
Jam pulang sekolah, Semua siswa berhamburan keluar kelas untuk pulang kerumah masing masing. tak terkecuali pasangan Lista dan Putra.
"Yuk yank" Ajak Putra yang sudah berada diatas motornya itu, dan diangguki oleh Lista
"Lista!!!" Panggil seseorang dari arah belakang
"Hmm?"
"Kita harus buat susunan tentang pemilihan ketua osis baru" Ucapnya
"Tugas sekretaris!!!" datar Lista
"Sekretaris udah pulang, gue lupa mau bilang tadi" Jawabnya dengan ragu, sebenarnya hanya modus sana agar lista bisa bersamanya
"Masih ada esok, kakak chat aja sama Dwi dan Talita duruh buat, dah ya kak gie mau pulang" Ucap Lista menaiki motor Putra dan putra memberikan jaketnya untuk menutupi pahanya.
"Lu pulang sama putra?" tanya Enggal
"Iya, kenapa?? masalah buat lu" Bukan lista yang menjawab tetapi Putra.
"Lista pulang bareng gue aja ya, daripada sama cowok tengil ini" Tawar Enggal dengan senyum manis kearah lista
"Lista cewek gue, udah sepantasnya dia bareng sama cowoknya" Dingin Putra menatap tajam enggal yang sangat terlihat menyukai pacarnya
"Udah put, gak usah diladenin. pulang aja yuk" Ajak Lista yang tak mau putra bertengkar dengan enggal.
"Untung ada cewek gue, kalau enggak habis lu" Ucap Putra menyalakan motirnya, dan meninggalkan area sekolah meninggalkan Enggal yang masih berdiri didepan parkiran dengan tangan terkepal.
Didalam perjalanan Putra hanya diam, entah karena emosi atau apa. dengan kecepatan penuh ia menepikan motornya disebuah danau buatan ditengah kota.
"Kok berhenti?" tanya Lista yang masih memeluk Perut putra erat
"Turun" Ucapnya dan diangguki oleh Lista, Putra menggandeng Pacarnya untuk duduk dahan kayu yang sudah jatuh itu.
Diam!!! Putra hanya diam, ia menggengan tangan Lista dengan erat, Lista yang melihat pacarnya menahan emosi itu hanya bisa mengelus punggung tangan pacarnya.
"Aku tahu dia tuh suka sama kamu" Ucap Putra menatap lurus kedepan
"Tapi aku gak suka sama dia" balasnya
"Kenapa gak suka?? Kalian sering bareng, Apa perasaan suka itu gak muncul dihati kamu?" tanya Putra menyelidiki sang pacar
"Sering mana sama kamu hmm, aku kenal enggal aja saat aku ikut osis sedangkan kamu udah gangguin aku sejak masuk sekolah" Panjang Lista datar
"Hmmm aku tahu, jangan pernah berpaling dari aku" Ujar Putra melas, Putra menyukai putri tulus dari hatinya. ia tak tahu hal itu wajar atau tidak karena usianya masih 15 tahun. (Uthor rasa enggak)
__ADS_1
"Iya" Singkatnya
"Aku mau jawaban sayang" Rengek putra menatap lista
"Huffftttt Iya, aku gak akan berpaling dari kamu. udah ya gak usah emosi gak guna juga" Ucapnya mengacak rambut hitam Pacarnya.
"Hmm"
"Pulang yuk" Ajak Lista dan diangguki oleh putra
"Foto yuk" Ajak Putra merogoh ponsel yang ada disaku celana biru itu.
Berapa jepretan mereka sudah berada diponsel putra, dan langsung mengirimkannya keLista.
Merekapun meninggalkan danau itu dengan bergandeng tangan, mereka tak menyadari saja bahwa sedari tadi ada seseorang yang sedang menahan amarah dibalik pohon itu.
"Put, mampir warung dulu ya" Ucapnya menujuk warung makan sederhana itu
Tanpa menjawab Putra menepikan motornya didepan warung itu (Heran dah uthor anak sultan makannya diwarung)
"Mau makan apa?" tanya Lista saat mereka sudah
"Samain aja" jawabnya
"Iya non, bentar" Jawab sang ibu, Tak lama dua mangkuk soto dan dua gelas es teh tersedia didepan mereka.
"Bawang goreng" Batin Putra menatap sangkuk soto itu
"Ayo makan!!" Ajak Lista pada pacarnya, gadis itu sudah menyuapkan soto itu kemulutnya.
"I..iya" Gugup Putra
Mereka memakan soto itu hingga habis, dan terlihat putra menyisihkan bawang goreng itu dipinggir mangkuk.
"Kenapa bawang gorengnya disisihin?" tanya Lista
"Gak papa" Jawabnya
"Kamu alergi?" tanya Lista dan diangguki oleh Putra
"Kenapa gak bilang sih, kan bisa pesen yang lain. kalau kamu kenapa napa gimana?" khawatir Lista
"Hei hei... aku oke kok.. paling cuma gatal doang. gak sampai masuk rumah sakit" Enteng Putra
"Bener?" tanya Lista tak percaya
__ADS_1
"Iya bener, udah gak usah khawatir gitu. ni bu uangnya" Putra memberikan beberapa lembar uang sepuluh ribuan itu pada sang ibu.
"Yuk pulang" Ajak putra
"Kita mampir apotik ya" Pinta Lista mengikuti Sang pacar.
"Ngapain, kamu sakit?" tanya Putra memegang kening lista
"Enggak, buat obatin kamu. kalau gatel udah ayok..." jawab Lista, putra yang mendengar itu langsung senyum.
"Yok lah gas" Girang Putra.
Efek dari bawang goreng sudah mulai terasa dibadan Putra, dilihat dari putra yang mulai tak konsen menyetir motornya.
"Yuk, aku takut kamu kenapa napa" Ajak Lista yang sudah sampai diapotik itu
"Permisi mbak"
"Ya mbak, mau cari obat apa?" tanya mbak mbak apotik itu pada Lista
"Cari obat alergi mbak" jawab Lista yang melihat Putra duduk dikursi tunggu itu
"Kalau boleh tahu alergi apa ya mbak?" tanya Mbak itu
"Alergi bawang goreng mbak" Jawab Lista polos ingin sekali mbak mbak itu tertawa melihat muka polos lista.
"Sebentar ya mbak," Ujarnya berlalu mencari obat untuk alergi itu
"Ini mbak, bisa diminum sehari dua kali, dan ini bedak tabur bisa ditaburkan dan digosok ditempat yang gatal." Ucap Mbak apotik itu
Setelah melakukan transaksi jual beli diapotik itu, lisa memberikan obat itu dan aqua gelas yang ia bawa pada Putra.
"Jangan digaruk nanti membekas" Titah Lista
"Tapi ini gatal yank" Jawabnya dengan menggaruk leher dan tangannya
Dengan pelan Lista menggosokkan bedak tabur itu fitempat yang terlihat merah sekitar leher, wajah dan bandan.
"Badannya gak sekalian yank?" tanya Putra pada Pacarnya
"Kamu sendiri aja ya" Ucapnya malu, lalu memberikan bedak itu pada putra.
Akhirnya putra kekamar mandi dan menggosok badannya dengan bedak itu.
Bersambung.....
__ADS_1