
Awal masuk kampus Putra sudah disuguhkan dengan adegan tak tak patut diparkiran dimana seorang cowo dan cewe sedang berciuman mesra disana, hingga si cewek yang melihat putra itu langsung melepaskan ciumannya.
Dengan cepat cewek itu mendekati Putra meninggalkan sang cowok diatas motor dengan kesal.
"Hai," sapa cewek itu, Putra menaikkan alisnya sebelah.
Kenalin gue Yuni, lu mahasiswa baru ya?" tanyanya seraya mengulurkan tangannya, tanpa menanggapi Yuni, Putra berlalu begitu saja meninggalkan Yuni yang masih mengulurkan tangannya.
'Sial, gue dicuekin''
"Naksir lu sama tu cowok?" tanya cowok yang bernama Dika, yang tak lain adalah cowoknya Yuni.
"Enggak kok, cuma penasaran aja." jawabnya santai seraya mengandeng tangan Dika menuju kelas.
"Awas aja sampai lu ketahuan suka dan ngejar cowok itu, gue biat hamil juga lu hari ini juga," ancamnya pada Yuni.
"Gak papa sih kalau mau hamilin aku, nanti aku minta kamu nikahin aku secepatnya." jawabnya dengan senyum.
"Tunggu aku sukses ya yank," ujar Dika.
"Iya."
Sedangkan seorang wanita berjalan dengan langkah tergesa menuju kelasnya dijurusan design, ia tak sengaja menabrak seorang didepannya yang tak lain adalah Putra.
"Sorry sorry gue gak sengaja," ucap wanita itu dengan nada terburu. tanpa menawab Putra berlalu begitu saja, wanita itu diam sebentar dan kembali berlari menuju kelasnya.
'Kek pernah lihat tu cowok, tapi dimana ya? au ah emang gue pikirin'
Sicewek itu terus memikirkan cowok yang ditabraknya tadi hingga kakinya melangkah duduk dikursinya.
'Nah gue ingat diakan cowok yang sebulan lalu nabrak gue, tahu gitu gue tadi gak bilang sorry'
Sedangkan Putra yang sudah mendapat kelas itu memilih duduk dibangku belakang dekat jendela.
_______
Sedangkan disisi lain, Riko masih saja mengejar Desi yang sudah memutuskannya.
"Sayang, nanti ada waktu gak?" tanya Riko mengikuti sang Pujaan hati yang tengah bekerja.
__ADS_1
"Kita udah putus ya, dan stop ganggu aku," ujar Desi j3ngah walau masih ada rasa cinta dihati Desi, jika gadis itu pikir pikir lagi ia memang tak sepadan dengan Riko yang notabenya anak orang kaya.
"Aku gak akan berhenti sampai kamu balikan sama aku, kan aku idah jelasin kalau yang kemarin itu sepupu aku. Percayalah sayang aku cuma cinta sama kamu," melas Riko memegang lengan Desi.
"Kita beda Rik," lirihnya meninggalkan Riko yang terdiam disana. Kenapa Desi bilang begitu, pikirannya berkecambuk. Tak tahan ketika perjuangannya diabaikan oleh Desi, Riko menarik tangan Desi keluar dari restoran.
"Kamu apa apaan sih ha, aku mau kerja Riko, jangan tarik tarik," bentak Desi seraya melepaskan tangannya yang dipegang erat oleh Riko.
"Diam," bentak Riko menarik Desi kedalam mobilnya.
Riko menutup pintu mobil itu, Desi masih berusaha keluar dari mobil berwarna silver itu dengan mata mengembun.
"Buka Riko, buka," tangisnya tak tertahan, ia mengeluarkan air matanya yang sedari tadi ia tahan.
Grep
"Hiks hiks... bukain ," ucapnya yang masih terisak, Riko memeluk erat tubuh Desi, tangannya mengelus punggung gadis itu.
"Sayang," panggil Riko mengendurkan pelukan itu, Riko tatap mata berair itu dan mengusapnya.
