli
"Untung belum cair"
"Kalau mencair itu hati kamu" Jawab Lista, Putra menatap sang pacar dengan raut beda. Lista yang menyadari itu langsung terdiam.
"Kamu beda yank." Ujarnya terhenti
"Tapi aku suka, setidaknya kamu bisa melepas sifat dingin kamu." Lanjutnya dengan senyum tampan, Lista bernafas lega ternyata Putra tak marah karena ia menggodanya
"Huffttt aku kira kamu marah, entah kenapa aku ikut tertular dengan kegilaan teman temanku disini" Jawabnya
__ADS_1
"Termasuk yang tadi?" tanya Putra penuh selidik, dengan cepat lista menggeleng.
"Enggak kok, Lista bisa sumpah kalau lista gak kayak mereka yang sering begituan.. Lista masih virgin, sumpah demi apapun" Ucapnya mengangkat dua jarinya.
"Putra percayakan sama Lista, lista gak aneh aneh kok" Dengan muka melasnya Lista menatap Putra.
"Iya percaya, tapi awas sampai kamu aneh aneh selama aku gak ada" Ujarnya tajam, Lista mengangguk patuh.
Putra menyuapkan sesedok es krim untuk Lista dan dengan senang hati diterima lista,
"Manis" katanya mengambil alih sendok itu dan menyuapkannya keputra.
"Semanis kamu" Balasnya, seraya membersihkan sisa es krim dibibir lista.
"Kapan pulang keindo?" tanya Lista saat esnya habis
"Satu minggu lagi" Jawabnya naik keatas kasur yang sama dengan Lista, dan membaringkan dirinya disana. merasa tak ada jawaban dari Lista, Putra menarik tangan Lista hingga berbaring disana.
"Putra" lirihnya saat ia melihat wajah sang pacar berada didepannya.
"Kenapa?? aku ganteng kan, tahu" PDnya yang langsung mengecup bibir yang sedari menggoda itu. Apalagi dengan samar mereka mendengar pergulatan dikamar sebelah.
"Tidur aja" Jawabnya, Putra mengangguj samar tangannya memeluk perut Lista, tapi baju sang pacar yang menyingkap membuat ia menelusupkannya kedalam baju mencari kehangatan disana.
"Putra, tangannya jangan kemana mana" Ujar Lista mengambil tangan Putra yang ada didalam bajunya
"Dingin yank" Jawabnya mengelus punggung sang pacar, Bohong putra karena cuaca saat itu sangat apanas walau AC sudah hidup.
"Jangan diginiin, geli ih" Lista menggeliat saat tangan kekar itu mengelus perut langsingnya
"Hmm" Putra diam, dan menaruh wajahnya didada sang pacar. Hingga Lista meraa ada yang menusuk dibawah sana, dengan wajah memerah ia mencoba melepaskan pelukan itu.
"Putra" Lirihnya
"Aku gak bangunin yank, dia inisiatif sendiri buat bangun" Jawabnya dengan nafas berat
"Aku harus gimana?" tanyanya polos
__ADS_1
"Sesak yank" Ujarnya membuka resleting celana itu hingga menampakkan benda yang masih tertutup pembungkus terakhir itu
"Kamu ngapain?" tanya Lista, putra berlari kearah kamar mandi untuk menuntaskan apa yang harus ia tuntaskan.
Setengah jam berlalu, putra belum juga keluar dari kamar mandi, Lista yang masih menatap pintu kamar mandi itu mencoba mengetuknya.
"Putra.... kamu masih didalam kan?" tanya Lista
"Iya yank...ahhh" Putra masih berusaha untuk menidurkan adiknya.
"Kamu gaak papa kan put?" tanya lista lagi
"Enggak yank"
Lista tak percaya ia mencoba membuka pintu itu tapi pintu itu terkunci, akhirnya ia menunggu didepan kamar mandi itu dengan raut entahlah.
Sedangkan putra masih dikamar mandi, ia bisa bernafas lega akhirnya "dia" bisa tertidur lagi. hal ini bukan pertama kali ia rasakan, dulu pernah saat tak sengaja melihat apa yang dikirim Fajar hingga ia membuka video berdurasi 3 menit itu dan yah begitulah
Ceklek
"Udah selesai?" tanya Lista dengan wajah khawatir
"Udah" Jawabnya
"Kamu gak papakan?" tanyanya lagi, gemas putra mencubit sang pacar
"Gak papa, sayang udah biasa juga" Ujarnya,
"Kok bisa biasa?" tanyanya penuh selidik, jangan jangan pacarnya bernah begituan lagi.
"Yaaaa...... gak kok bukan apa apa" Tak jelas jawabnya
"Kamu gak aneh anehkan put?" tanya Lista
"Enggak sayang sumpah"
Karena tak ingin kejadian ini terulang, mereka memutuskan untuk keluar dari kamar, tapi sebelum itu putra menyuruh sang pacar untuk mengganti pakaiannya agar lebih tertutup.
__ADS_1
Bersambung......