
Seperti biasa hari hari Putra lalui tanpa sang kekasih yang kini sedang jauh disana. Setelah kepergian Lista itu entah kenapa Putra menjadi irit bicara dan terkesan dingin. beda lagi jika ia mendapat pesan, telepon, atau vidcall dari lista. (Emang dah bucin kali ni anak)
Tiga bulan sudah putra menyandang gelar menjadi seorang siswa yang memiliki banyak tanda merah dibuku kedisiplinan, ya karena ia hanya masuk 3 atau 4 kali dalam seminggu.
Dengan santai Putra berjalan menuju kelasnya bersama kedua sahabatnya, mereka bertiga bahkan mendapat julukan the most wanted disekolah itu walau mereka masih 3 bulan sekolah disana.
Yah kenapa most wanted karena tiga sekawan ini selalu menjadi incaran disekolah maupun diluar terlebih itu adaah putra, berbeda dengan saat SMP dulu. (Mungkin auranya belum terpacar kalau SMP)
Oke back to story
"Apa lagi ini" Batinnya menyingkirkan banyak hadiah dimejanya beserta surat bertanda love merah itu.
Putra, Fajar, dan Riko membereskan hadiah jadiah itu dan memberikan kepada anak anak dikelas, yah tentu saja membuat warga kelas X-MIPA 2 senang karena tak perlu mengeluarkan uang jajan.
"Bro gue mau curhat" Ujar Fajar menoleh kearah belakang
"Paan?" tanya Riko, sedangkan Putra seakan tak peduli
"Udah dua minggu lebih Indah gak ada kabar, gue jadi khawatir" Ceritanya dengan wajah lemas.
"Pantes berberapa hari ini muka lu kusut kek setrikaan belum dicuci" Ledek riko
"Sat lu" Fajar melempar Kertas yang ia pegang
"Positif thingking aja, siapa tahu dia gak ada sinyal atau wifi disana rusak" Ujar Putra, yah beginilah putra yang menjadi penenang jika kedua sahabatnya sedang ada masalah.
"Iya bos, tapi tetep aja khawatir gue nih" Ujarnya, Fajar tak menyadari jika sudah ada guru yang mengawasi mereka bertiga.
"Ngobrolnya sudah" Dingin Bu Tulis yang ada didepan, seketika Fajar membalikkan badannya dan reflek mengangguk.
"Assalamualaikum anak anak, maaf tadi sedikit telat. Sebelum kita kemateri pembelajaran, kita ada murid baru dikelas kita ini" Ujar Bu tulis yang sontak membuat para warga kelas riuh kira kira siapa yang menjadi murid baru kelas ini. kecuali Tiga sekawan tadi yang hanya cuek
"Masuk nak, dan kenalkan diri kamu" Perintah bu tulis, pada anak baru yang masih berada diluar kelas itu.
__ADS_1
Tak tak tak
Suara sepatu terdengar, warga kelas itu menoleh kesumber suara. para kaum adam terpesona dengan paras cantik anak baru itu.
"Assalamualaikum, Halo perkenalkan nama saya Indah ayu Pertiwi biasa dipanggil indah. pindahan dari SMA Kebangsaan. Salam kenal semuanya, semoga bisa berteman baik ya" Yap, gadis itu adala indah yang tak lain adalah pacar dari Fajar
"Salam kenal" Barengan mereka. Jangan tanyakan soal fajar yang saat mendengar nama indah ia langsung mengangkat kepalanya dan menatap anak baru itu, sedangksn indah yang ditarap itu hanya tersenyum.
"Baik indah Kenalkan saya bu tulis, wali kelas sekaligus guru biologi, kamu bisa duduk disebelah Fajar yang kebetulan kosong" Ujar Bu tulis dan diangguki oleh Indah.
"Boleh saya duduk bu?" tanya dan dianggukkan oleh bu tulis. Gadis itu berjalan kearah fajar yang masih setengah sadar itu.
"Hay, boleh duduk?" tanya Indah membuyarkan kesadaran fajar. Tanpa menunggu persetujuan fajar, inda sudah duduk disana.
"Kapan pulang?" tanya Fajar memegang tangan pacarnya, tanpa mendengarkan penjelasan sang guru
"Kemarin, masf ya gak ngabarin kamu... sengaja mau buat surprise" Senyumnya mengecup pipi fajar.
"Iri bilang bos" Ucap keduanya sedikit memelankan suaranya dan langsung tertawa.
"Cih"
Tak terasa waktu telah menujukkan jam istirahat, Kaum hawa banyak yang mengajak tiga sekawan itu kekantin tapi mereka menolak. berbeda dengan indah yang terbakar cemburu saat fajar yang bercengkrama dengan seorang wanita. (Indah adalah tipe cewek yang cemburuan jadi tak ayal mereka bertengkar karena fajar dekat dengan seorang wanita, tapi bagaimana lagi fajar udah terlanjur cinta dengan indah.
"Ehemm" dehem indah diperkeras, fajar seketika tersadar.
"Duluan aja ya" Ujarnya dan diangguki oleh gadis itu dengan terpaksa.
"Yank....." Panggilnya, indah tak merespon ia hanya diam seraya memainkan ponselnya
"Yank.... aku gak ada apa apa kok sama dia, cuma berbincang aja" Katanya tapi tetap Indah hanya diam.
"Gue sama putra kekantin dulu, dan selamat berjuang" riko berlalu bersama putra keluar kelas.
__ADS_1
"Sayang, jangan cemburu gitu dong. kamu tahu kan aku selalu wellcome kesemua orang. masa dihari pertama kita bertemu udah marahan" Bujuk fajar mengecup tangan Indah berkali kali.
"Kamu tahu kan aku cemburuan, aku gak suka kamu deket sama cewek lain" ujarnya menatap tajam Fajar
"Iya sayang, gak lagi kok. suer dah" Katanya dengan senyum
"Gak percaya aku, kamu mesti ulangi lagi" Cemberutnya menarik tangannya pelan.
"Kalau kamu udah disini aku gak akan gitu lagi" Ujarnya
"berarti saat aku gak ada kamu ganjen, ih Fajar kok gitu sih. jangan jangan kamu udah punya pacar baru ya" Dengan mata berkaca ia berucap
"Astagfirullah sayang, aku gak sampai segitunya buat duain kamu" ujarnya merengkuh tubuh pacarnya
",Kamu tahu kalau aku selalu bersama riko dan putra, gak mungkin aku sempet cari yang lain" lembutnya mengelus rambut indah
"Aku butuh bukti fajar" ujarnya
Cup
"Udah cukup buat bukti kalau aku gak duain kamu hmm?" tanyanya mengecup bibir sang pacar
"Huaa..... First kiss indah......" Tangis Indah yang menggema dikelas itu
"cup cup sayang, kok malah nangis sih. udah ya jangan nangis nanti aku beliin es krim buat kamu" Fajar menenangkan pacarnya, Indah yang mendengar kata es krim langsung tenang.
"Really?" tanyanya dan dianggukkan oleh fajar.
"Yaudah yuk beli, kamu traktir ya" senangnya menggandeng tangan fajar.
Ketahuilah para laki jika pacar atau gebetan kalian ngambek atau marah kasih aja yang manis manis contohnya senyum kamu. canda sayang
Bersambung.......
__ADS_1