Cewek Dingin Itu Pacarku

Cewek Dingin Itu Pacarku
Pencuri


__ADS_3

Setelah kejutan sederhana tadi, mereka semua menuju kamar mereka masing masing. Entah lelah atau ingin bersantai saat malam hari, menyisakan Lista dan Putra dimeja makan.


"Mau lauk apa?" tanya Lista.


"Apa aja," jawabnya. Lista mengangguk dan mengambil semur ayam yang ada disana.


"Dihabisin ya," Lista menaruh piring yang sudah berisi nasi dan lauk itu.


"Suapin," manja Putra.


"Kamu punya tangan kenapa minta disuapin?" tanyanya.


"Ishh ayank mah, hari ini kan ultah aku jadi gak papa aku minta kamu suapin aku."


"Hufft, dasar manja."


Dengan sangat amat terpaksa Lista menyuapi Putra hingga makanan dipiring itu habis.


"Kamu mandi dulu gih, aku mau cuci ini." Perintah Lista dan diangguki oleh Putra. Ia senang karena ada Lista saat ultahnya kali ini. Putra pikir gadisnya itu lupa hari jadinya.


______


Ceklek


Lista masuk kedalam kamar Putra dan berjalan menuju meja rias yang ada dikamar itu. Ia pikir Putra ada dikamar tamu jadi ia bisa langsung memakai night cream dan tidur.


"Sayang," tiba tiba Putra keluar dari kamar mandi dengan memakai celana boxer dan kaos oblong saja.


Lista menoleh kearah Putra dengan menelan ludahnya kasar, Putra tampak lebih tampan dari tadi.


"Astagfirullah sadar belum halal."


"Sayang," panggilan memeluk Lista dari belakang.


"Hmm." Sumpah demi apapun Lista ingin berteriak sekarang tapi tak bisa, jantungnya berdetak tak normal, semoga Putra tak mendengarnya.


"Udah cantik kok gak perlu pake ini," ujar Putra menunjuk serangkaian krim malam milik Lista.


"Ini cuma pelembab Putra, sebelum tidur aku selalu pakai ini." Jawabnya.


"Hmmm..." Putra hanya diam seraya memeluk tubuh gadis yang sangat ia cintai setelah mama dan kakaknya ini.


Berberapa menit kemudian, Lista selesai dengan ritualnya. Putra masih memeluk Lista sesekali memainkan rambut hitam itu.


"Lepas ih."


"Gak mau," kekehnya yang masih memeluk Lista dari belakang. Lista teringat sesuatu saat melihat Putra. Ia mengambil sesuatu dilaci meja itu.


"Buat kamu."


"Apaan?" tanya Putra.

__ADS_1


"Hadiah ulang tahun Putra, udah jauh jauh hari aku siapin ini buat kamu. Terima ya, walau harganya murah."


"Terima kasih sayang, aku pikir kamu lupa sama ulang tahun aku." Putra menerima sebuah kotak berukuran sedang itu.


"Hahaha enggaklah, emang aku pulang ke indonesia mau ngapain kalau bukan karena ulang tahun kamu," ujarnya mengelus pipi Putra.


"Boleh dibuka?" tanya Putra menatap Lista. Lista mengangguk. Dengan semangat Putra membuka bungkus kado itu dan betapa terkejutnya dia saat melihat isi kado itu. Sebuah jam yang memang sangat ia idamkan sedari dulu saat di singapura.


"Ini kan?" Lista mengangguk dengan senyumnya. Putra tak menyangka jika ia akan mendapat hadiah ini dari Lista.


"Makasih sayang," ujarnya seraya memeluk Lista, tiada waktu tanpa pelukan ini menurut Putra mah.


"Hmmm... Udah malam kamu balik kekamar kamu gih, aku juga mau tidur."


Tanpa persetujuan Lista, Putra menarih jam itu dinakas dan menggendong Lista kekasur empuknya.


Setelah menurunkan Lista dikasur, Putra ikut berbaring disebelah. Lista bingung kenapa Putra tidur disebelahnya.


"Aku tidur sini ya yank." Pinta Putra memeluk perut Lista.