"Bukain pintunya Riko, aku hiks mau balik kerja," dengan nada memohon. Riko hanya diam seraya melepaskan pelukan itu dan menyalakan mobil lalu melajukannya keluar dari area restoran.
"Hotel," jawabnya.
Deg
Hotel?? pikiran Desi seketika kosong apa yang direncanakan Riko sampai ia harus dibawa kehotel.
"Gak, aku mau balik."
"Kalau dengan cara baik aku gak bisa milikin kamu, mending kita lakukan yang enak," dengan senyum licik Riko membelokkan mobilnya.
"Riko jangan aneh aneh ya." Desi takut jika Riko melakukan hal yang tidak tidak padanya. Riko diam hingga mobilnya sampai dihotel bintang 5.
"Kenapa kita kesini,?" tanyanya.
"Sekarang jelasin sama aku kenapa kamu gak mau balikan sama aku, aku tahu kamu masih cinta sama aku, 5 tahun itu bukan waktu yang sebentar Desi. Hanya karena salah paham kamu sampai putusin aku." Dengan nada lemah Riko bertanya.
"...."
__ADS_1
"Jawab aku Desi, jawab," bentak Riko dengan wajah memerah menahan amarah.
"Kita berbeda Rik, kamu kaya, punya segalanya. Sedangkan aku, aku sederhana, aku tak bisa mengimbangi kamu. Saat aku melihat kamu dengan wanita itu aku tersadar jika kita itu berbeda, kita bagai langit dan bumi, kamu berkian sedangkan aku debu yang selalu dipijak." Jawabnya menahan sesak didadanya Desi meluapkan apa yang ada dihatinya.
"Aku gak peduli tentang status kamu, orang tua aku juga gak keberatan. Mama bangga dengan kamu, apalagi papa yang memang sudah menyayangi kamu seperti anaknya sendiri. Kenapa kamu berpikir seperti itu, kenapa?"
"Tapi apa tanggapan orang luar jika mereka tahu jika kamu bersama seorang pelayan ha, keluarga kamu yang malu," jawabnya dengan mata memerah.
"Bukan orang lain yang menilai kita sayang, Tapi..." Riko memegang tangan Desi untuk menyentuh bawah dadanya.
"Hati kamu, aku bahkan semua keluargaku sudah merestui kita, saat mereka melihat betapa hebatnya kamu." Tulus Riko. Desi tak bisa lagi menahan air matanya, kata kata Riko terlalu manis untuknya. Riko kembali memeluk Desi, tangannya terus mengelus punggung Desi yang bergetar.
"Mau balikan?" tanya Riko menatap Desi dengan cinta.
"Kamu gak malu sama aku yang cuma pelayan restoran?" tanya Desi yang masih tak yakin.
"Hufftt sayangku, kita udah lama loh pacaran masa cuma gara gara kamu pelayan restoran aku malu. Lagian ya, aku gak mau ulang hubungan sama yang lain, mending memperbaiki hubungan sama kamu, yah walau kamu bukan cinta pertama aku," jelasnya.
"Lalu siapa yang pertama?" tanya Desi.
"Mama," jawabnya dengan senyum, ia mengelus pipi merah itu.
"Jadi jawabannya apa?" tanya Riko, dengan pelan Desi mengangguk.
"Serirus kan kamu gak bohong kan?" tanya Riko dan dijawab gelengan oleh Desi, pria itu memeluk tubuh Desi sldan mengecup pucuk kepala sang gadis itu berkali kali.
"Thank you, sayang."
"Hmmm... Maaf jika selama ini aku nyusahin kamu, buat kamu marah, dan sering goda kamu."
"Iya sayang, aku malah kangen sama godaan kamu loh," jawabnya. Desi semakin menenggelamkan wajahnya didekapan Riko.
"Pulang yuk," ajak Desi.
"Nanggung yank, udah sampai sini."
"Emang mau ngapain disini?" tanya Desi yang tiba tiba bleng.
"Makan," jawabnya dwngan senyum misterius.
__ADS_1
Bersambung....