"Tapi kan kamu tidur dikamar tamu Putra," ujar Lista.


"Aku tidur sini sayang, aku gak bakal ngapa ngapin kamu kok."


"Bener ya, janji."


"Heem."


"Aku mau peluk kamu sayang, kenapa harus dikasih guling sih?" tanyanya merengek.


"Nanti kam macam macam kalau gak gini, nambah dosa aja." Jawabnya.


Akhirnya Putra patuh tapi tangan Lista tetap dipegang erat oleh Putra, dan Lista membiarkan itu.


Tak lama Lista menutup matanya dan berlayar kealam mimpi, tapi tidak dengan Putra yang masih memandang wajah cantik Lista.


Blug


Gulih yang menjadi penengah diantara merekapun dijatuhkan oleh Putra. Mata pria itu menelusuri wajah cantik Lista hingga ia harus menelan ludahnya kasar saat melihat bibir pink alami dari Lista.


Glek


"Dosa gak sih nyicil sebelum halal," gumamnya menyentuh bibir itu. Setelah pertimbangan yang matang Putra memberanikan diri mencium bibir itu dengan lembut.


"Sangat lembut."


Lama kelamaan ciuman itu berubah menjadi luma*an halus yang panas, tangannya tak tinggal diam. ia membuka kancing piyama Lista hingga tampaklah dua gunung yang masih terlindungi itu.


"Aku gak akan lebih dari ini kok yank, janji." Gumamnya mencium leher mulus itu tapi ia tak sampai meninggalkan jejak disana.


"Ehhh."

__ADS_1


Putra sempat berhenti sesaat hingga ia kembali melanjutkan apa yang tadi sudah ia mulai. Putra kembali melepas pengait bra itu dengan pelan.


Bagai mendapat buah segar, Putra langsung meraup satu buah dada itu dengan nikmat dengan tangan satunya yang meremas sebelahnya.


"Maaf sayang," lirihnya saat mendengar ******* halu dari Lista.


Putra terus menyedot buah itu walau tak ada saru yang keluar, hingga Putra tertidur dengan mulut yang masih penuh dengan buah dada itu.


............


Matahari mulai terbit, Lista yang terbangun itu merasa nyeri dibagian dadanya dan betapa terkejutnya Lista saat melihat guling dan baju piyamanya sudah jatuh kelantai itu.


"Putra." Pekik Lista saat melihat Putra menyusu didadanya itu.


"Emmm.." Bukannya bangun Putra terus menyedot dada Lista dengan mata tertutup.


"Bangun.." Tak terasa air matanya jatuh begitu saja. Katena merasa ada pergerakan dari Lista m3mbuat putra bangun dari tidurnya.


"Sayang," panggilnya. Ia tahu Lista menangis katena apa.


"Maaf ya, aku gaak ngapa ngapin kamh kok," ujarnya memeluk Lista.


"Kamu udah nyuri tahu gak... Hikss... huaaaa."


"Aku gak samapi perawanin kamu kok yank, bener deh." Tanpa filter Putra menjawab.


"Tapi dada aku."


"Nyicil dikit sayang."


"Sakit.. Kamu kenapa ngelanggar janji."


"Gak tahan sayang apalagi lihat bibir kamu yang lembut itu," jawabnya.


Lista hanya mengendus kesal seraya menghaous air matanya, ia menaikkan branya dan menutup tubuhnya dengan selimut.


"Lain kali jangan jadi pencuri saat orang tidir."


"Emang kalau orangnya bangun boleh?" tanya Puyra.


"Enggak juga, dah lah aku mau mandi." Jawabnya mengambil baju piyamanya dan memakainya. Sebelum masuk kekamar mandi Putra memanggilnya.


"Yank,..."


Lista menoleh.


"Kapan kapan lagi ya, tadi malam sumpah enak baanget bikin nagih."


Dengan wajah memerah Lista langsung masuk kekamar mandi, sedangkan Putra hanya tersenyum geli melihat Lista.


"Tapi yang tadi malam enak sumpah, jadi pengen langsung halalin deh," gumamnya.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2